""'>

Selasa, 25 Juni 2013

Monyet Juga Monyet

Sangat diperbolehkan untuk mencoba berkomunikasi dengan binatang, tapi jangan kelewatan seperti saya ini. Waktu saya duduk di kelas 2 atau 3 SD, saya pernah mengalami hal yang pernah dilihatkan di "THE WORLD AMAZING VIDEO", ya atau acara semacam itulah, tahu kan yang banyak cuplikan-cuplikan yang mencengangkan kita.

Hari itu saya sedang pulang dari sekolah menaiki sepeda. Ketika hampir sampai rumah, ban saya bocor. Saya melihat ada tukang tambal ban tidak jauh dari situ. Saya akhirnya meminta untuk menambalkan ban saya kepada tukangnya.

Tempat tambal ban itu berdekatan sekali dengan rumah yang agak besar (penglihatan waktu kecil). Biasanya kita melihat rumah-rumah besar dikelilingi penjaga kalau tidak satpam ya binatang, dan binatangnya itu anjing, namun di rumah ini beda. Di depan pagar rumah itu ada monyet dirantai lehernya yang sedang duduk memakan sesuatu.

Saya perhatikan terus cara mengunyah monyet tersebut. Sambil mengunyah-ngunyah, monyet itu menengok ke saya. Dia membuang makanannya ke dalam got yang ada di depan pagar itu, lalu mulutnya menganga, seperti mau berkomunikasi dengan saya.

Saya pun mencoba membalasnya dengan menganga-kan juga mulut saya, lalu bilang "AA, UU, II, KA, KAA!!" Saya pelajari bahasa itu ketika saya membaca komik Dragon Ball, ketika Goku berubah menjadi monyet besar. Saya bilang itu seru-seru dengan menggerakkan tubuh saya layaknya seekor monyet. Tepuk-tepuk, lonjak-lonjak, berputar-putar mengikuti ekor (walau ga punya ekor), seakan-akan ingin mengajak monyet itu bermain-main.

Keadaan menjadi agak sunyi, dan monyet itu melihat saya seperti ada keringat yang ke luar dari kepalanya (sweat drop). Lalu tiba-tiba dia turun dengan cepatnya menuju ke arah saya. Saya shock ketakutan, saya membeku di situ, saya benar-benar merasakan sama halnya di sinetron-sinetron, bahwa tidak bisa bergerak sewaktu akan ditabrak atau dalam keadaan bahaya, itu memang ada. Walau rantainya sudah paling mentok monyet itu terus berlari menuju saya, dan kemudian monyet itu menggigit lutut saya, lalu kemudian balik lagi ke tempat asalnya.

Saya terluka, gigitan monyet itu membuat lutut saya berdarah. Kulit yang robek terlihat putih seperti daging ayam goreng. Sakit sekali karena mengeluarkan darah juga. Air mata menetes sedikit, namun saya harus tahan karena sudah besar, pikir saya waktu itu.

Setelah ban sudah ditambal, saya pulang tidak menaiki sepeda itu. Karena pasti akan sakit jika saya gerakkan lutut saya. Saya tuntun sepeda dengan agak mengesot-ngesot hingga pulang ke rumah, sakit sekali lutut saya dan rasanya ingin menangis. Waktu saya sampai di rumah, ada ibu saya yang sudah berada di depan pintu rumah. Saya langsung menggeletakkan sepeda dan lari ke arah ibu. Ibu menyambut pelukan saya, dan saya menangis di pelukan ibu. Tangisan itu mempunyai makna saya tidak akan melakukan hal bodoh yang sama lagi, seperti mengejek binatang terutama monyet, karena monyet juga monyet.

Hingga sekarang pun bekas luka itu masih menempel di lutut saya, tapi untunglah saya tidak menjadi monyet atau manusia saiyan super seperti goku (^^).

Sumber Gambar : KMC

Selasa, 11 Juni 2013

Saya

Jaman kuliah, saya kenal banyak Dosen yang melekat di hati, saking melekatnya hingga diuapin pakai abab tetap saja menempel seperti lem kastol.

Hari ini saya diapprove menjadi temannya Mas Marsono. Beliau adalah Dosen Pembimbing saya ketika sedang bimbingan TA (Tugas Akhir). Kalau diingat-ingat, momen yang paling menegangkan ya berhadapan dan konsultasi di hadapan beliau. Kenapa tidak? Karena setiap saya mengajukan argumen saya dengan penuh semangat, selalu saja dipatahkan dengan ilmu akuntansinya beliau bahwa argumen saya harus direvisi lagi.

Pernah ngerasa ga, sudah siap matang-matang ternyata masih revisi lagi, yah pasti kalian mengalaminya juga kan?

Tapi dari situ saya tidak pantang menyerah. Saya selalu menjadi pendengar yang baik. Apa-apa yang dikatakan Pak Marsono saya tangkap dengan baik-baik dan saya rekam di memori otak saya. Ya untungnya masih ada space di otak saya, tapi sepertinya antivirusnya belum di-update. Ah apalah arti virus, kalau anda tahu virus, sebenarnya virus itu tidak berbahaya, sebenarnya mereka adalah sistem yang kasat mata, tapi jika mengganggu mereka bisa menampakkan wujudnya di layar monitor anda, makanya ga usah campuri dunia mereka, yang penting kita berlaku baik dengan komputer kita. Contoh deh Yakult, virus tapi memberikan kesehatan bagi peminumnya. Eh itu virus apa bakteri ya? . . . . Loh kenapa jadi bahas virus?! (Baru sadar).

Setelah keluar dari ruangan bimbingan bersama Pak Marsono, saya selalu down, dan pikiran negatif selalu muncul seperti "Ini, bisa selesai tidak ya? Kenapa harus Pak Marsono, Dosen Pembimbing saya? Banyak yang bilang beliau ganteng, banyak pula yang bilang agak killer, sebenarnya siapakah beliau sebenarnya?".

Istilah yang saya buat sendiri yaitu "Serangan balik esok hari!" Maksudnya adalah saya selalu mengungkapkan ide dan perkembangan TA saya kepada Pak Marsono di keesokan harinya setelah saya kalah dalam argumen.

Ketika saya sedang bimbingan, saya tidak pernah melupakan kata-kata beliau yang satu ini. Satu kata itu adalah . . . . Well, waktu saya sedang melakukan presentasi perkembangan TA saya. Saya selalu saja tercuapkan kata "Aku". Pak Marsono naik darah dan menegur saya supaya kata-kata "Aku" dihapuskan ketika sedang kondisi formal seperti ini. Akhirnya kata-kata "Aku" diganti menjadi "Saya".

Simple tapi maknanya luar biasa. Sekarang saya selalu membiasakan menggunakan kata "Saya". Ya seperti saya sedang menggunakan kata "Saya" dalam tulisan blog saya ini.

Akhirnya berkat ide cemerlang saya, saya berhasil menerobos ACC nya TA. Dengan penuh semangat saya mengungkapkan final ide saya kepada beliau pada pertemuan ke-8 bimbingan yang memakan waktu 5 bulanan. Hasilnya adalah beliau agak berpikir waktu itu, tapi dengan alasan "Ya, nanti dipertanggungjawabkan lagi ya di Dosen Penguji, sekarang saya ACC TA kamu dulu saja, seneng ga?". Dengan sedikit alasan saya lontarkan, beliau memotong saya dengan bertanya "Seneng apa ga?". Saya jawab saja dengan agak malu "Iya, senang Pak, hehe."

Waktu di ACC nya TA saya, saya bertanya pertanyaan agak pribadi kepada Pak Marsono. Saya tanya apakah beliau adalah saudara tetangga saya yang tinggal di Sidoluhur? Beliau menjawab "Siapa sih, ah kamu bisanya menyambung-nyambungkan orang, hahaha?". Itulah jawabnya, yang tahu ibu saya sih, soalnya ibu saya pernah melihatnya waktu Pak Marsono sedang menjenguk tetangga saya.

Esok paginya saya ingin meminta tanda tangannya karena beliau sangat memukau seperti bintang. Pak Marsono entah kenapa agak berbeda, tidak seperti biasanya, lebih ceria seperti Sponge Bob yang bersemangat, dan berkata "Sini-sini Bos, ada yang bisa dibantu?". Sampai-sampai saya dibilang bos. Tanda tangan itu sangat bernilai, lebih bernilai dari artis manapun. Kenapa tidak? Karena tanda tangan di atas kertas presensi magang saya itu artinya kelulusan sudah dekat!

Pak Marsono adalah Dosen yang baik sekali jika kamu tahu menilainya dari mana. Baik karena, TA itu adalah cerminan kamu, sebenarnya bukan Pak Marsono yang berusaha untuk menggagalkan rencana TA kamu, tapi kamu. Bahkan teman saya Widi sampai merubah judul karena tidak kuat dengan TA sebelumnya yang terlalu banyak revisi. Revisi itu adalah supaya kita lebih menggali lagi referensi dan memperkuat argumen kita, agar waktu kita presentasi di Dosen Penguji, kita bisa lancar menyampaikan TA yang kita kuasai.

Dan ya, akhirnya ujian TA saya lancar dan berhasil hanya dalam 5 menit presentasi. Terima kasih Pak Marsono. (^^)

Minggu, 09 Juni 2013

Demi Hero

Hari ini sahabat lama saya Maul, membuat chattingan grup di facebook. Entah suatu alasan apa, saya juga diundang untuk chatting. Ya banyak teman-teman kuliah yang nongol untuk sekedar tanya kabar dan bercanda-candaan.

Maul adalah sahabat dekat saya waktu kuliah, dia pernah mengajak saya berbisnis pulsa, makan di rumahnya, dan mengerjakan PR hingga larut malam. Iyap, sampai larut malam, berikut terjepret dalam kameranya Awan saat mengerjakan PR sore harinya.

 Maul yang memakai baju putih.

 Yap, baju yang warna putih! Maaf untuk yang ini Ul, kalau bercandanya keterlaluan. (^^)

Sumber foto ini asli dari folder komputer saya. Foldernya di situ bertuliskan "korban dul muid". Sebenarnya hanya untuk mengalaykan momen saja sih, maaf jika ada yang tersinggung. Jadi waktu itu memang deadline-nya besok pagi, dan harus dikumpulkan lalu diuji kebenarannya dengan interview.

Ketika salah seorang teman saya bertanya "Sekarang kamu kerja di mana?" di chat box, saya balik chat dengan balasan "Sekarang aku membantu Black RX, di Suzuki".

Kenapa saya mengatakan demikian, karena ternyata dulu Kotaro Minami maupun Kamen Rider Black RX memakai kendaraan merk Suzuki!

Kotaro Minami dengan Kendaraan Suzuki-nya.
Sumber Gambar : Kotaro Minami

Sekarang saya jadi lega, apa yang saya tempati untuk bekerja masih sesuai dengan passion saya. Walaupun sudah lama tidak dikendarai lagi di TV Lokal, jiwa Kamen Rider Black RX masih ada dalam hati saya. Pastinya bangga ternyata Suzuki tidak sebegitu jeleknya. Saya jadi suka Suzuki karena ada cerita Kamen Rider Black RX-nya.

Kalau dulu yang dikatakan oleh Pak Handoko, ini namanya kolaborasi. Istilah itu simple tapi mempunyai arti kuat jika diterapkan dalam brand, seperti yang dilakukan TV Show Kamen Rider Black RX dengan Kendaraan Suzuki.

Jumat, 07 Juni 2013

20 Origami Kupu - Kupu

Waktu saya melihat video-video yang diberikan oleh sahabat saya Yoppy, di situ ada video Monkey Majik yang sangat hangat sekali. Mengingatkan saya kepada seorang gadis. Ketika saya melihat origami kupu-kupu yang muncul pada awal video Monkey Majik - Forever, saya jadi ingin membuat postingan tentang dirinya.


Begitu special, sebelum saya bertemu Rina, saya tidak bisa move on karena dirinya. Pernahkah kau selalu mengejar apa yang ingin kamu impikan dengan nyata, tapi ternyata yang diimpikan malah menghindar. Ya, seperti kupu-kupu, jika kita terlalu mengejar dan mencoba untuk menangkap maka dia akan berusaha pergi, jika pun tertangkap, terlihat dia ingin ke luar dari toples itu. Kadang saat kita dalam kondisi tenang dan damai, kita malah yang dihinggapi kupu-kupu. Kalau ilmu yang sudah dapat sekarang, yang saya tahu itu namanya tulus. Apakah kita sudah tulus? Tuluskah kita memberi cinta? Tuluskah kita menerima kenyataan? Berikut adalah cerita singkat saya tentang dirinya.

Saat semester sekitar 4 ke 5 kalau tidak salah, saya kenal seorang gadis di facebook dengan nama korea, Eun Hye. Pastinya saya melihat-lihat dulu foto profilnya, orangnya kayak bagaimana, dan apakah dia memakai facebook palsu atau asli? Setelah diselidiki dia adalah mahasiswi yang satu jurusan dengan saya tapi jarang sekelas dengan dirinya. Waktu pertama kenal, kita langsung balas-balasan chat dan message, hingga akhirnya dia memberikan nomor handphone-nya untuk saya.

Suatu hari, saat saya sedang menuju ke motor saya di parkiran, saya diberhentikan dengan rasa penasaran saya. Ada sosok gadis yang sedang mengendarai matic melintas di depan saya, kemudian parkir tepat di dekat saya berdiri. Saya mematahkan langkah saya dulu dan menunggu gadis itu menoleh ke arah saya. Kalau dilihat dari kardigan merah yang dipakainya dia mirip di facebook. Rasa ingin tahu saya berubah dari 70% menjadi 89% setelah dia membuka helmnya, dan mengibas-ngibaskan rambutnya yang lurus itu. Saya pun memanggilnya "AYU!". Ternyata benar dia yang ada di facebook. Saya sangat deg-deggan sekali saat itu, perkenalan terjadi sangat singkat. Ketika dia berjalan meninggalkan saya, saya masih melihat dirinya dari parkiran.

Kita jarang ngobrol langsung tapi sering menelpon via hp. Ramadhan waktu itu cuaca sangat dingin, namun pembicaraan yang menghangatkan kita. Saat sahur saya selalu membangunkan dirinya, dia sering sekali telat sahur, tapi kadang saya juga yang terlalu rajin karena dia lagi 'dapet', tetep saja saya telpon (^^). Begitu pun dia, Ayu pernah menelpon sahur juga, dia bilang ya namanya juga timbal balik. Selalu saja menelpon, entah waktu saya ingin menemukan rumahnya, waktu saya bercandaain dia, waktu dia lagi mau rawat jalan, banyak deh. Dia bisa membalas candaan saya, saya ingat candaan dia waktu itu adalah seperti ini.

Jojo : "Hooi, lagi sibuk apa nii?"

Ayu : "Iya nih, lagi sibuk banget."

Jojo : "Emang sibuk apa sih?"

Ayu : "Sibuk bernafas."

Jojo : "Iya yah, eh aku juga bernafas lho, berarti aku juga sibuk dong, haha"

Setelah Ramadhan selesai, entah kenapa komunikasi kita renggang. Saya pun mempunyai inisiatif untuk datang bertamu di rumahnya. Dulu saya mengobrol dengan Ayu di teras, duduk di lantai, sambil menikmati pemandangan tumbuh-tumbuhan yang menjulang di halaman depannya. Ibunya membuatkan minuman jeruk kepada kita berdua. Ditaruhlah gelas itu di antara kita berdua untuk menemani mendungnya siang itu.

Dia itu, asli semarang jadi dia itu pribumi, namun dia sangat rajin facial dan merawat tubuh, makanya dia bisa bening sekali seperti artis korea. Tapi bukan itu yang membuat saya menyukai dirinya. Dirinya itu di mata saya adalah pribadi yang sangat unik. Saya sampai dibuat penasaran karenanya. Pantas banyak pria yang mendekatinya. Dan ternyata teman-teman dekat saya sendiri suka sama Ayu. Bagi Ayu, dia seperti bilang "Susah sekali ya jadi wanita ayu seperti saya.". Jadi bagi wanita-wanita yang sedang baca ini, saya punya tips bagi kalian agar kalian disukai sama pria-pria, yaitu jadilah misterius. Misterius dalam arti buatlah sang pria jadi punya pikiran "Sebenarnya dia itu suka ga sih sama aku, padahal dia biasa-biasa aja kok aku suka ya?". Nah itu, lalu lihat apa yang akan terjadi.

Saat waktu mau dhuhur, saya membuatkan sesuatu kepada Ayu. Saya membuatkan origami kupu-kupu dengan menggunakan sebagian kertas dari buku tagihan pelanggan pulsa saya. Saya mempelajari membuatnya dari video Youtube berikut ini.


Saya menyuruh Ayu untuk menutup matanya dulu, karena ketika dia melihat saya, saya jadi grogi untuk membuatnya. Dia seperti anak kecil yang sedang main petak umpet. "Sudah beluuum?" tanya Ayu yang sedang menutupi mata dengan kedua tangannya. Setelah selesai saya suruh buka matanya lagi. Dia mainin itu origami, dikira kodok kali dia coba lompat-lompatin, pas mau coba diterbangin dia bilang "Eh, ga deh ini kan dari kamu". "Ahahaha bisa saja" saya tersenyum tersipu karena dia melihat ke arah saya dengan antusias atau terpesona kayaknya. Lucu sekali dia itu, unik. Sebelum saya pulang saya habiskan 2 gelas jeruk itu, karena Ayu tidak suka jeruk, katanya bisa buat sakit atau gimana saya tidak tahu. Sepulang dari situ dia mengupdate statusnya di koprol "Terima kasih ya Tuan Origami :-)".

Saya dibuat jadi bertengkar dengan teman saya Imam, karena Ayu pernah dibilangin tepat di hadapannya, bahwa dirinya itu pernah mengalami kecelakaan lalu hilang ingatan. Saya langsung ke rumahnya saja, untuk mendengarkan curhatan Ayu. Dari situ, saya jadi punya pengalaman yang bernilai, bahwa jika kita mau curhat lihat-lihat dulu orangnya.

Banyak hal yang akhirnya membuat hubungan saya dengan Ayu benar-benar menjadi renggang, tapi dari semua faktor itu sebenarnya yang membuat renggang itu saya sendiri. Setelah Ramadhan selesai tepat tanggal 20 September, ulang tahunnya Ayu, saya memberikan kado special untuknya.

Kado itu baru dibuka sekitar 4 bulan setelah hubungan kita semakin renggang. Dia sms "Jo, ini terlalu bagus aku ga bisa menerimanya". Saya bingung mau sms lagi, jadi saya sms yang keluar dari otak saya saja "Ya kalau tidak suka, bisa kamu berikan kepada teman-teman dekat, atau siapa."

Kado itu berisi 20 origami kupu-kupu yang saya buat sendiri, telur cicak warna yang saya beli di toko jadul di Jakarta ketika saya gathering dengan anak-anak game online dulu, lalu buku tulis, pensil, dan kaset dvd korea berjudul "Personal Taste". Lagu yang mengingatkan kejadian ini adalah OST nya Personal Taste yang dinyanyikan Younha judulnya "Can't believe it". Kenapa 20 jumlahnya? Iya, karena bertepatan dengan tanggal 20, ulang tahunnya.


Dengarkan deh, itu musik kalau saya dengar ada nuansa ceria namun sangat menggalaukan di saat yang bersamaan.


Di tempat ini saya melakukan pernyataan cinta kepada Ayu. Saya waktu itu benar-benar seperti sedang menangkap kupu-kupu. Saya genggam erat tangannya, lalu entah kenapa saya bilang, "Maukah kau menjadi pendampingku?!". Tidak bisa ternyata, dia sudah menjadi pacarnya pangeran kodok katanya. Karena kita kadang bercandaan, kita senyum awkward sebentar waktu itu, lalu saya pergi masuk ke kelas untuk ambil tas, lalu menangis di tempat yang lain. Ada mahasiswi satu angkatan yang melihat saya sedang menangis, namun saya tidak mengenalnya. Waktu saya kembali ke tempat itu lagi, Ayu sudah pergi, seperti kupu-kupu yang melayang bebas untuk mencari kedamaian dan kebahagiaan lagi.

Yah sekiranya cukup sekian dari saya, maaf kalau banyak video hari ini. Maafkan jika orang yang bersangkutan membaca ini, minal aizin walfaizin yah, lagian udah lewat. (^^)

Rabu, 05 Juni 2013

Sam Poo Kong with Kii

Saya sangat suka sekali jika banyak bule yang berdatangan ke Semarang. Karena merekalah, Kota Semarang menjadi ada nilai lebihnya. Kadang ada yang pertukaran pelajar, ada yang bekerja kontrak, ada yang menjadi relawan, dan tidak sedikit yang ke sini untuk sekedar liburan.

Jika saya disuruh untuk menyarankan mau liburan ke mana di Indonesia nanti, pergilah ke Semarang dulu. Alasannya adalah karena kota Semarang terletak di tengah-tengah Pulau Jawa, yang dekat dengan situs terkenal di Indonesia yaitu Borobudur. Yap dari Semarang kalian bisa mulai mengeksplor ke daerah selatan yang terkenal seperti Jogjakarta, ke daerah timur, kalian bisa ke WBL (Wisata Bahari Lamongan), maupun Bali! Agak baratan sedikit bisa anda temui kota Batik Pekalongan. Di Semarang juga harganya terjangkau untuk makanan dan tempat singgahnya.

Banyak turis yang tinggal di kos. Salah satunya adalah Kii. Teman saya dari Thailand ini sudah ngekos hampir 1 tahun. Saya kenal Kii waktu dulu ada event semacam Pesta Blogger. Dia mirip sekali dengan orang Indonesia. Saat dia maju untuk memberikan sambutan, dia bisa berbahasa Indonesia walau belum menggunakan aksen Indonesia yang benar. Dari kejauhan pun saya tersenyum melihatnya, salut banget sama turis yang bisa Bahasa Indonesia.

Setelah acara selesai, dan dia sedang berbincang-bincang dengan pembawa acaranya. Saya mendekati sekitar 1 meter dari Kii, saya berdiri di situ dan terus melihatnya. Hingga akhirnya dia sadar akan keberadaan saya. Saya pun secara natural menyapa dengan "Hai!". Dari situ kita ngobrol-ngobrol, dan tidak lupa saya kenalkan kepada Adhi yang sudah menemani saya datang ke acara ini. Yap, kebanyakan kita membicarakan Thailand Movie, dan sejenisnya (^^).

Ternyata Kii itu narsis juga, dia suka sekali foto-foto, atau karena memang mumpung masih di Indonesia jadi ingin foto-foto terus? Yap jadi wajar saja. Di situ saya minta tolong ke Adhi untuk memfotokan Kii dengan saya.


Kii adalah seorang muslim, katanya di sana kebanyakan Budha. Dia tinggal di Phuket, ya mungkin kalau ingin mencoba cari-cari muslim ke Phuket aja teman! (^^). Waktu berbincang-bincang malah bahasa Indonesia-nya lancar, ternyata tadi hanya bingung mau bilang apa waktu disuruh maju.

Foto-foto dan ngobrol-ngobrol berlangsung sebentar saja, saya diberi alamat facebooknya. Dengan demikian jika sudah diapprove, saya bisa menge-tag fotonya di facebook.

Sekitar 2 minggu sudah terlewati. Hari itu dia online, lalu dia bilang bahwa dia suntuk dan ingin keluar. Dia ingin ke Sam Poo Kong. Minggunya kita janjian di suatu tempat. Saya sudah berputar-putar menemukan jalannya tapi tidak ada tempat yang dimaksud oleh Kii. Dia pun sms lagi di tempat yang berbeda, yaitu di Bank dekat Pegadaian. Setelah tanya kepada orang sekitar akhirnya saya bertemu Kii yang sudah siap dengan helmnya.

Sesampainya kita di Sam Poo Kong, kita dihadapkan pada tempat pembayaran tiket masuk. Di situ tertulis bahwa tarif Lokal dan Asing berbeda. Waktu itu saya langsung saja membayari Kii dengan tarif Lokal tanpa banyak cakap. Ternyata dia memang sudah biasa dengan membayar tarif lokal. Beruntunglah Kii memiliki wajah yang agak ke Indonesia-an, ditambah dia pakai hijab. Karena dulu temannya yang dari Thailand membayar dengan tarif Asing karena wajahnya ke India-an.

Banyak hal yang kita obrolkan di situ. Pastinya saya membawa kamera untuk mengabadikan momen dong. Foto-foto itu benar-benar kegiatan yang menurut saya sangat menguras tenaga. Pertama, harus tahan nafas jika hasil fotonya tidak mau blur. Kedua, sang model harus tahan senyuman sampe gigi kering (jika mau senyum) dan posenya tidak boleh bergerak hingga sang fotografer menekan shutter, walau ada juga yang harus gerak tapi kalau hasilnya jelek harus ulang lagi. Hal yang paling agak membuat malas itu, ini foto mau diedit atau tidak, makanya harus benar-benar dalam keadaan mood baik.

Ini adalah salah satu hasil waktu foto-foto di Sam Poo Kong dengan Kii.


Foto ini diambil menggunakan tripod bangunan yang ada di situ. Lalu saya memakai countdown dari 10, jepret! Tidak lupa saya olah lagi di Photoshop. Waktu sebelum Dhuhur tiba, saya pulangkan Kii ke kosnya, soalnya Kii masih agak tidak enak badan. Sebelumnya kita makan di Warteg dekat kosannya. Dia makan sop sama daging apa lupa saya, sepertinya dia sudah terbiasa dengan makan makanan di sini. Eh! Tidak hanya terbiasa sepertinya dia sangat menyukainya karena saya lihat piring makanannya bersih habis dilahap oleh Kii. Yah menyenangkan sekali ya berteman dengan bule, apalagi bulenya bule Asia. (^^)

Selasa, 04 Juni 2013

Sketsa by Han

Selamat datang bulan Juni buat kalian semua, semoga tambah berkah dan dewasa ya!!!! Malam ini, walaupun saya capek disibukkan dengan rutinitas dan ada suatu masalah sedikit tadi, tapi saya akan tetap post sesuatu yang special hari ini.

Biasanya saya share kata-kata bermakna yang keluar dari mulut teman saya, lalu saya buat postingan di OTWR. Untuk kali ini saya mendapat sesuatu yang special dari teman saya yang jago melukis, dan karyanya juga sudah diakui dunia. Namanya Mas Han, beliau adalah salah satu personil dari Papillon Studio (Semarang) bisa di follow di twitternya @papillon_studio untuk lebih mengenal lebih dekat.

Tidak seperti biasanya gathering Semarang Lair, hari Jumat kemarin Mas Han datang berkumpul. Beliau membawa adiknya, yang ternyata jurusannya sama dengan saya yaitu akuntansi. Saya banyak sharing tentang dunia pekerjaan, khususnya di bagian akuntansi. Nanti akan saya share lagi untuk hal yang ini, yang jelas saya memberikan mindset "Jangan takut salah jurusan!" kepada dirinya. (^^)

Sudah lama kita tidak berjumpa, saya dan Mas Han bercerita tentang kabar-kabar terakhir. Bahkan ternyata Mas Han sudah kenal dengan teman saya yang jago gambar, namanya Wanan Mahera. Waktu itu wanan datang sendirian ke studio Papillon, ya menurutnya sekarang dia ada perkembangan dari waktu pertama melihat karyanya dulu.

Karena saya sedang asyik mengobrol tentang dunia kerja dengan adiknya Mas Han, beliau sedang membuat sketsa para gadis yang ada waktu gathering. Kalau istilahnya di dunia PW, teknik ini namanya gambit, salah satunya adalah show off talent. Nah, di situ saya jadi tertarik untuk menggambarkan seseorang yang special, seseorang yang pernah membuat saya jatuh cinta walau hanya beberapa menit pertemuan.

Dia adalah....
Rina by Han Papillon

Yap, dia adalah Rina. Gadis jepang yang saya temui, dan yang membuat saya jatuh hati. Karena dia saya bisa membuat 3 postingan bersambung "Finding Rina" (-The Meeting-, -The Preparation-, dan -The Conclusion-).

Objeknya adalah foto Rina yang ada dalam ponsel BB saya. Untuk menggambar lebih nyaman objek harus diam, tapi BB saya tidak ada pilihan untuk bisa nyala terus, saya utak-atik hanya dapat 2 menit nyala! Jadi saya sangat salut sekali dengan Mas Han, walau selalu menyalakan 2 menit sekali, hasilnya bisa kalian lihat sendiri, benar-benar superb!! Saya pernah menggambarnya selalu saja kegendutan atau bagaimana.

Saya sangat berterima kasih kepada Mas Han yang sudah membuat dirinya menjadi sketsa yang indah. Logika saya selalu saja ingin memberikan banyak kepada Rina, tapi apa daya, itu semua hanya terjadi di pikiran saya. Kalau saya sudah bertemu dirinya entah itu di Jepang, Indonesia, atau di mana, saya akan berikan ini kepada dirinya. Saya mungkin susah menjelaskan dengan bahasa lisan makanya saya membuatkannya dalam bentuk komunikasi visual.

Dengan menggunakan bahasa visual itu saya ingin mencoba menyampaikan pesan kepada Rina, bahwa dia adalah gadis yang paling indah yang pernah saya temui. Kenapa bahasa visual...., karena bahasa itu bisa dimengerti orang Jepang dan orang Indonesia.

Kamis, 30 Mei 2013

Baja Hitam Oh Baja Hitam....

Seperti yang saya bilang dulu, atau bisa baca artikel ASAM KEHIDUPAN, bahwa saya sangat menyukai, mengidolakan, pokoknya fans berat oleh sosok Baja Hitam. Bagi yang lahir tahun 90 pasti tahu sosok idola ini. Dia adalah sosok di mana waktu TK saya selalu menontonnya tiap sore (kalau tidak salah). Bahkan dulu masih ada tuh filmnya Baja Hitam dalam bentuk kaset video putar yang bentuknya kotak besar, terus ada tulisan judulnya di sisi sampingnya. Pernah dipinjamin sama bapak sih, kadang ga baja hitam juga, kadang dragon ball, atau film-film bioskop lainnya. Berikut penampakan kasetnya.

Sumber gambar : kaset video.

Sosok sebelum menjadi Baja Hitam itu adalah orang jepang yang tinggi dan berambut belah pinggir. Karena dulu saya asal lihat dan have fun aja, saya ga begitu memperhatikan itu buatan Jepang, setelah besar baru tahu sekarang. Dan setelah ngubek-ngubek google lagi, eeeh ternyata style rambut Kotaro Minami mirip dengan rambut saya!

Sumber gambar : Kotaro Minami.

Bandingkan dengan saya (rambutnya).

Ini saya ketika di acara Bunkasai UDINUS Semarang.

Saya sangat berterima kasih sekali untuk Baja Hitam, karenanya saya bisa mendapat pekerjaan sekarang ini. Loh kok bisa?! Iya bisa dong, waktu saya interview ditanya apa cita-cita atau apa mimpi kamu? Saya mengatakan saya ingin menjadi Baja Hitam, cita-cita yang ingin saya wujudkan waktu kecil, dan karena saya punya teman Jepang, saya akan ke Jepang sana kemudian mencari sesuatu yang berbau Baja Hitam.

Saya salut dengan Baja Hitam, karena menurut saya, dia adalah satu-satunya Kamen Rider yang membuat trendsetter bagi Kamen Riders lainnya. Loh kok bisa?! Iya, karena dia yang mempopulerkan kamen rider yang bisa berubah bentuk, bisa jadi Robo maupun Bio.

Sumber gambar : RX

Yang biru RX Bio, tengah RX Black (Baja Hitam), dan kuning RX Robo. Tidak hanya warna dan bentuk yang berubah, kemampuannya juga berbeda-beda. RX bio, bisa menjadi molekul-molekul seperti air gitu, RX Black, punya senjata pedang matahari (ini yang bikin saya tergila-gila), dan RX Robo, incerannya maut pastinya.

Haha jadi ingat-ingat masa kecil dulu, untung saya lahir tahun 1990 yah. Yah semoga era-era yang baru ini juga bisa mempertontonkan acara-acara yang lebih membahagiakan untuk anak-anak, dan semoga tidak dikatakan "Masa Kecil Kurang Bahagia" pada waktu besarnya nanti. Semoga yang melihat ini adalah crew TV Lokal di Indonesia, dan bisa memberikan respon positif untuk hal seperti ini. Sudah dulu yah, bye, HENSHIN / BERUBAH!!!

Rabu, 29 Mei 2013

Kekancing! / Kekunci!

Selama saya bekerja baru kali ini mendapat seperti dikerjain yang tidak disengaja. Kenapa?

Siang hari yang begitu sepi senyap di kantor membuat Pak Tri ingin bergerak. Karena kalau tidak, beliau bisa-bisa ketiduran karena saking tidak adanya pelanggan. Akhirnya saya disuruh oleh Pak Tri (Kepala Bagian) untuk menunggu di kantor hingga beliau selesai promo / sebar brosur, dan akan pulang jam 5 tepat.

Ya sudah saya tunggu sampai jam 5. Seperti biasa sebelum jam 5 persis, para karyawan sudah siap-siap pulang. Saya pun juga berkemas-kemas, namun tidak beranjak dari kursi bagian akunting. "Tak!", "Tak!", suara lampu dimatikan sudah mulai terdengar. Padamlah, gelaplah, dan ruangan akunting pun semakin menjadi hitam kelam. Namun saya tetap teguh untuk menunggu beliau balik ke kantor.

Di dalam ruangan saya mendengar suara rolling door sudah mulai tergerak dan tertutup. Saya resmi kekancing dalam kantor pusat. Saya panik, jalan satu-satunya saya sms Pak Tri yang berbunyi,"Pak, saya kekunci di dalam, bapak nanti balik, tolong bukakan pintunya ya.". Dengan ribuan segala kegalauan dan kesepian, Pak Tri membalas sms saya dengan berisikan tulisan "Ya.". Menelan ludah, namun saya yakin Pak Tri adalah orang yang paling tanggung jawab, karena beliau kepala bagian, beliau selalu pulang jam 5 tepat tidak kurang.

Dari kamar mandi yang terletak di pojokkan ruangan, terdengar suara kaki yang mendekat perlahan ke arahku. "Waaaaa!!!!", mata muter 360 derajat. Bukan bukan karena takut, karena teriak senang ternyata ada yang masih belum pulang. Saya tidak tahu namanya, tapi dia membukakan pintu belakang buat saya. Dan kemudian saya ke luar untuk menunggu Pak Tri di depan kantor. Kuncinya diserahkan kepada saya semuanya. Tidak lama kemudian Pak Tri dan 1 karyawannya datang. Kuncinya saya kasihkan dan saya boleh pulang.

Benar-benar kejadian yang horor bagi saya, untung tidak jadi uji nyali di situ. Kalau memang dipaksa ikutan dunia lain, pasti saya  bakal lari ketika bunyi gong dimulai!

Selasa, 21 Mei 2013

Briefing Pagi

Sebagai karyawan baru pastinya akan selalu menjadi perhatian bagi senior-senior. Seperti yang dialami saya dan Arini di pagi hari. Karena kita kesiangan kita tidak mengikuti briefing yang diadakan setiap jam 8 tepat. Waktu itu kami masuk pukul 08.15, dan kami dipanggil oleh orang-orang HRD untuk melakukan brieding sendiri.

Sebelum memulai briefing, Arini disuruh memakai sepatunya dulu. Sepatunya lucu, ada lempengan bulat seperti koin di ujungnya. Saya jadi nyeletuk, "Eh lucu itu sepatu merk Yamaha ya?". Karena bilang secara spontan semua pada tertawa, soalnya memang koin di sepatunya mirip dengan logo Yamaha. Saya ditunjuk untuk memimpin briefing itu, dengan diawali dengan doa bersama. Lalu menceritakan apa saja yang sudah dikerjakan, dan apakah ada kendala selama ini. Kemudian dilanjutkan dengan kata-kata motivasi, Masnya yang mirip teman saya Burhan, bilang, "Selesaikanlah yang harus dikerjakan tanpa menunda-nunda, kalau tidak diselesaikan akan berakibat galau.". Ini benar-benar menyindir saya, karena waktu masuk ke sini saya mengisi formulir tentang kegalauan.

Saya jadi tidak mau kalah memberi motivasi bahwa sebenarnya motivasi itu selain dari kata-kata, pengalaman sukses orang, atau filosofi, ada juga yang dari alam sekitar. Salah satunya adalah dari burung gereja yang berkicau di pagi hari. Ilmu ini saya dapatkan ketika Bang Nugie sedang manggung di Semarang. Seingat saya beliau bilang kepada ibunya waktu dulu, "Bu, kenapa aku ga denger suara burung gereja lagi?", Ibunya menjawab, "Itu karena bangun kamu kesiangan, makanya bangun pagi supaya kamu dapat dengar kicauan burung gereja lagi."

 Saya yang di belakang kanan Nugie, kayak penampakan #misscameracation

Jadi kalau mau dengar burung gereja berkicau, bangunlah pagi-pagi. Kalau tidak suka burung gereja masih banyak burung yang lain, di toko burung banyak. Makanya banyak yang melihara burung supaya bisa bangun pagi (mungkin). Saya melihat Mbak HRD nya dan Arini tertawa malu. Apa mungkin pikirannya sudah kemana-mana?

Setelah briefing, kami diizinkan kembali bekerja, untuk tidak terjadi apa-apa. HRD nya bilang ini juga demi kebaikan karyawan baru di sini.

Oh iya ini lagunya Nugie yang Burung Gereja, selamat menikmati. (^^)


Senin, 20 Mei 2013

Gaji Pertama

Tidak terasa waktu begitu cepat hingga sekarang sudah tanggal 20 Mei. Ini adalah tanggal yang sangat dinantikan bagi karyawan Harpindo Jaya. Yap, benar sekali, ini adalah hari gajian yang dilakukan tiap bulan sekali. Saya baru saja mengecek saldonya bertambah jadi Rp 820.000 yang berarti naik sekitar Rp 500.000 an, alhamdulillah. Karena masih baru, jadi gajinya juga setengah bulan, saya tabung dulu saja untuk jaga-jaga.

Hari ini pun tetap saya lalui dengan pekerjaan saya sebagai akuntan. Tanggal 20 Mei adalah tanggal di mana perusahaan harus melaporkan PPh ps. 21 dan PPh ps.25. Saya diajarin cara mengambil antrian, memilih kantor pajak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tidak terlalu sulit, tinggal duduk, serahkan laporan, lalu diberi kertas kuning yang nantinya digunakan untuk arsip perusahaan. Harus teliti juga saat pengisian data-data tanggal masa dan tanggal bayar, dan pemisahan pt atau cv yang saya pegang.

Saat saya sedang duduk menunggu, saya isi dengan membaca solawat, berkali-kali. Saya yakin akan memberikan keberuntungan, atau akan terjadi sesuatu yang baik dan tidak disangka-sangka yang didatangkan langsung oleh Allah SWT. Dan benar, saya di situ bertemu dengan 2 kawan lama saya, 1 nya Poncol, dan 1 nya Ade, mereka adalah lulusan jurusan D3 Perpajakan FEUNDIP. Berbeda jurusan namun kami saling mengenal. Kita berbisik-bisik tanya kabar di kursi yang letaknya dipisahkan 1 kursi lagi, karena di situ tempatnya dipadati oleh para pelapor pajak.

Saya sempat terlewatkan nomor antriannya, karena waktu itu saya sedang melapor di kantor pajak yang berada di dekat kantor pajak yang ini. Saya langsung saja bilang kepada ibunya, dan syukurlah diperbolehkan langsung mendapat giliran. Baik banget, soalnya waktu saya sedang dilayani, saya mendengar sebelah yang telat tidak diperbolehkan mendapat layanan, dan harus mengambil nomor antrian lagi.

Balik lagi ke gaji, ngomong-ngomong soal gaji, saya jadi teringat rekan kerja saya namanya Arini. Dia juga orang baru sama seperti saya, namun agak lebih lama 1 minggu. Walaupun suaranya kecil sekali, namun kadang mengeluarkan ilmu-ilmu cukup berguna. Sambil menunggu Mas Malik, saya ngobrol-ngobrol dengannya tentang kerja di Harpindo Jaya ini. Menurutnya, sistem yang digunakan belum terlalu canggih masih manual dengan excel, dia jadi tidak terlalu banyak mengaplikasikan ilmu dari jurusan komputer akuntansinya di situ. Coba pakai program, seperti accurate, myob pikirnya, mungkin akan mengurangi salah input data dalam laporan keuangan, kalau begini sih anak sd juga bisa. Sebenarnya saya sendiri sadar, kalau yang namanya pendidikan itu hanyalah formalitas belaka ketika saya sudah merasakan dunia kerja itu ternyata seperti ini.

Jadi apapun jurusan kamu, janganlah takut melangkah, kalau kamu takut, habislah sudah masa depanmu, kamu harus keluar dulu dari zona nyaman. Jangan peduli setan yang bilang ke telinga kamu, bahwa saya salah jurusan. Trik-trik wawancara yang dibeberkan di google, baca dan ambil saja yang bagus-bagus. Cobalah kerja dan rasakan. Masalah gaji berapa, sebenarnya saya jadi mendapat prinsip dari Arini, bahwa apakah uang yang kita keluarkan selama pendidikan sesuai dengan gaji yang sekarang.

Pengalaman 1 tahun, 2 tahun, yang terpampang dalam perusahaan yang sedang mencari kerja hanyalah wacana, kalau memang kamu S1 dan melamar S1 tapi masih fresh graduate, tidak usah malu untuk mendaftar, segeralah lebih sukses dari saya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Jumat, 17 Mei 2013

Delapan ke Lima ( 8 to 5 )

Wah sudah lama sekali ya tidak update blog.... Wait! Kadang saya merasa tulisan-tulisan saya seperti kata-kata asing (luar negeri) yang diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia, atau mungkin perasaan saya saja. Well, saya sedang menghadapi masa-masa transisi dari pengangguran yang menjadi karyawan normal sebagai akuntan. Akhirnya ada sesuatu yang bisa jawab kebanyakan teman sepantaran saya, seperti "Sekarang kerja di mana?".

Saya melamar di Harpindo, tapi saya ditempatkan di kantor lain, yaitu di Siliwangi. Harpindo walau hanya cuma 3 hari di situ saya kenal dan cepat membaur dengan orang-orang bagian akuntansinya. Biasanya saya melihat-lihat dulu dari muka-muka orang baru, karena dari muka biasanya sudah kelihatan sifat yang akan terjadi jika bertemu dengan bentuk muka yang kita miliki. Pernahkah merasa seperti itu? Dalam benak, banyak sekali ya muka-muka yang pernah saya temui sebelumnnya di perusahaan ini. Dari HRD, saya menemui muka yang mirip teman saya Burhan, tapi dalam versi kekar, sang venus master (seorang yang mempelajari sifat seorang wanita), dan seperti adiknya Yopi, Lute tapi dalam versi tua dan tingginya, sudah ketahuan dari logatnya sama dengan teman saya, sudah ketahuan akan seperti apa ke depannya jika saya berteman dengan mereka.

Di bagian akuntansi, ada lagi yang mirip namanya Egy, mukanya agak sama dengan teman saya Alan, dan kita mudah bergaul karenanya. Ada 1 lagi, orang baru namanya Arini, dia mirip dengan teman SMP saya yang dulu pernah membuat acara reunian di mana saya dan dia menjadi ketua panitianya. Jadi karena itulah saya mudah membaur. Namun disayangkan saya harus ditempatkan di perusahaan Harapan Cipta, perusahaan yang masih satu keluarga dengan Harpindo.

Selama bekerja di Harapan Cipta, saya menyukai tempat kerjanya, ber-ac, tapi saya sendirian, jadi saya adalah akuntan satu-satunya di perusahaan itu. Selama Delapan ke Lima, atau dengan kata lain masuk kerja jam Delapan pagi dan pulang jam Lima sore, saya sudah lumayan bisa melihat sebagian besar tugas sebagai akunting di sini. Mungkin untuk menghemat pengeluaran gaji, akuntan di situ merangkap mengerjakan perpajakkan juga.

Alhamdulillah saya sudah bisa menginput Penjualan, Pembelian, Kas Besar, dan membuat Faktur Pajak. Bahkan karena itu saya bisa berkoordinasi dan berkomunikasi dari semua pihak karyawan di situ. Para karyawannya walau sudah tua-tua, mereka baik-baik, bosnya juga menyukai humor. Pernah, meja bosnya sedang dalam keadaan berantakan, dengan santainya dia bilang "Ya biar kelihatan kerja,", yah ini yang menjadi poin plus saya betah di sini.

Salah-salah di awal, takut kehilangan data, takut ngeprint, takut salah angka, takut input, itu sudah saya lalui semua, lalu apa tantangan selanjutnya, tetap ikuti on the way raharjo episode selanjutnya, jeng-jeng-jeng.

Intinya semua itu saya lakukan agar saya terbiasa dari saya langsung praktek dengan pekerjaan itu. Walaupun saya sering dimarahi oleh Mas Malik, saya terima itu semua, demi kebaikan kita, demi kebaikan mas Malik, saya, dan perusahaan untuk ke depannya. Fight!

Kamis, 09 Mei 2013

"LILY"


Namanya Lily. Nama itu menyebar dan terkenal di kota Foresia. Dahulu kala, ada salah seorang laki-laki ditemukan dengan keadaan pingsan di antara 2 pohon besar pada pagi hari. Untungnya laki-laki itu siuman, kemudian dia menceritakan kejadian malam yang mengerikan itu. Biasanya banyak yang meninggal ketika orang bertemu dengan sosok Lily itu. Banyaknya rumor tentang Lily, membuat media menceritakan Lily dengan beragam versi.

Kabar itu ternyata juga terdengar oleh sebagian kecil orang yang tinggal di kota Ermendes. Cerita mitos itu menghinggapi pikiran seorang laki-laki penulis novel terkenal yang tinggal di situ bernama Andre. Dia adalah laki-laki berkulit putih, berambut hitam lurus, belah kanan, bermata biru yang terobsesi dengan kata-kata “Bagaimana Jika”. Hingga cerita itu sampai di telinganya, Andre sedang mendapatkan hambatan dalam menulis atau biasa disebut dengan writer block.

Saat dia akan menulis cerita baru lagi untuk bukunya, nama Lily itu terus memenuhi pikiran-pikirannya, semakin banyaknya nama itu muncul, dia bergumam sendiri seperti orang gila, “Lily, Lily, Lily…. Hehehe, Lily, di mana kau, seperti apa dirimu”. Tak tahan akan menuliskan apa, dia menusukkan pena dalam-dalam ke kertas kosong yang akan ditulisnya, kemudian dia menarik keras kertas itu hingga sobek. “Lily oh lily, bagaimana jika aku menemukanmu nanti?”, ujarnya sambil melihat bintang-bintang dari jendela kamarnya.

Pagi-pagi sekali Andre sudah menyiapkan ransel beserta isinya, untuk pergi ke kota Foresia dalam waktu 3 hari 3 malam saja. Dia mengharapkan dengan hanya waktu sebentar itu sudah mendapatkan informasi yang diinginkan, dan menuliskan ceritanya ke dalam novelnya sebelum deadline menanti.

Ketika matahari sudah tepat di atas kepala Andre, dia pergi ke sebuah hotel untuk menginap dan melepaskan lelahnya. Setelah mencuci muka dan berganti pakaian santai, dia merasa lapar, dan kemudian turun dengan menggunakan tangga menuju ke restoran hotel tersebut. Andre merasakan ada sesuatu yang ganjil saat akan memakan sup ayam yang mendidih. Keanehan terjadi ketika dia mencium asap-asap dari sup itu.

Sup ayam itu tidak memiliki bau sama sekali. Andre pun bertanya kepada pelayan tersebut, “Ini, kenapa tidak ada bau sedapnya?”. “Oh itu karena di kota ini rentan banyaknya kejadian aneh, jika bau itu sampai menusuk hidung maka akan mendapatkan kesialan, salah satu yang paling mengerikan adalah....”. “Apa?!”, seru Andre yang semakin penasaran. Lalu sang pelayan itu berbisik ke telinga Andre, “Bertemu Lily....”. Pelayan itu langsung buru-buru kembali berkeliling. Andre yang mendengar itu langsung gemetaran, sendok untuk memakan sup pun jatuh ke lantai karena tangannya menjadi kaku. Bukan karena takut melainkan senang, bahkan dia tersenyum dan berkata dalam hati, “Mudah sekali ya menemukanmu, Lily.... heheheh!”.

Malam harinya dengan berbekal informasi yang cukup, Andre pergi ke tempat yang dimaksud. Banyak rumor bahwa Lily sering muncul di antara 2 pohon besar, tepatnya di dalam taman bunga Monic. Sebelum memasuki taman itu, dia menyemprotkan parfum yang sangat menyengat, agar nanti mudah untuk memunculkan Lily. Lalu dia berjalan menuju ke tengah-tengah kedua pohon besar itu.

Tiba-tiba hembusan angin yang sangat kuat mengelilingi Andre. Badannya seperti ditarik oleh kedua pohon besar itu, dia mencoba melawan kekuatan angin itu dengan menancapkan pena ke bumi yang ada di sakunya untuk bertahan. Namun sia-sia angin dari arah atas pun juga berhembus ke bawah, menjatuhkan badan Andre ke bumi. Lalu muncul semerbak wangi menusuk ke dalam lubang hidung Andre. Matanya berkunang-kunang tidak fokus. Dalam keadaan itu Andre melihat sosok gadis yang sangat manis dan cantik.

Gadis itu bergaun putih, berambut hitam sebahu, dan berkulit putih. Gadis itu berjalan mendekatinya. “Kau, Lily….?”, tanya Andre dengan keadaan setengah takjub. “Ya, apakah kau mencariku? Parfumnya bikin pusing by the way, hihi”, balas Lily dengan riang gembira. Aroma wangi itu semakin kuat di hidung Andre. Wangi itu menyebabkan tubuh Andre bergairah. Dalam pikiran Andre muncul pikiran-pikiran untuk mencumbui Lily. Setelah Andre berpikir lagi, dia tahu jika dia mencumbui Lily makan akan timbul wangi yang bisa menyesakkan paru-parunya dan meninggal, seperti orang yang kelebihan dosis atau overdosis.

Hal seperti itu tidak diinginkan Andre, karena dia sudah berjanji dalam dirinya untuk membukukan cerita ini dalam novelnya nanti. Dia mencoba melawan pikiran-pikiran negatif itu dengan mengalihkan pikirannya ke sesuatu yang lain. Andre melawannya dengan menusukkan mata pena ke paha kanan bagian atas agar dia hanya memikirkan sakitnya itu dan agar tidak bisa berjalan menghampiri Lily.

Lily terus di situ memperhatikan Andre yang sedang merasa kesakitan. Sudah beberapa menit berlalu hingga pada akhirnya Andre tidak kuat lagi menahan keluarnya darah dari pahanya itu, lalu dia koma atau tidak sadarkan diri. Lily bergumam dalam hati. “Dia beda, beda dari orang yang biasa mau mencoba mencumbuiku, kasihan sekali dia….”.

Karena alasan itu, Lily mencium bibir Andre. Ciuman itu mempunyai kekuatan khusus yang hanya dimiliki Lily. Ajaibnya Andre terbangun sehat seperti tidak terjadi apa-apa. “Lily, kenapa kau membiarkan aku hidup?”, tanya Andre bingung. “Sudah lupakan…., anggap itu hanya mimpimu saja, hihi”, jawab Lily riang gembira. “Kenapa kau tidak wangi lagi?”, tanya Andre. “Aku telah menggunakan satu-satunya intisari yang dapat digunakan untuk menyembuhkan orang dari kematian makanya sekarang aku tidak wangi lagi, sekarang kau memiliki harum sepertiku dulu”, jelas Lily. “Kenapa kau menggunakan aroma yang dapat meningkatkan gairah bercintaku? Jangan bilang karena kau sering kesepian ya dulu, hahaha!”, goda Andre. “Ada-ada saja, kadang aku berpikir siapa yang setan ketika orang itu tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, tapi sekarang aku bisa melihat manusia sejati seperti dirimu, hihi”, puji Lily. Malam berlalu dengan obrolan-obrolan hangat.

Ada perasaan “Love at first sight” di antara mereka berdua. Sebelum fajar tiba, Lily pun pamitan dengan Andre, dia menghilang ketika matahari muncul di antara gunung-gunung yang menjulang. Tidak sampai 3 hari. Andre pun sudah mendapatkan cerita yang menakjubkan. Dia pulang menuju ke kota Ermendes, dengan membawa banyak bahan yang bisa dituliskan ke dalam novelnya yang berjudul “Lily”.

Naskah novel “Lily” sudah siap untuk diberikan kepada penerbit terkemuka di kota Ermendes yang bernama “Smile Media”. Novel pun diterbitkan dan laku keras pada hari pertama. Ada 500.000 copy yang sudah terjual di kota Ermendes.

Sebenarnya yang membuat novel “Lily” terkenal bukan hanya karena ceritanya, namun berita dibalik penerbitan novel itu sendiri terjadi tidak wajar. Karena waktu itu editornya menemukan bau-bau yang sangat wangi hingga wanginya itu membuat sesak nafas dan meninggal ketika sedang membuka halaman pertama. Hal itu membuat Andre dipenjara selama 5 tahun. Di dalam sel penjara dia menggunakan pakaian seperti astronot, agar wanginya itu tidak menyebar. Setiap malam dia selalu menyebut nama Lily, tapi ironisnya Lily hanya bisa dipanggil dengan menggunakan wangi yang menyengat, sedangkan Andre sendiri harus menunggu 5 tahun lagi agar dia bisa menggunakan wangi dari Lily tersebut untuk memanggil Lily.

Setelah Andre keluar dari penjara dia menjadi terkenal karena dia berjasa memberikan keamanan kepada kota Foresia. Kota itu kembali normal, apa saja sekarang bisa dicium dengan indera penciuman. Sekarang pun Lily menjadi icon kota Foresia. Taman Monica yang dulunya seram dan menakutkan sekarang menjadi tempat wisata para traveler dari berbagai kota, bahkan Negara. Kadang ada sebagian kecil orang yang beruntung bisa melihat langsung Andre dan Lily di dekat kedua pohon besar itu pada malam-malam tertentu.



- END –


By : Ricky Raharjo

Rabu, 01 Mei 2013

Hari Kedua Bekerja Sebagai Akunting

Saya baru sadar kalau saya menulis dengan begitu membosankan di postingan terakhir saya. Sepertinya saya akan melebihkan cerita yang mengena di hati dari satu hari itu. Maklum saya hanyalah blogger bukan jurnalis, atau wartawan yang mencoba meliput sebuah berita, makanya saya menggunakan kalimat saya seadanya, tapi saya pastikan isinya bermakna.

Hari ini adalah hari dimana sibuk-sibuknya bagian akuntansi di kantor Harpindo Jaya. Banyak karyawan yang sibuk dengan laporan rekapan tahunan yang selalu dikerjakan pada akhir bulan April. Kerjaan yang saya kira sudah selesai waktu kemarin ternyata belum selesai dan belum dikirim ke Pos Indonesia.

Hari itu Egi tidak membawa laptopnya, ternyata laptopnya milik orang tuanya, dan sedang digunakan untuk bekerja, sehingga tidak jadi mengcopy koleksi film yang ada dalam kaset bakaran dvd saya. Sayang sekali ya, padahal saya sudah membawa 1 kantong plastik penuh dengan isian sekitar 16 an  kaset dvd, tiap dvd minimal ada 4 film.

Saya memang penggemar berat film, khususnya saya suka film pencurian, karena ada sesuatu dibalik film pencurian itu. Saya tidak mungkin jadi pencuri, karena itu perbuatan dosa. Saya menyukai film yang ceritanya cerdas, tidak terduga-duga, dan keren (pakaian, tingkah laku, dan cara bernegosiasi). Bahkan saya ingin anda menonton apa yang saya tonton, merasakan apa yang saya rasa ketika menonton genre pencurian itu. Kalian bisa mengunjungi situs review film pencurian di blog saya yaitu Heist Movie Review. Kok malah jadi promosi, maaf.


Salah satu hal yang melegakan adalah ketika laporan sudah dikirimkan di Pos Indonesia dan Kantor Pajak. Waktu itu saya disuruh Malik untuk mengirimkan laporan keuangan perusahaan yang ada di Sukoharjo. Antrinya yang ada di kantor pos itu tidak beraturan, tidak ada tulisan antri, tidak ada line atau garis antri, jadi saya bingung. Ketika saya mau maju kok malah ada yang mendahului saya. Karena ibu-ibu saya biarkan, lagian juga 1. Waktu sudah sampai depan ibu-ibu yang melayani pengiriman bilang kepada saya, "Mas, kalau mau antri itu ditumpuk saja amplopnya". Dalam hati pastinya saya kesal, kenapa tidak dari tadi bilangnya, dan memang benar yang lain ternyata juga tidak tahu, saya kira cuma saya yang tidak tahu.

Saya mendapat posisi kedua setelah ibu-ibu yang mendahului saya. Setelah ditunggu ternyata ibu-ibu yang mendahului saya mengirimkan banyak surat sepertinya sekitar 12 buah. Sebelas menit kemudian saya baru bisa berkomunikasi dengan staf counternya. Saya meminta itu distaples, kena Rp 7.000,- karena ada cd nya atau jasa staplesnya, saya tidak tahu pasti. Walaupun saya bilang kirim biasa tetap saja memakai kilat khusus, saya kira saya salah ternyata memang begitu, lalu saya serahkan struknya kepada Malik, mungkin itu pekerjaan awal saya yang baru saya rasakan sebagai staf akunting di Perusahaan ini.

Saya kira kalau sudah jam 5 pulang, ya memang pulang pada bagian lain namun bagian akuntansi tidak. Saya bertahan di situ, Arini karena rumahnya jauh disuruh pulang dulu oleh Pak Ifan. Dengan kemampuan seadanya saya membantu seadanya, seperti memegangkan sesuatu. Mereka sibuk sekali, apakah saya akan sesibuk mereka, apakah akuntansi bisa dibuat tidak lembur seperti ini? Lembur kerja adalah hal yang lumrah untuk bagian akuntansi pada perusahaan manapun.

Saya masih galau, apa benar saya bahagia? Hari itu saya seperti benalu. Sebenarnya benalu itu bukan parasit, dia mendapatkan makanannya dari udara dan air hujan. Kutipan itu dari film Adaptation yang dibintangi Nicolas Cage. Jadi memang bukan mengganggu melainkan hanya ikut-ikutan tanpa tahu arti, popok bawang kalau bahasa orang sini (Jawa).

Semoga saya tetap melihat ke depan, dan mencoba untuk tersenyum, walau terkadang sekarang senyuman saya memiliki arti berbeda-beda dan maknanya. Seperti kata HRDnya bilang "Semangat!". Terima kasih atas ucapannya. Semangat buat kalian yang membaca ini juga. (^^)

Senin, 29 April 2013

Hari Pertama Kerja Sebagai Akunting

Maaf jika tulisan saya akhir-akhir ini membosankan, saya memang tidak pandai menulis, tapi saya akan coba share pengalaman saya sebagai akuntan yang benar-benar newbie mencoba menjadi master. Hari ini saya mulai masuk kerja. Saya datang 15 menit sebelum kantor buka. Kantor masih sepi sekali. Saya bertemu dengan Pak Anis, HRD yang dulu mewancarai saya di parkiran. Beliau menyuruh saya untuk langsung ke lantai 2, di mana bagian administrasi dan akunting berada.

Karena saya baru, saya disuruh ikut breifing. Waktu briefing saya memperkenalkan diri. Lalu saya menyerahkan ijazah asli ke Pak Anis, sebagai syarat kerja di situ. Langsung saja waktu itu Pak Anis mengantarkan saya ke bagian akuntansi. Saya berkenalan, ada 3 gadis, namanya Nur, Ania, dan yang masih 1 minggu Ariani. Saya berkenalan juga dengan Egi, mukanya mirip dengan teman saya Alan. Yang lainnya seperti Pak Anto, Fajar, Pak Ifan, dan tetangga dekat saya bernama Andik sedang mengurusi laporan keuangan sepertinya.

Tidak lama kemudian datang orang lagi, namanya Malik. Dia ini yang akan digantikan oleh saya. Ternyata kerjanya tidak di Harpindo Jaya melainkan di Suzuki Siliwangi, namanya Harapan Cipta kalau tidak salah. Saya tahu karena ketika sudah bertemu dengannya saya diajak di tempat kerjanya itu. Dia mengambil data lalu kembali lagi ke Hapindo Jaya bersama saya yang nebeng dengannya. Dia sepertinya sedang sibuk merekap laporan dengan Pak Ifan, Andik juga membantu sekalian dia ingin menggali potensinya lebih dalam.

Saat Pak Ifan tidak ada di situ, saya diajari oleh Malik tentang pencatatan penjualan kredit dan tunai di lembar kerja pada komputer. Lumayan mengerti, di situ juga saya mencoba tanya-tanya tentang keterangan apa itu DPP, subsidi, diskon, dan lain sebagainya. Dia hari ini masih mengajari itu dulu, karena kondisinya yang sedang sibuk dengan rekapannya, saya tidak enak untuk tanya-tanya, saya hanya melihat dan mengamati.

Waktu sudah menunjukkan jam 12, saatnya untuk istirahat, makan, dan sholat. Egi membawa bekal dari rumah, saya diantarkan ke warung dekat kantor oleh Fajar. Saya makan nasi rames, pedas sekali, tidak baik untuk tenggorokkan, untung saya minum teh panas untuk meredakannya. Kemudian dari situ saya sholat di masjid dengan Egi, Fajar, dan ada juga orang bagian sales. Saya sholat jamaah dengan orang itu.

Kembali ke kantor, Malik dan Andik tidak ada di bangku karena tadi mereka tidak istirahat, makanya ada akumulasi istirahat jadi dari yang ditetapkan jam 1 menjadi jam setengah 2 balik ke kantornya. Saya menyemangati bagian HRD yang sudah memasukkan saya ke sini. Saya tanya saja tentang apakah ada rekruitment lagi, mereka menanggapi dengan serius, tapi karena hal itu lah saya bisa bilang "Tetap Semangat Yah!".

Sambil menunggu mereka, di kantor saya ngobrol-ngobrol dengan Ania, Nur, Ariani, dan Egi di situ. Egi, tadi saya dengar ingin meminta film makanya saya ngobrol tentang film, dan saya menceritakan bahwa saya saking sukanya film pencurian saya mempunyai blog sendiri tentang pencurian yaitu Heist Movie Review. Besok saya akan membawakan film dari bakaran dvd saya agar tidak bosan di kantor.

Sebelum jam 3 atau sholat Ashar, Egi mengajak saya ke kantor pajak, untuk memberikan laporan pajak ke kantor pajak, bagian kotamadya. Egi dan saya pergi dengan motor Tiger saya. Ternyata tugas belum selesai, setelah ke kantor pajak kami ke kantor pos yang ada di dekatnya, kita ke sana dengan jalan kaki.

Saya merogoh-rogoh jaket saya ketika menunggu, dan ternyata ada koin berisi coklat. Saya makan coklat itu, sambil menuju ke parkiran. Kemduian menuju ke Bank Cimb Niaga bertemu dengan Bu Ita, menyerahkan titipan dari Pak Ifan. Setelah itu kami balik ke kantor, lalu lapor ke bapaknya, tetap dicatat sebagai biaya pengiriman surat itu, dan masuk ke biaya-biaya. Lalu saya sholat Ashar, Egy juga ikut namun saya duluan karena dia sedang mengeringkan baju. Kemudian saya kembali lagi ke kantor, ngobrol lagi, dan ternyata tim akuntansi akan lembur. Egi pulang duluan karena dia ada kuliah nanti malam. Saya juga ijin pulang namun tanpa alasan, sebenarnya saya sedang tidak fit.

Hari pertama seperti orang magang, karena Malik sedang sibuk dengan rekap dan rumus. Semoga besok dapat ilmu akuntansi yang lebih mantep lagi, amin. Karena tahu sendiri Malik itu pemegang akuntansi, biaya, dan pajaknya sendirian di Suzuki Siliwangi, saya harus benar-benar memperhatikan.

Sabtu, 27 April 2013

Happyness Start Here

Setelah sekitar 1 setengah tahun akhirnya saya mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pendidikan yang saya tempuh. Hari ini saya mendapatkan pekerjaan sebagai staf akuntansi di perusahaan Harpindo Jaya (bergerak dalam bidang dealer resmi kendaraan terutama Yamaha). Saya senang sekali ketika mbaknya menyatakan proses rekruitmen sudah selesai, dan bilang "Selamat bergabung dengan PT.Harpindo Jaya". Speechless, kata-kata yang saya ucap dan paling saya ingat adalah "Alhamdulillah". Saya pamitan kemudian keluar dari gedung menuju parkiran motor saya, saya tetap masih tidak menyangka ini.

Sebenarnya yang lebih membuat saya nyaman di situ adalah bapak kepala akuntansi yang mau memberikan saya kesempatan untuk berkembang dan menggali potensi akuntansi saya, jadi setelah kontrak habis saya sudah siap ditempatkan di perusahaan yang lebih besar, atau katakanlah biar saya terpandang dan mempunyai value lebih dengan pengalaman akuntansi saya, amin.

Saya jadi teringat hari interview pertama, hari kamis tepatnya. Waktu saya sedang memarkirkan motor saya di depan gedung PT.Harpindo, ada yang kenal dengan saya. Saya tidak tahu, tapi dia tahu kalau saya itu adalah temannya Maul, atau Maulana, teman satu kuliahan saya dulu. Kita ngobrol, berkenalan, tukaran pin BB, ternyata namanya Herman, kemudian meneruskan duduk manis di ruangan kecil yang terbentuk dari kotak-kotak berwarna biru. Berdua menunggu dipanggilnya interview.

Beberapa menit kemudian munculah pelamar yang lain. Ada 2 orang, satunya dari UNNES, dan satunya lagi dari UNDIP. Saya belum sempat kenalan, tapi kita ngobrol asyik di situ. Sambil menunggu kita disuruh mengisi formulir yang disediakan. Formulirnya seperti biasa agak panjang, pertanyaan yang sulit adalah kelebihan dan kekurangan. Itu yang membuat saya berpikir dulu, karena jawaban yang akan saya berikan akan berpengaruh pada interview nantinya.

Lalu ada yang unik di sini, ada pertanyaan "Apa yang menjadi moto hidup anda?", atau semacam kata-kata motivasi apa gitu. Karena saya terlalu banyak atau bingung mau menjawab apa, saya jadi teringat kata-kata Rene Suhardono dan Billy Boen pada acara Young On Top di Metro TV, yaitu "Kalau kita galau berarti sebenarnya kita peduli". Ya saya tulis sama persis di situ, dengan demikian saya bisa mengisikan kolom kekurangan saya, yaitu galau ketika semuanya belum selesai. Oh iya gara-gara formulir ini saya jadi mempunyai ide untuk tujuan hidup saya, yaitu mewujudkan cita-cita menjadi baja hitam seperti yang diceritakan di ASAM KEHIDUPAN. Jadi waktu itu saya menulis, "Pergi ke Jepang lalu beli kostum baja hitam". Saya bakal senang banget kalau itu terwujud.

Waktu wawancara pun saya dipersilakan memperkenalkan diri. Saya mendeskripsikannya agak sama dengan yang ada di Kenali Raharjo. Karena saya belajar kesalahan interview sebelum-sebelumnya, saya di sini lebih kepada menjual diri saya, seperti apa yang bisa saya kontribusikan kepada perusahaan ini, kalau dulu saya salahnya lebih mengungkapkan bahwa saya tidak suka akuntansi tapi kok bisa lulus.

Saat interview, saya bilang saya suka menulis blog, maka saya ceritakan mengapa saya menulis blog. Saya ingin sekali orang-orang yang menyempatkan membaca cerita saya mendapatkan suatu ide segar, inspirasi, kepercayaan diri, maupun motivasi hidup. Dulu saya sempat melihat statistik sumber pemirsa yang menelusuri blog OTWR saya dengan menggunakan keyword "Interview PT. Djarum". Ini menandakan bahwa, setiap insan yang ingin melamar pekerjaan pastinya tidak percaya diri, sehingga mereka menggunakan media internet untuk bersiap diri sebelum melakukan aksi. Sampai-sampai ada yang e-mail saya menanyakan apakah saya keterima atau tidak.

HRD atau siapanya PT.Harpindo Jaya melihat saya begitu semangat. Saya tidak menyangka dilihatnya seperti itu oleh mereka. Mungkin saja, terlalu banyak mendengar musik-musik jepang atau instrumen yang bersemangat. Saya suka sekali back songnya Summer Wars, Bakuman, kadang AKB48 juga, pokoknya yang beatnya tinggi dan cepat. Mbak-mbaknya yang interview saya ternyata suka blog juga, bahkan dia bergabung di komunitas blogger Semarang. Saya mempunyai tujuan baru lagi jadinya, jika saya diterima kerja nanti, saya ingin menginspirasi orang melewati blog saya, bagi yang lulusan akuntansi agar tidak takut melamar sebagai staf akuntansi, karena kebanyakan teman saya malah jadinya staf administrasi bukan akuntansi.

Hari Jumat sekitar jam 10 saya ditelpon pihak PT.Harpindo Jaya untuk mengikuti tes tertulis yang akan dilaksanakan hari ini, yaitu hari Sabtu. Saya kira, hanya saya yang dipanggil ternyata orang-orang yang kemarin datang lagi termasuk Herman. Ditambah 2 lagi wanita, saya tidak tahu namanya tapi bagian lain.



Kita pindah ke ruangan tes, dan memulai psikotest. Dijamin mudah-mudah, seperti biasa, namun butuh otak yang segar saja. Hitung-hitungan hanya waktu diberikan soal akuntansi saja. Saya saja tidak bisa menyelesaikannya karena kalkulator saya tidak bisa mentotalnya, malah "syntax error". Setelah psikotest selesai saya dipanggil lagi setengah 2, tapi ada 2 teman saya yang disuruh pulang malahan. Tapi saya diam saja, kalau saya nanti dipanggil. Ya ternyata interview dengan kepala akuntansinya. Kepala bagian akuntansinya baik sekali, lalu mbaknya yang interview tadi juga sudah siap menerima saya sebagai karyawan di sini, dia akan menunggu saya pada hari Senin besok jam 8 kurang, dengan membawa ijasah asli, uang Rp 250.000 untuk membuka rekening danamon (untuk penggajian), lalu mental saya sebagai karyawan baru.

Semoga Happynes Start Here (^^). Kenapa Happynes? Ya supaya kayak filmnya Pursuit of Happyness.

Kamis, 25 April 2013

SALAM SAPA BLOGGER PERSONAL

Halo teman-teman blogger, perkenalkan nama saya Ricky Raharjo. Sudah makan belum? Senang sekali akhirnya saya menemukan tempat di mana saya bisa mendapatkan teman-teman blog sesuai dengan kriteria blog saya yaitu personal.

Kenapa saya memilih blog personal? Awalnya saya hanya ingin melampiaskan uneg-uneg saya. Setelah diteliti ternyata saya alay sekali waktu buat blog pertama kali, bahkan templatenya membuat saya ogah untuk menulis blog itu. Akhirnya setelah banyak mendapat ilmu-ilmu dari orang-orang terkenal, seperti Steve Job dengan teori simple, mudah dan berguna, kemudian Raditya Dika yang membuat blognya lebih kepada konten yang bodoh tapi menghibur, akhirnya terbentuklah blog On The Way Raharjo.

Blog ini berisi tentang cerita keseharian saya menemukan ilmu yang saya dapat dari teman-teman, orang-orang, bahkan keluarga sekalipun, entah itu didapat dengan sengaja maupun tidak sengaja. Saya ingin sekali blog saya mempunyai pembaca, tapi karena saya sendiri agak malu untuk share blog personal ke social media, makanya saya butuh teman yang tidak dekat namun suka membaca, agar bisa saling tukar pikiran. Sekarang blog saya masih saya sebarkan ke twitter dengan mention ke sahabat saya, dan ada juga teman yang saya dapat dari omegle.

Terima kasih Blogger Energy, semoga dengan saya bergabung di sini, saya dan kalian semua dapat memberikan timbal balik yang dahsyat. Maju terus blogger personal Indonesia!

Photobucket