""'>
Tampilkan postingan dengan label Inspirator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirator. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2013

Sketsa by Han

Selamat datang bulan Juni buat kalian semua, semoga tambah berkah dan dewasa ya!!!! Malam ini, walaupun saya capek disibukkan dengan rutinitas dan ada suatu masalah sedikit tadi, tapi saya akan tetap post sesuatu yang special hari ini.

Biasanya saya share kata-kata bermakna yang keluar dari mulut teman saya, lalu saya buat postingan di OTWR. Untuk kali ini saya mendapat sesuatu yang special dari teman saya yang jago melukis, dan karyanya juga sudah diakui dunia. Namanya Mas Han, beliau adalah salah satu personil dari Papillon Studio (Semarang) bisa di follow di twitternya @papillon_studio untuk lebih mengenal lebih dekat.

Tidak seperti biasanya gathering Semarang Lair, hari Jumat kemarin Mas Han datang berkumpul. Beliau membawa adiknya, yang ternyata jurusannya sama dengan saya yaitu akuntansi. Saya banyak sharing tentang dunia pekerjaan, khususnya di bagian akuntansi. Nanti akan saya share lagi untuk hal yang ini, yang jelas saya memberikan mindset "Jangan takut salah jurusan!" kepada dirinya. (^^)

Sudah lama kita tidak berjumpa, saya dan Mas Han bercerita tentang kabar-kabar terakhir. Bahkan ternyata Mas Han sudah kenal dengan teman saya yang jago gambar, namanya Wanan Mahera. Waktu itu wanan datang sendirian ke studio Papillon, ya menurutnya sekarang dia ada perkembangan dari waktu pertama melihat karyanya dulu.

Karena saya sedang asyik mengobrol tentang dunia kerja dengan adiknya Mas Han, beliau sedang membuat sketsa para gadis yang ada waktu gathering. Kalau istilahnya di dunia PW, teknik ini namanya gambit, salah satunya adalah show off talent. Nah, di situ saya jadi tertarik untuk menggambarkan seseorang yang special, seseorang yang pernah membuat saya jatuh cinta walau hanya beberapa menit pertemuan.

Dia adalah....
Rina by Han Papillon

Yap, dia adalah Rina. Gadis jepang yang saya temui, dan yang membuat saya jatuh hati. Karena dia saya bisa membuat 3 postingan bersambung "Finding Rina" (-The Meeting-, -The Preparation-, dan -The Conclusion-).

Objeknya adalah foto Rina yang ada dalam ponsel BB saya. Untuk menggambar lebih nyaman objek harus diam, tapi BB saya tidak ada pilihan untuk bisa nyala terus, saya utak-atik hanya dapat 2 menit nyala! Jadi saya sangat salut sekali dengan Mas Han, walau selalu menyalakan 2 menit sekali, hasilnya bisa kalian lihat sendiri, benar-benar superb!! Saya pernah menggambarnya selalu saja kegendutan atau bagaimana.

Saya sangat berterima kasih kepada Mas Han yang sudah membuat dirinya menjadi sketsa yang indah. Logika saya selalu saja ingin memberikan banyak kepada Rina, tapi apa daya, itu semua hanya terjadi di pikiran saya. Kalau saya sudah bertemu dirinya entah itu di Jepang, Indonesia, atau di mana, saya akan berikan ini kepada dirinya. Saya mungkin susah menjelaskan dengan bahasa lisan makanya saya membuatkannya dalam bentuk komunikasi visual.

Dengan menggunakan bahasa visual itu saya ingin mencoba menyampaikan pesan kepada Rina, bahwa dia adalah gadis yang paling indah yang pernah saya temui. Kenapa bahasa visual...., karena bahasa itu bisa dimengerti orang Jepang dan orang Indonesia.

Selasa, 23 April 2013

Seminar Do Good Things

Sudah lama sekali ya tidak mengikuti seminar-seminar lagi. Kali ini Bro Adhi mengajak saya ke sebuah seminar yang saya sendiri tidak tahu persis apa yang nanti di seminarkan, dan siapa pembicaranya. Karena dia sudah mengetag acaranya di Facebook saya, saya melihat sepertinya acaranya menarik. Yang membuat menarik salah satunya adalah Pak Handoko Hendroyono adalah salau satu temannya Pak Rene Suhardono. Saya memiliki buku Pak Rene yang Your Job is Not Your Career dan isinya wah sekali. Ya pastinya Pak Handoko mempunyai materi yang bagus juga. Jika saya mengerti bukunya Pak Rene dan Pak Handoko yang Brand Gardener, pastinya akan menambah pengetahuan saya tentang brand dan karir.


Senin, 01 April 2013

Memaknai Pengorbanan

Saya lebih menyukai motivator yang berdasarkan dengan tindakan nyata. Orang yang tidak terlalu terkenal pun bisa menjadi motivator entah itu sengaja maupun tidak sengaja. Kadang Tuhan menghadirkan sosok orang yang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi kita, dan biasanya dia/mereka dihadirkan di hadapan mata kita langsung. Tinggal bagaimana anda memaknainya.

Kemarin hari Minggu saya bertemu seorang laki-laki sudah tua, umurnya mungkin 50 tahun, dan 2 anak kecil yang sedang duduk di samping saya. Ada seorang penjual makanan yang lewat dan menawari makanan kepada mereka bertiga, namun mereka menolaknya dengan murah senyum dan bilang kalau sudah makan. Anak perempuan kecil itu berceloteh, "Kok ga malu ya kerja kayak gitu". Kemudian laki-laki tua itu menjawab, "Ya engga tha nak, mereka kan jualan makanan yang halal dan penghasilannya dari kerja keras mereka, uang yang di dapat pastilah halal, jadi kenapa harus malu". Percakapan orang tua dan anak-anak itu menyinggung saya yang sekarang tengah menjalankan bisnis, benar juga ya kenapa harus malu.

Hari Kamis lalu saya dan sahabat saya Yoppy menghadiri acara Youth Talk yang diselenggarakan oleh AIESEC UNDIP. Di situ saya mendapat pencerahan tentang traveling ke luar negeri dari speakernya. Waktu itu yang berbicara adalah Anggi dan Nico. Anggi adalah mahasiswi Teknik Kimia yang hobi travelling, sedangkan Nico adalah fotografer sekaligus blogger.

Dari Anggi, saya bisa tahu bagaimana merencanakan liburan ke luar negeri yang nyaman, aman, murah, dan fun. Misalnya kalau kita mau mengunjungi 5 negara dalam 1 bulan kita bisa mengunjunginya dari negara yang paling jauh dulu, lalu terus sampai ke negara yang terdekat, supaya nanti kalau pulang tidak berat di ongkos, karena kadang ada negara yang bisa dilalui dengan jalur darat.

Terus ada lagi nih, kalau misalnya kita mau pergi ke luar negeri, kita harus mengumpulkan informasi dulu, apakah itu tempat buat pacaran, senang-senang sama teman, atau belanja murah? Makanya kita butuh team yang solid jika kita ke luar negerinya bersama teman-teman. Jadi di setiap negara bisa dipimpin sama teman kita yang sudah mengumpulkan data negara tersebut. Contohnya begini deh, saya mau liburan dengan teman saya, dengan Yoppy dan Kang Saef. Kang Saef saya suruh mencari data negara Thailand, Yoppy mengumpulkan data negara China, dan saya mendapat negara Singapore. Nah, terus saya presentasiin ke Yoppy dan Kang Saef tentang negara Singapore, dari nanti tempat mainnya, tempat nginep, tempat belanja, dan pastinya budget, begitu juga nanti yang dilakukan dengan Yoppy dan Kang Saef. Anggi dan teman-temannya sendiri sudah merencanakannya selama 6 bulan sebelumnya, dan mereka menabung selama 6 bulan itu hanya untuk melakukan liburan ke 5 negara di Asia Tenggara hanya selama 1 bulan. Pengorbanannya berhasil dan sekarang buktinya dia bisa membuktikannya di hadapan saya dan berbicara menjadi speaker di Youth Talk.

Mas Nico () memberikan pengalaman tentang dirinya sewaktu traveling ke Macau. Karena beliau adalah Creative & Social Media Manager di , beliau memberikan cara memfoto apa saja kalau kita sedang di luar negeri. Mas Nico sendiri kadang malas mengeluarkan kamera jika untuk mengabadikan sesuatu dalam perjalanannya, makanya dia hanya menggunakan smart phonenya. Dengan kamera HP pun sudah bisa menghasilkan foto-foto yang memorable, waktu itu dipresentasikan ketika beliau memfoto negara dari dalam pesawat melalui jendela pesawat. Ada juga foto narsis, bukan foto tentang expresi banci kamera melainkan foto passport dan tiket yang akan dikunjungi. Lalu foto-foto buat fun waktu jalan-jalan di luar negeri, seperti candid-in orang asing yang sedang narsis. Tapi saya melihat beliau mendokementarinya dengan video juga, saya lebih menyukainya karena terlihat hidup dan seakan-akan kita berada di situ saat itu juga.

Ketika acara mau selesai ada acara namanya sharing community. Waktu itu saya mempromosikan Prolog, komunitas kamera analog saya di depan para hadirin. Karena disuruh cepat saya pun hanya beberapa patah kata tentang PROLOG. Lalu setelah acara sharing community, dilanjutkan dengan acara foto bersama. Berikut foto bersama anak-anak muda yang hadir di Youth Talk.

.


Setelah acara itu, saya melanjutkan makan nasi goreng ayam di daerah majapahit favoritnya anak Canopus. Saya akan makan bersama Yoppy di warung yang kecil itu. Tidak disangka kita bertemu dengan Abas di warung itu. Kita sempat sharing-sharing selama satu jam di situ. Kita membahas tentang passion dan pengorbanan karena masih kepikiran dengan acara tadi.

Yoppy sharing tentang waktu, bahwa kita tidak bisa memilih 2 pilihan passion dalam waktu bersamaan. Makanya kita harus mengorbankan salah satunya. Dia mencontohkan kepada saya begini, saya tidak bisa pergi ke rumah Yoppy dan Abas dalam waktu yang sama, pastinya saya harus bisa memilih sala satu. Salah satu harus dikorbankan istilahnya demi mencapai salah satu tempat tersebut.

Berbicara soal pengorbanan, saya jadi teringat orang Jepang yang saya kenal dari Youtube, namanya Mijonju. Beliau adalah orang yang mencintai kamera entah itu analog, digital, ataupun polaroid layaknya orang gendut menyukai coklat (tag linenya Mijonju Show yang saya terjemahkan). Tapi kadang tidak selalu kamera saja, kadang barang-barang yang keren, karena beliau saja sekarang selalu dibilang orang keren sama orang yang mendatangi channelnya. Video selain kamera, berikut clipnya dari Youtube.


Lihatlah komen di bawahnya. Di situ tertulis "nah i sold my kidney for this bike :)". Beliau menjual ginjalnya demi mendapatkan barang yang dia suka. Salah satu pengorbanan yang membutuhkan keberanian tinggi, yang tidak sembarangan orang akan melakukannya. Yang artinya apa, coba rasakan apakah pengorbanan kita sudah cukup keras atau sakit seperti mendonorkan ginjal demi mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Selasa, 05 Februari 2013

Sistem by Aim

Banyak teman-teman saya yang sukses muda dan sudah mempunyai pekerjaan ataupun yang berwirausaha. Kali ini ada yang berbeda di luar dari kedua pencapaian tersebut. Bisa dibilang wirausaha, namun menurut saya sudah tidak ngetrend lagi di era sekarang. Saya bisa bilang begini karena saya sudah mengalaminya sendiri, dan yang saya dapatkan hanyalah manfaat sesaat saja dan tidak mereferensikan lagi ke teman saya. Tidak lain dan tidak bukan adalah bisnis MLM. Teman saya ini bernama Aim, dia ke luar dari UNDIP dan memfokuskan diri terhadap bisnis yang dijalaninya itu, terutama bisnis MLM yang terbaik di Indonesia yaitu DBS. Dan lihat, dia berhasil karena keyakinannya itu.

Minggu-minggu kemarin Aim mengajak saya gathering di KFC Pandanaran, sesuai dengan kesepakatan bersama melalui BBM. Saya pergi rencana mau dengan teman saya Kang Saef, karena tidak ada balasan, saya pun berangkat ke TKP sendirian.

Ketika sudah sampai KFC, saya langsung BBM Si Aim. Sudah ditunggu beberapa lama ternyata baru sadar BBM saya pending semua. Saya masuk pelan-pelan, melihat sekeliling situasi yang ada di lantai 1, saya mengingat-ingat mukanya Aim, karena sudah 3 tahun lamanya tidak bertemu, berharap bertatap muka segera.

Lantai 1 tidak ada, saya pun langsung menaiki tangga yang penuh dengan tagline-tagline KFC. Sesampainya di atas saya kembali melacak keberadaan Aim. Masih pangling juga dan agak putus asa mencarinya, saya duduk di situ sambil bermain HP BB saya. Akhirnya BBM saya terkirimkan ke Aim. Saya masih duduk di situ, karena di atas itu hanya terdapat kumpulan-kumpulan orang atau komunitas. Setelah beberapa detik, penantian pun berakhir, munculah sesosok orang gagah dengan potongan agak kemiliteran menghampiri saya dan menyambut saya dengan penuh aura kesuksesan, dialah Aim. Dia tidak sendirian, dia membawa teman SMA nya yang berasal dari Pati juga, namanya Enggar.

Kita di situ saling sharing, apa saja yang kita lakukan akhir-akhir ini, juga tentang passion. Bahkan saya cerita tentang PENCINTA WANITA pun Si Enggar tahu. Saya pun jadi tertarik mendengar antusiasnya, sampai-sampai dia mempunyai video-videonya juga. Sangat disayangkan ketika dia bilang bahwa kalau kita nanti kaya, perempuan apa saja bisa kita dapatkan. Saya tidak menyalahkan pendapat itu, namun saya hanya menambahkan "Oh.. iya karena perempuan itu butuh rasa aman", tapi ada yang lebih penting dari kekayaan atau uang atau jabatan, yaitu CINTA. Nyatanya master saya, Mas Reisal sudah mempunyai Mobil berkat usahanya namun ternyata itu tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan mental untuk menyayangi sesama, itu kembali kepada karakter Pria itu sendiri. Harta hanya sebagai nilai tambah value kita bahwa kita adalah Pria yang bertanggung jawab. Uang memang penting tapi bukan segalanya.

Hal yang saya prediksi ternyata terjadi juga. Di situ saya diprospek oleh Enggar, salah satu trainee-nya Aim. Saya mempersilakan saja untuk latihan presentasi produk DBS di hadapan saya. Dia masih terpaku dengan modul presentasi yang pernah saya lihat sekitar 3 tahun yang lalu. Samanya ya sistem mendapatkan keuntungannya, bonusnya, terus jabatannya. Setelah dibalik ke halaman berikutnya ternyata ada tambahan lagi produk DBS itu. Yang saya ingat ada 3 tambahan produk yang berharga Rp 250.000,- yaitu produk Habbazaitun (Obat yang dikeluarkan atau dipromosikan oleh AA Gym, yang konon bisa menyembuhkan semua penyakit kecuali maut, Insya Allah), kedua adalah layanan kartu telpon XL, menelpon gratis sesama selama 1 bulan penuh, dan terakhir Investasi BNI Syariah. Bagus-bagus sih, semua bisa didapat dengan harga segitu, sayangnya saya tetap teguh dengan pendirian saya sudah tidak percaya lagi dengan bisnis MLM, karena memang bukan passion saya. Misalnya saja ketika saya nantinya mendapat downline saya, saya pasti agak merasa risih.

Waktu Aim belajar bersama saya dan satu kelas dengan saya yaitu pelajaran bahasa Inggris, dia orangnya menurut saya tidak terlalu pintar dan seperti tidak ada harapan untuk sukses. Tapi kenyataanya berbeda, saya bisa melihat sendiri, dia sekarang bisa mempunyai banyak aset, dan invesasinya sudah dimana-mana. Itu hanya 1 kuncinya, dia bilang kepada saya waktu gathering dengannya yaitu, "Action Bro!". Terlalu banyak pikiran nantinya malah tidak melakukan apa-apa, dan hanya terdiam tidak berkembang. Selain itu Aim memberikan saya ilmu lagi yaitu bahwa semua orang yang berhasil itu pastinya memiliki sistem keuangan yang baik. Dari situ saya menggumam dalam pikiran "Benar juga ya Sistem Manajemen Keuangan".

Maksudnya adalah kita biasa diberi masukan-masukan tentang orang-orang inspirasi terkenal karena karakter dan kegigihannya tapi sebenarnya dibalik itu ada sesuatu yang agak realistis. Misalnya Top Ittipat, beliau bisa membuat Tao Kae Noi karena usaha kerasnya dalam mendapatkan modal yang cukup, semuanya sudah ter-planning, walau hutang tapi hutang itu hutang baik, bukan hutang jahat. Kalau hutang baik itu, kita bisa mendapatkan pendapatan dari situ, namun kalau hutang jahat adalah hanya menutupi hutang yang dulu, atau bahkan kita gunakan untuk hutang yang lainnya. Mulai dari sekarang pun saya juga ingin memiliki Sistem Keuangan saya sendiri yang sesuai dengan saya, tapi karena tidak ada mentor agak susah untuk memanagenya.

Setelah berbincang agak lama, saya diajak berkenalan dengan teman-teman yang lebih muda dari saya. Mereka adalah siswa-siswa kelas 12 dari SMA 9, kalau tidak salah. Di situ saya mengakrabkan diri dengan menanyakan hobi, passion, dan tujuan hidup. Setelah agak lama mengobrol, kita berhenti untuk membahas tentang bisnis apa ya yang sekiranya akan meledak di tahun 2014 nanti.

Saya jadi ingat stand up comedy yang dibawakan teman saya Tubagus tentang bisnis mengemis. Bisnis Ngemis tapi bukan sembarang bisnis ngemis, bisnis yang bisa kita franchise-kan, dan akan mendapatkan bonus jika sudah golongan emerald (jabatan di DBS).

Awalnya kita hanya diberi paket produk berupa gelas kosong dengan logo seperti Tong Ji, Teh Poci, Coca Cola, Milo, atau pun KFC. Sejalan dengan berkembangnya dan lihainya ngemis kita, kita nanti akan naik golongan dari silver, gold, dan paling tinggi adalah emerald. Tentunya ada keuntungan juga join di Bisnis Ngemis kita ini, kita akan diberikan pelatihan pengembangan diri, theater, dan musik ala kadarnya, jadi dengan begitu posisi emerald tidaklah hanya mimpi belaka, dan pasti mudah untuk diraih.

Dalam menjalankan bisnisnya kita sudah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar seperti CL, 21, Hotel Horison, Mcd, Tong Ji, apalagi KFC. Kita akan menempatkan posisi strategis kita misalnya di 21, posisi yang paling cocok ketika orang-orang sedang menikmati tontonan bioskopnya, karena ada 2 hal yang mereka dapatkan yaitu bersedekah secara langsung di tempat, dan misalnya pengemisnya sudah emerald, dia sudah memiliki produk yang lebih hebat dari yang silver, yaitu semir sepatu, jadi pelanggan akan mendapatkan layanan semir sepatu.

Hahaha coba kalau itu ada beneran yah, benar-benar asyik berteman dengan anak-anak SMA itu. Saya jadi jadi tidak enak dengan teman saya Aim, kesannya malah seperti menjelek-jelekkan ketika sudah berpangkat emerald itu, maaf ya tidaj maksud hati kok. Sampai bertemu lagi dengan saya, Ricky Raharjo dengan FR yang bermanfaat sekiranya untuk anda.(^^)

Jumat, 11 Januari 2013

Lilin by Kang Saef

Seperti biasa jika kita berurusan dengan cinta dan ada masalah yang terjadi, pasti kita akan galau. Hal itu terjadi pada sahabat saya Kang Saef. Dia dicampakkan dari ceweknya yang ada di luar kota. Saya tidak tahu persis namun pada saat itu Septi juga melihat kejadian itu.

Kegalauan Kang Saef tidak bisa dibendung lagi, dia tidak terkontrol, tapi untungnya tidak memakan korban jiwa. Dia hanya makan makanan yang disajikan oleh Septi ketika dia bertamu di rumahnya Septi. Di situ Kang Saef meminta saran kepada Septi, apa yang seharusnya dia lakukan. Septi hanya menjawab yang bisa menyelesaikan masalah itu hanya kamu seorang. Terlebih lagi Kang Saef baru kenal di Es Rumpi dulu, makanya dia tidak tahu harus menjawab bagaimana lagi, toh baru kenal juga.

Kang Saef sadar sikap seperti itu seharusnya tidak dilebih-lebihkan dan menjadi masalah pribadi sendiri. Saya mendengar cerita ini dari Kang Saef langsung, dan dia sebenarnya tidak enak dengan Septi, ingin sekali dia meminta maaf dengannya.

Dalam situasi galau seperti itu pun, Kang Saef masih bisa memberi saya filosofi baru lagi. Kondisi dia saat ini adalah kondisi dia seperti lilin. Lilin itu bisa menyinari ruang-ruang yang gelap, menjadi cahaya bagi sekitarnya, namun dia tidak sadar kalau dirinya sedikit demi sedikit menuju dalam kegelapan atau mati. Biasanya memang Kang Saef bisa memberi masukan-masukan kepada orang lain dengan analogi yang menarik, tapi ironisnya dia sendiri malah tidak memperhatikan dirinya sendiri atau dalam kata lain tidak bisa memotivasi dirinya sendiri.

Sebenarnya tidak hanya Septi yang kecewa, saya pun juga ikut kecewa. Padahal sudah berulang kali saya kasih masukkan ke Kang Saef, ilmu yang paling mudah tapi sulit untuk dipraktekkan adalah mendengar. Kita boleh memberi masukkan namun kita harus melihat siapa yang diajak bicara dulu agar tidak terjadi komunikasi satu arah. Jika sang pendengar mau mendengarkan keluhanmu ya berarti anda dipersilakan untuk curhat. Kang Saef adalah sahabat saya yang paling baik, semoga dia tumbuh dewasa dengan baik, dan tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.

Menurut saya ketika kita sedang dalam galau apapun itu, kita harus
1. tenang dulu,
2. pilih orang yang benar-benar cocok untuk curhat, karena tidak semua orang itu ingin mendengar cerita anda, kadang mereka hanya ingin tahu saja,
3. pilih waktu yang tepat untuk curhat, curhat ketika dalam emosi itu tidak akan menyelesaikan masalah bagi penderitanya karena biasanya tidak akan mempan diberi masukkan, siapapun pasti begitu,
4. diam dan introspeksi diri jika tidak ada teman yang dipercaya,
5. jangan buka facebook, apalagi facebook mantan, dan jangan pula mencoba untuk update status, apabila terpaksa updatelah selain di facebook atau twitter, lebih baik lagi punya blog, bisa membuat cerita seperti saya. (^^)

Minggu, 16 Desember 2012

Gila by Mas Diko

Untuk membuat pertemuan yang megah itu memang butuh persiapan yang matang. Saya menganggap pertemuan dengan orang yang sukses di bidangnya adalah sesuatu yang sangat istimewa bagi saya, namun keistimewaan tersebut ingin saya bagikan dengan cara mengajak teman-teman yang sudah menjadi teman sepermainan saya, sebut saja Kang Saef, Putri, dan Septi. Kang Saef karena dia adalah teman yang paling dekat dengan saya maka jika mau apa-apa dia siap untuk jalan bareng atau main bareng, makanya ketika mau diajak dia langsung ok aja. Putri seperti biasa ada perasaan yang gampang-gampang susah mengajak dia.

Tidak aneh kalau yang namanya wanita selalu memutar pembicaraan, dan kadang kita sebagai pria jika tidak sabar menghadapinya maka kita akan dianggap lemah dihadapan wanita. Saya sebenarnya ragu namun karena saya berlaku sebagai pria sejati saya pun ok-ok saja menanggapi menjemput langsung di rumahnya Putri, namun ketika Kang Saef datang, dia sms ketemuan saja. Setelah sampai tempat yang dimaksud untuk bertemu, Putri beralih lagi pemikirannya jemput ke rumahnya langsung saja, dan akhirnya kita berangkat. Septi, dia memiliki janji sendiri dengan teman kuliahnya dan kosnya untuk menghadiri Pandanaran Art Festival 2012 yang diadakan di jalan Pemuda Semarang, di mana itu dekat dengan pertemuan yang akan kita adakan, yaitu di Paragon.

Sesampainya di kafe Robuchon Paragon, saya langsung mengenalkan teman SD saya yaitu Putri kepada teman-teman saya. Saya kira sudah terlambat mengikuti seminar kecil-kecilan itu, ternyata Mas Diko nya juga baru sampai dan sedang asyik melahap makanan yang dipesannya. Pada acara itu ada Pras, Aldi, Chris, Mada, Denis, Tia, dan teman baru bernama Riza, tidak lupa dengan bintang tamu kita Mas Diko, sang pengusaha sukses di bidang IT dengan sebutan Dokter Laptop nya.

Kita dibuat melongo lagi seperti pertemuan kemarin karena obrolan yang berisi tentang kehidupan, mindset, wirausaha, dan sebagainya. Riza yang baru tahu pun sampai meneteskan air liurnya dari kejauhan saya lihat, saya berpikir apakah dia benar-benar menangkap apa yang sedang dibicarakannya ya. Hampir sekitar 2 jam kita mendengar ceramah dari Mas Diko, tapi beliau tidak segan-segan memberikan ilmunya. Kita jadi banyak tahu tentang wirausaha itu seperti apa, dan salah satunya adalah mengetahui apa mindset cita-cita kita. Kadang Mas Diko juga suka dengan quote-quote dari Mario Teguh dan Dedi Corbuzer. Kemarin yang saya ingat itu adalah soal cita-cita. Jadi dulu di salah satu acara Hitam Putih, Dedi Corbuzer pernah mengatakan "Yang berbahaya bukan memiliki cita-cita tapi tidak tercapai, melainkan tidak memiliki cita-cita tapi tercapai".

Mas Diko pernah bertanya ke murid-murid didiknya apa cita-cita kalian, walaupun ada yang jawabannya nyeleneh atau ketinggian seperti Presiden malah dihargai Mas Diko, berbeda dengan tidak tahu mau jadi apa, karena hidup seperti tidak ada arah tujuannya dan belum benar-benar hidup menurutnya. Kita pun sempat tersindir dengan itu apalagi kita masih mengandalkan orang tua untuk kebutuhan lain-lainnya. Makanya saya berseru kepada teman twitter dan BB bahwa saya ingin menjadi Direktur paling bahagia dan hidup mewah. Ada yang reply tweet saya yaitu sahabat baik saya Yopi Ardiyono, sutradara dari komunitas film Canopus dengan tweet "Yes...You can !". Dengan begitu kita bisa tahu dan bisa lebih percaya diri untuk meniti masa depan, Mas Diko bilang pengusaha besar pasti melakukan banyak hal yang gila.

Setelah itu dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol santai, tukar pin, dan nomor hp. Seperti yang dikatakan Mas Diko, pengusaha itu sebaiknya mengakrabkan orang yang baru dikenal daripada hanya teman lewat atau penonton saja. Di situ akhrinya Putri sudah bisa membaur dengan social circle saya, saling mengenal satu sama lain. Berbicara tentang pria dan wanita itu seperti apa dengan teman-teman yang memang dulunya suka membaca artikel percintaannya dari Ronald Frank, memang sebagian besar teman saya itu adalah Semarang Lair. Putri pun tidak asing dengan Tia, ternyata Tia adalah teman 1 kampus Fakultas Sastra UNDIP juga. Saking Putri dekat dengan mereka, Putri bilang ke saya, bahwa dia mempunyai free pass 1 jam di Inul Vista, sebenarnya Putri ingin mengajak tapi melihat-lihat keadaan teman-teman dan waktu juga sih, karena saya juga sudah berjanji oleh Ibunya, untuk mengembalikan Putri ke rumah tidak telalu malam.

Waktu sudah malam kita pun mencari makan di luar Paragon, karena tahu sendiri di dalam mall itu mahal-mahal dan berkelas. Akhirnya kita makan nasi kucing dan saling mengobrol di depan luat Paragon persis. Setelah lumayan kenyang kita pergi ke Pandanaran Art Festival. Ketika kita sedang asyik-asyik menikmati budaya-budaya yang ada di Semarang, kita dipanggil oleh salah satu gadis dari 1 tenda yang ada di situ. Awalnya saya pangling siapa dia. Oh ternyata Septi dengan kacamata birunya, benar-benar beda mukanya jika memakai kacamata biru itu. Dikenalilah dengan teman kosnya Septi, tidak lupa saya memperkenalkan Putri yang dulu pernah juga bertemu namun belum sempat kenal. Saya pun melihat jam tangan, namun saya lupa jam saya mati, saya lihat saja hp di kantong kanan saya, wah ternyata HP China yang saya lihat dan jam nya tidak tepat, akhirnya saya ambil saja HP BB saya yang berada di kantong kiri saya. Jam sudah menunjukkan pukul 9 lebih 10 menit, kita pun langsung pamit ke Septi dan teman kosnya untuk mempercepat jalan-jalan di Pameran tersebut.


Ketika mau pulang kita bertemu dengan teman SD saya dengan Putri bernama Awan. Sekarang dia hampir sama tingginya dengan saya. Mungkin dia juga memakai trik saya dulu agar cepat tinggi. Dulu itu saya saking suka dan terobsesinya dengan anime Detektif Conan, saya berpikir saya ingin pendek, hingga saya memendek-mendekkan diri saya ke tembok dalam kamar yang sempit itu. Dengan keadaan yang lapar dan pusing, Putri saya antar pulang ke rumahnya. Perjalanan pulang melewati jembatan yang penuh dengan PSK, tempat-tempat angker, dan jalan yang sedang diperbaiki, akhirnya kita pun pulang dengan membawa banyak pengalaman hari ini. (^^)

Selasa, 04 Desember 2012

Cara Hidup Burung by Mas Diko

Sebenarnya boleh-boleh saja memulai bisnis dengan modal nekat, namun mari kita simak lebih dalam tentang mindset teman-teman saya yang sudah berhasil membesarkan bisnisnya. Pada hari itu saya sedang membantu Kang Saef untuk mencari senar gitar di Gramedia. Sebelum memasuki toko buku itu kami pergi sholat di musholah yang baru dibangun di situ, tempatnya sempit namun sejuk dan bersih. Seperti biasa saya berputar-putar kemudian membaca yang saya kira itu menarik dan bermanfaat. Tidak hanya itu saya juga mensurvey novel seperti apa sih yang layak untuk dipasarkan.

Saya berhenti di salah satu rak buku novel terjemahan, dan saya melihat banyak seri Shelock Holmes tertata rapi. Saya tertarik untuk membacanya karena saya menyukai filmnya, tentunya film itu saya dapat dari Adhi, sang pencinta film. Selembar, dua lembar, sebab, loncat ke bab 4, memang kebiasaan saya suka langsung membaca dengan mengacak halamannya kalau di toko buku, seperti salah satu robot winspector menyecan dalam sekejap bukunya, ahh.. tiba-tiba kangen superhero waktu kecil. Ada yang membuat saya kaget ketika melihat cover buku tersebut, karena pengarangnya adalah Arthur Conan Doyle. Conan adalah nama samaran yang digunakan oleh Sinichi Kudo untuk mengelabui pacarnya di Anime Detektif Conan, yang tokoh utamanya adalah Conan Edogawa. Saya benar-benar terkejut setelah melihat google nama Edogawa, itu juga ternyata penulis Detektif terkenal di Jepang bernama Rampo Edogawa. Well, akhirnya Case Closed! Menarik karena namanya dikait-kaitkan oleh pengarang cerita Detektif, saling berhubungan satu sama lain, secara tidak sengaja mengajak kita memecahkan kasus di luar isi cerita dan bukunya juga. Setelah puas saya meninggalkan rak buku novel terjemahan dengan seadanya dan tidak rapi lagi. (^^)

Selalu ada hal yang menarik jika kita bilang iya. Film Yesman ada benarnya juga, saya tidak melakukan persiapan seperti mandi atau makan sedikit dulu, saya langsung menerima permintaan Kang Saef untuk menemani membelikan senar gitar di Gramedia, karena tidak disangka Aldi memberikan kabar gembira untuk kita. Malam ini juga kami akan gathering di Paragon Mall, tepatnya di Robuchon untuk bertemu dengan Mas Diko, Pengusaha dalam bidang informasi dan teknologi yang mempunyai usaha jasa perbaikan Laptop, dia menyebut dirinya dengan Dokter Laptop.

Di Robuchon kami bertemu dengan crew-crew Metamorvin yang saya bentuk sekitar 1 tahun yang lalu. Anggotanya tidak lain adalah 4 sahabat Semarang Lair yaitu Kang Saef, Aldi, Pras, dan saya sendiri. Kami dulu mendirikan usaha Keripik Pisang dan sudah berjalan 6 bulan, kemudian vakum karena banyak anggota yang resign, dan di Robuchon jugalah hal itu terjadi. Baru pertama kali ini saya ingin menangis seperti acara Penghuni terakhir ketika ada yang terekstradisi, pasti banyak yang termehek-mehek entah itu keluarganya atau teman sekamarnya. Ketiga orang itu seperti memberi amanat kepada saya untuk tetap menjaga bisnis Keripik Pisang ini. Namun ironisnya saya masih bingung untuk memulainya lagi tanpa mereka.

Selain anggota Metamorvin ada teman-teman lainnya seperti Chris dengan temannya, Tia teman sepekerjaan dengan Aldi dan Pras, dan juga Mada teman sepermainan kita. Dimulailah sharing bisnis yang dilakukan oleh Pemilik komunitas Telur Puyuh ini. Mas Diko benar-benar seperti orang yang tidak pernah kehabisan kata-kata. Tidak ada titik koma, ilmu-ilmu terus keluar dari mulut yang haus akan berbagi materi. Kami tidak bisa menyela dan hanya memperhatikan informasi atau ilmu-ilmu yang sambung menyambung tanpa putus dari Mas Diko. Kentang goreng yang dipesan pun tidak ada yang sempat memakannya hingga restauran Robuchon tutup.

Dari gaya mempresentasikan Mas Diko saya pun menyadari dan menyimpulkan sendiri bahwa Mas Diko adalah pengusaha ekstrovert dan Mas Reisal adalah pengusaha introvert. Bedanya dari kedua pengusaha ini yaitu dari cara berbisnis mereka, jika Mas Diko suka untuk berbagi ilmu dari mengajar ataupun mengisi seminar-seminar dengan orang banyak, sebaliknya Mas Reisal jarang untuk berbagi ilmu namun ketika beliau sudah ditemui, sharing ilmu yang didapat benar-benar banyak dan kita bisa lebih dekat untuk bertanya. Mindset mereka kira-kira hampir sama namun sedikit berbeda.

Mas Diko memberikan gambaran 10 tahun ke depan akan menjadi apa, jika ditarik garis lurus dengan apa yang dicita-citakan dengan realitas maka yang akan terjadi adalah banyak gangguan untuk menuju ke arah yang dicita-citakan. Ambil contoh untuk menjadi seorang pengusaha, pasti akan mendapat halangan seperti dengan banyak penawaran kerja bermunculan, dan ketika memutuskan untuk kerja dulu kemudian beralih ingin menjadi pengusaha ketika berumur 25 tahun, gangguan lain muncul dan pasti ini adalah masalah hidup dan mati. Ketika umur 25 tahun kondisi sudah menikah, apakah sang istri atau suami akan mau memberikan izin untuk berusaha, apalagi usaha itu adalah sesuatu yang sangat tidak mudah, maka dari itu istilah hidup adalah pilihan benar adanya.

Beda dengan Mas Reisal, beliau memberikan ilmu yang berhubungan dengan memulai sesuatu. Kata "Mulai" adalah hal yang sangat esensial dalam segala urusan apalagi jika ingin mengambil tindakan. Memulai di sini tidak semena-mena nekat untuk melakukan apa yang bisa dilakukan. Lebih kembali ke dalam diri sendiri, sebenarnya apa yang saya suka lakukan untuk hidup, tujuan apa yang ingin saya raih dalam hidup saya, dan definisi sukses menurut diri kalian sendiri itu seperti apa. Jika banyak hal yang disuka, beliau memberikan saran dari semua itu kira-kira yang dapat menghasilkan uang itu yang mana, atau jika selama ini saya salah mendapatkan jalan seperti ini, belajarlah lagi dan dapatkan ilmu lagi.

Bisa dianalogikan seperti kita mau donat seharga Rp 20.000 atau membeli buku panduannya yang sedikit mahal Rp 50.000, mungkin kalau orang yang malas apalagi konsumtif akan membeli makanan yang sudah jadi saja, tapi berbeda jika kita membeli buku panduannya, kita bisa membuat sendiri dan bahkan menjualnya lagi. Mas Reisal menyarankan saya jikalau ingin menambah ilmu lagi boleh-boleh saja, asal kali ini pilihan saya tidak salah lagi agar masa depan saya benar-benar sesuatu yang saya impikan selama ini. Kadang saya masih merasa aneh juga ketika dulu sedang jalan-jalan di gramedia secara tidak langsung saya membeli buku panduan untuk membuat cerita fiksi. (^^)

Kembali ke Mas Diko, beliau kemudian memberikan filosofi cara hidup burung. Filosofi ini erat hubungannya dengan Pengusaha dan Pekerja. Sesuatu yang akan mencuci otak kalian apakah kalian akan menjadi seekor burung pertama atau burung yang kedua. Burung pertama adalah burung yang selalu diberi makanan oleh induk di sarangnya setiap hari dan secara terjadwal. Burung Kedua adalah burung yang mencoba mencari makanan di tanah atau di darat yang di mana dia harus kembali ke sarangnya untuk tetap hidup. Bedanya adalah burung pertama itu pasti akan makan terus namun ketika induknya sudah mati, mereka tidak ada apa-apanya, sementara itu burung kedua sudah tahu cara memperoleh makan sendiri, bahkan ada yang lebih enak dari makanan sang induk burung. Burung pertama sama halnya dengan pekerja dan burung kedua adalah pengusaha, manakah yang sesuai dengan diri anda? Well, itu tetap menjadi keputusan hidup anda.

Sharing belum selesai sampai kita diusir, kita keluar dari Robuchon dengan membawa kentang yang belum dihabiskan, untung sudah sepi jadi saya bisa menikmati kentang itu sambil jalan dengan teman-teman saya. Akhirnya di lantai 1 kita melanjutkan lagi sharing-sharing dengan kondisi berdiri di saat para pekerja menutup toko dan ada pula yang berjalan ke luar Paragon Mall dengan melewati kita. Ketika ibu saya sudah menelpon dan Kang Saef sudah berbisik meminta saya untuk pulang, saya masih mendengarkan Mas Diko. Sekitar 15 menit setelah itu saya bisa menyalami Mas Diko untuk pamitan. Akhirnya saya bisa menghela nafas dan pulang dengan banyak ilmu. Saya membonceng motor Kang Saef selama perjalanan. Seperti biasa ketika keluar dari parkiran Paragon kita agak malu karena ketika kita masuk parkiran itu kita narsis ke kamera penjaga parkir, jadi kelihatan narsisnya deh sama petugasnya. (^^)

Rabu, 21 November 2012

Pus by Adhi

Bosan kalau komunikasi begitu-gitu saja, coba interaksilah dengan sekitar. Kemarin Sabtu siang saya diajak Adhi untuk mengikuti pameran lukisan Jepang yang diadakan oleh Japan Foundation di Galeri Semarang dekat Gereja Blenduk Semarang. Saya mencoba mengamati dan mengetahui apa sebenarnya makna dari lukisan tersebut. Adhi berkata bahwa apapun yang kamu ketahui dari sudut pandang kamu sendiri itu berarti kamu sudah mengamalkan ilmu estetika secara tidak langsung. Rumit juga, tapi entah kenapa lukisan-lukisan itu mempunyai emosi yang sangat kuat sehingga kadang saya untuk beralih ke lukisan lain membutuhkan waktu yang agak lama. Di dalam galeri tidak ada aturan boleh memotret lukisan itu, tapi saya tetap menolak untuk melakukan perbuatan seperti itu. Namun, setelah sampai di lantai kedua ternyata sepi sekali. Saya ingat teman Jepang saya pernah melakukan foto menyerupai lukisan pahlawan yang ada di belakangnya. Seketika saya mencoba hal itu dan menarik kata-kata saya lalu mencoba melakukan hal tersebut. Inilah hasil dari foto tersebut, tidak disarankan untuk ditiru apalagi untuk diupload di facebook. Saya tidak menguploadnya di facebook saya namun hanya di blog ini saja. (^^)


Tidak lama dari melihat-lihat lukisan-lukisan tersebut, saya dan Adhi pergi dari situ untuk mencari makan. Kami ingin mengisi perut kita di tempat langganan kita yaitu Warung Makan Bu Sri. Tempat itu adalah spesialis ayam goreng, tidak kalah dengan Fried Chicken karena kita hanya mengeluarkan Rp 8.000 saja untuk mendapatkan ayam, tempe/tahu, lalapan, sambel, tempat cuci tangan, dan segelas es teh. Bandingkan saja dengan Fried Chicken Rp 8.000 hanya mendapat ayam, nasi, saus, dan coca cola dan itu hanya waktu attack saja. Pada dasarnya saya lebih suka cita rasa ayam Indonesia, lebih yummy dan lebih kenyang juga.

Ketika kami sedang menunggu makanannya datang kita mendengar suara kucing dari luar jendela warung tersebut. Adhi pun memberikan tips jikalau kamu sedang bosan menunggu sesuatu atau mungkin komunikasi sudah menuju ke garing, cobalah berinteraksi dengan alam sekitar, contohnya kucing. Dia mencoba mengundang kucing tersebut dengan sapaan Pus, 2 atau 3 panggilan pasti kucing tersebut akan mengeong. Apa yang saya lihat waktu itu seperti keajaiban saja, ternyata kita tuh bisa komunikasi dengan makhluk yang dinamakan Kucing. Yah mungkin juga saya memang jarang keluar rumah untuk mencoba berinteraksi dengan alam sekitar makanya takjub sekali melihat hal itu. Waktu saya panggil pus, kucing itu tidak mengeong, kata si Adhi kamu haru memakai perasaan. Entah kenapa itu menghilangkan stress dari pikiran saya juga ketika berhasil memanggilnya, pasti akan saya coba lagi lain waktu, because It's Fun! (^^)

Selasa, 20 November 2012

Sejuk by Kang Saef

Fase yang paling saya benci dalam percintaan adalah fase konfesion, tapi setelah mendengar penjelasan dari cerita Kang Saef, konfesion itu mudah sebenarnya. Beberapa bulan yang lalu Semarang Lair kedatangan tamu dari Jogja yaitu anak-anak Jogja Lair. Mereka sharing ilmu dan berbagi pengalaman tentang memikat wanita idaman. Saat itu saya kebagian menjadi pembicara tentang bisnis online, tapi setelah selesai seperti biasa Mas Tamam memberikan kritik yang pedas cara presentasi saya. Nah setelah presentasi yang agak hina itu, waktunya anak-anak Jogja Lair memberikan kontribusi bagi Semarang Lair dengan cara menginterview atau tanya-tanya langsung.

Waktu itu saya kebagian anggota Jogja Lair yang lainnya. Dia memberikan saya solusi bagaimana cara konfesion yang nyaman. Sebenarnya konfesion tidak bisa dilakukan jika kedua belah pihak pria atau wanita belum saling ketertarikan dan nyaman, karena kalau itu dilakukan sama saja dengan memaksa. Nah kalau sudah nyaman barulah dikonfes, bagaimana konfesnya itu bisa berbagai cara.

Anggota Jogja Lair yang ini memberikan solusi dengan cara perumpamaan, seperti "Eh misalnya kita jadian gimana?" Nah itu adalah kata-kata yang terdengar menurut saya sangat powerful, karena dengan begitu kita tidak akan terlalu sakit jika ditolak dan kita aman dalam konfesion jika cara seperti itu. Pertanyaan seperti itu juga akan membuat wanita mengalami konflik dalam emosinya, bisa saja dia akan berkata "Iya yah kita kan sudah lama jalan bareng, oke deh kita jadian!" So, It's powerfull, huh?

Pada malam itu Kang Saef tidak datang dalam gathering ketika anak-anak Jogja Lair ke Semarang Lair. Sebagai teman yang baik saya menceritakan semua ilmu yang saya dapat kepada Kang Saef. Sekitar 1 mingguan, akhirnya Kang Saef menampakkan hasilnya juga. Dia konfes dengan cara tersebut dan berhasil jadian, lalu saya tanya bagaimana caranya. Waktu itu Kang Saef konfesion dengan cara perumpamaan es krim seperti di film Kung Fu Dunk namun di sini ada improvisasi. Kalau dibuat percakapan akan seperti ini.

K = Kang Saef
W = Wanita

K : "Eh kamu tahu ga dari dulu tuh aku suka banget dengan yang namanya es krim, aku tuh rela berkorban dan apapun bakal aku berikan demi mendapatkannya"

W : "Wah beneran?"

K : "Iyalah, soalnya kamu tuh kayak es krim itu"

W : "Tapi aku kan sudah punya cowok"

K : "Iya aku kan mau ngungkapin aja, sekarang hatiku jadi sejuk dan menyegarkan karena es krim"

W : ".....Aku tuh sebenere juga suka sama kamu" sambil memukul kecil Kang Saef.


Nah seperti itu mungkin yang saya simpulkan dari percakapan Kang Saef dengan wanitanya. Entah kenapa walau sudah diberi trik-trik seperti itu, tetap saja saya selalu susah untuk mengkonfes seorang wanita, itu seperti awkward moment bagi saya, dan saya juga terlalu tidak nyaman ketika mengutarakannya. Kalau di e-bookny Ronald Frank, wanita akan mengejar-ngejar anda. Apa saya percaya? Ya saya percaya! Pasti dengan cara konfes seperti apapun, kita akan diterima jika sudah nyaman satu sama lain.

Jumat, 16 November 2012

Tulus by Master Tamam

Masalah cinta sebenarnya memang sulit untuk diselesaikan apalagi bagi orang awam, sebenarnya tidak terlalu rumit kalau kita mengerti seluk beluk arti sebenarnya dalam percintaan. Semarang Lair adalah komunitas khusus diperuntukkan untuk orang-orang Semarang yang berkeinginan tinggi menjadi Pria Idaman Wanita.

Kemarin Jumat saya mengikuti gatheringnya di Hans Coffee. Waktu itu ada 7 orang yang datang yaitu Bagus, Adi, Eno, Pras, Aldi, dan Mas Tamam. Entah kenapa sepi sekali, apa karena gathering sebelumnya terlalu pressing ketika saya masih berada di Bandung. Di situ kita membahas event bagi-bagi bunga pada hari Aids kelak seperti yang dijelaskan Ketua Semarang Lair, Eno.

Setelah itu dilanjutkan sharing-sharing dan FR (Field Report) seperti dating akhir-akhir ini atau ilmu yang pernah didapat dari 2 minggu terakhir. Seperti biasa setiap masalah apa pun, kita teman-teman komunitas membantu untuk menyelesaikan solusi. Aldi memberikan solusi ketika saya sudah membicarakan masalah saya, waktu itu pula saya kira Mas Tamam tidak mendengarkan, namun setelah gilirannya memberikan solusi, beliau sangat straight to the point dan mengkritik habis-habisan yang pastinya pedas sekali. Beliau menjelaskan bahwa dating yang saya lakukan belum tentu wanita itu ada ketertarikan dengan saya karena saya belum mempunyai sifat Pria Idaman yang sesungguhnya. Selama ini pula Semarang Lair memang terlalu banyak teori tanpa praktek, Mas Tamam memperlihatkan hasil dari praktek-praktek tersebut ke kita seperti foto, sms, video, dan lain sebagainya. Beliau memang tidak mempunyai daya tarik fisik yang idaman namun memiliki sifat Pria Idaman yang kuat, selain beliau mempunyai daya tarik tersendiri beliau adalah anggota komunitas Jogja Lair sekaligus pembuat e-book Super Brain yang memang secara tidak langsung mencuci otak saya yang dangkal.

Selama ini yang saya lakukan hanyalah mencoba mendapatkan sesuatu pada waktu itu juga, seperti misalnya kenalan dapat nomor hp nya, mengajak jalan HB, mengajak makan HB, dan berhenti dari apa yang sudah saya dapatkan. Di balik semua itu saya hanya mendapatkan kesenangan yang short terms, tidak long terms. Kemudian Mas Tamam menjelaskan ilmu Tulus kepada saya. Kamu tidak bisa tulus kalau kamu orangnya suka berharap lebih dari orang lain, tulus akan memberikan efek dahsyat jika kamu memang ingin melakukan itu tanpa imbalan apapun. Beliau menjelaskan bahwa apakah saya mengharapkan dating dengan bule Perancis waktu itu, tidak terpikirkan hingga dating setelah acara piano tersebut. Ada juga dulu dengan teman wanita saya, setelah saya bertemu, bertukar nomor kalau saja ada reuni, malah hal yang tak terduga terjadi, 1 minggu kemudian ada sms ajakan makan malam darinya. Tulus itu jika dilakukan dengan benar akan menghasilkan bonus yang tak terduga-duga, bahkan lebih dari yang kita bayangkan. Benar-benar powerful sekali pencerahan malam itu dari Master Tamam.

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam saya pun pulang. Ketika dalam perjalanan pulang saya lupa untuk mempresentasikan harga Riang terhadap para petinggi Metamorvin dulu yaitu Pras, Aldi, dan Kang Saef.

Padahal sudah ada di saku saya dari tadi, tapi tidak apa-apalah, terima kasih sebelumnya Semarang Lair, saya pun juga ingin membuktikannya. (^^)

Rabu, 14 November 2012

Semuanya Sama by Mas Reisal

Beruntung sekali mempunyai kenalan orang-orang hebat, entah itu dari komunitas Semarang Lair, Prolog, atau yang saya kenal secara langsung. Salah satu orang hebat yang saya kenal adalah Mas Reisal. Beliau memiliki wajah yang terlihat muda sekali seperti umur 20 tahun namun sebenarnya beliau sudah berumur 25-an, memang ketika saya pertama kali bertemu saya mengira dia masih muda sekali dan sama umurnya dengan saya, mungkin itu kelebihan orang hebat yang sukses yaitu awet muda.

Kemarin hari Rabu saya mau memenuhi janji saya untuk menemui Mas Reisal. Beliau hanya memberitahu patokan dan alamat pastinya. Saya sudah mencari, dan bertanya-tanya, namun tempat patokan yang dimaksud itu saya tidak melihatnya, ya sudah saya menunggu dekat pemakaman Sukarejo kalau tidak salah. Tidak lama saya mau mengirim sms ke Beliau, terlihat dari jauh Mas Reisal melambaikan tangan dan memanggil saya. Namun setelah saya sampai tempatnya Mas Reisal sudah tidak ada, saya jadi bingung, akhirnya saya parkir dekat situ. "Hei parkir di sini saja, itu parkiran orang kosan."seru Mas Reisal. Saya memindahkan parkiran kendaraan TIGER saya di dekat pohon mangga yang sudah berbuah milik Beliau. Takjub, hingga menelan ludah, rumah Beliau luas sekali, bahkan ada untuk memarkirkan mobil di depan seperti di hotel.

Saya agak canggung awal-awal namun rasa itu hilang ketika saya dipersilakan duduk di teras Rumah Mas Reisal. Tidak lupa saya memberikan oleh-oleh yang saya beli dari Bandung kepada Beliau. Awalnya Mas Reisal tidak tahu makanan apa itu, Namun setelah makan dia baru tahu kalau makanan ini dodol garut, ya karena di labelnya tertulis seperti itu. Saya curhat tentang bisnis, proyek website, mindset, rezeki, dan masih banyak lagi. Semua e-book, motivasi dari berbagai genre misalnya motivasi personal, cinta, dan bisnis sebenarnya sama saja kalau diteorikan. Maksudnya seperti contohnya ketika di percintaan ada fase perkenalan, kita tidak akan tahu kalau belum mencoba untuk berkenalan, kita pasti sudah banyak berpikiran negatif, wah kalau ditolak, diludahin, ditampar bagaimana ya, nah itu sama juga dengan bisnis. Ambil saja contoh ketika kita mau jualan tapi tidak punya modal, kita bisa foto barang yang ada di toko lain, kemudian kita foto lalu kita pajang di internet, kadang kita takut juga ketika ada yang membeli namun barangnya sudah tidak ada lagi. Pikiran-pikiran yang menganggu apalagi negatif lebih baik dihilangkan saja karena tidak baik untuk banyak hal dan itu memang benar adanya, saya pastikan itu. Jika kita sudah negatif dan kemudian berkumpul dengan orang-orang yang suka mengucapkan hal-hal negatif maka kita akan mudah bergaul dan menjadi teman secara cepat. Sesuatu yang keluar dari kita adalah refleksi diri kita, karena saya meyakini kata-kata yang ke luar dari mulut kita yang paling dekat mendengarkan apa yang kita ucapkan adalah telinga kita sendiri.

Saya pun diajak ke dalam kamarnya untuk diperlihatkan apa yang dikerjakan Mas Reisal sehingga bisa menghasilkan jutaan rupiah dari internet dan komputer. Kebanyakan dari kita dalam memulai usaha memang susah jika tidak terlalu percaya dengan adanya penghasilan yang besar dari berbisnis, namun mindset saya terkuatkan ketika bertemu dengan Mas Reisal. Kita sudah dimudahkan teknologi, harusnya kita harus bisa memaksimalkan teknologi tersebut dan tidak hanya sekedar menikmatinya saja. Bahkan saya pernah menulis hal-hal yang harus dipenuhi di Indonesia menghadapi era globalisasi, salah satunya adalah jika ilmu dan teknologi terus berkembang maka akan dikhawatirkan terjadinya pemecatan massal karena tenaga mereka sudah digantikan oleh mesin dan robot-robot, untuk itu harus ada orang yang bisa memberikan mindset-mindset kewirausahaan, ketrampilan, kreatifitas agar bangsa Indonesia dapat bertahan dan dapat dipandang oleh bangsa luar. Indonesia memiliki hal yang tidak dimiliki oleh orang luar yaitu sifat keterbukaan, murah senyum, mudah bergaul, sopan, saling menghargai, saya pernah mendengar orang Perancis dan Jerman, jika mereka ingin bergaul mereka hanya bergaul yang numpang lewat saja dan teman sendiri, tidak terlalu peduli untuk memberikan pertolongan dulu.

Banyak hal yang saya dapat dari berkunjung di rumah Mas Reisal, saya akan mencoba menata kehidupan, dengan will yang kuat pastinya. Semoga jika saya memiliki orang-orang sukses atau besar, saya jadi orang besar juga. Amiin (^^)

Selasa, 13 November 2012

Pizza by Lucil

Tidak seperti dating-dating sebelumnya, kali ini ada yang berbeda. Kenapa? Karena dating kali ini dengan 2 orang bule. Bule tersebut datang dari Jerman dan Perancis. Saya sudah kenal yang Jerman, waktu itu diperkenalkan oleh teman saya Widi, bernama Ane yang sekarang sudah menjadi pacar Widi, dan yang satunya bernama Lucil dari Perancis agak lebih tua dari Ane. Mrs.Lucil baru saya kenalin ketika saya diajak nonton gratis konser piano orang Perancis lupa saya namanya, yang jelas beliau terkenal di negaranya. Sebenarnya saya tidak menjadwalkan ingin ikut atau tidak, namun waktu itu sepertinya Widi memerlukan saya untuk menemani nonton konser yang dihadiri para orang kaya atau semacamnya. Apaboleh buat tanpa pulang mandi sore saya menghadiri konser tersebut. Sewaktu pertunjukkan dimulai saya dan Widi berbisik-bisik mengomentari performa yang jarang sekali kami lihat sebelumnya, karena belum mengerti banyak,  kami meringis dan terkadang tertawa dengan suara yang bisa kami dengar sendiri. Sewaktu konser piano, Widi menikmati musik dengan mata terpejam, tidak lama kemudian Ane menegurnya dengan berbisik ke Widi "It's not good if you sleeping when the show performing!" Setelah itu  Widi membela bahwa dia terpejam karena ingin menikmatinya, ya mungkin adat mereka berbeda tapi menurut saya pribadi memang tidak baik jika kita tidak memperhatikan apa yang sedang dipertunjukkan seseorang, namun sebenarnya saya terpejam juga sih, tapi sebentar kok.

Setelah konser piano selesai, saya mencoba berfoto dengan pianist, namun waktu itu saya tidak mendapatkan fotonya seluruh badan dan tidak menghadap kamera saya, jadi hasilnya saya melihat sendiri kamera saya dan pianist terkenal itu menghadap ke arah kamera lain, apalagi ditambah dengan orang-orang yang bergerombol di depan saya yang ingin foto bersama, hilang sudah ke-esklusif-an foto bersamanya.


Tidak lama dari sesi foto-foto yang gagal, saya berunding dengan Widi, Ane, dan Lucil untuk pergi diner malam itu. Akhirnya diputuskan kami ke restaurant tersebut dengan Ane bersama Widi dan saya bersama Lucil. Ketika dalam perjalanan ternyata saya dibuat bahan candaan oleh si Ane. "Mrs.Lucil is like riding on mountain! *LOL!" Ya memang benar, kendaraan TIGER saya jok belakangnya lebih tinggi dari jok depannya, jadi kepala dan setengah badan Mrs.Lucil hampir kelihatan. Setelah berdebat Widi waktu perjalanan menggunakan motor, kami memutuskan untuk pergi ke WS alias Waroeng Steak.

Di situ kami saling tanya bagaimana adat orang Indonesia, Perancis, dan Jerman. Mulai dari cara makan orang Eropa, setelah mendengar penjelasan Mrs.Lucil, ternyata diam ketika makan itu tidak terlalu benar di adat sana, saya meluruskan bahwa mungkin hanya fiksi dalam bioskop yang saya tonton dulu berjudul Eifel I'am in Love saja. Selain menanyakan adat ketika saya mendengar Mrs.Lucil tidak terlalu suka dengan Pizza Hut. Saya jadi penasaran dan bertanya "Why you don't like Pizza Hut Mrs?" Mrs Lucil menelan makanannya dulu kemudian menjawab "Yeah because it dissapointed for me to eat pizza like that, because you know what, in France, Pizza is more complex than Pizza Hut." Saya jadi tahu kenapa orang Perancis tidak suka makanan Pizza Hut, ternyata Pizza di sana lebih lezat dan lebih komplex, mungkin kalau saya mengajak orang Bule lagi saya tidak akan mengajaknya di Pizza Hut. Saya juga bertanya apakah mereka, Mrs.Lucile dan Ane atau tepatnya orang Eropa menginginkan kulit coklat, dan mereka menjawab "Yes, and you know what in Indonesia minimart, I just find lotion with UV, I don't think we will use that, and because I'am in here I will sunbath all along day in the beach." Benar-benar terbalik ya, orang Indonesia sendiri malah ingin terlihat putih, padahal orang-orang Bule sangat menyukai ke-eksotis-an kulit orang Indonesia yang sawo matang atau hitam. Obrolan berlanjut hingga karyawan-karyawan di WS sudah berberes-beres ingin tutup Restauran, dan setelah membayar kami pun pulang.

Benar-benar menyenangkan dating dengan Bule. Kadang saya takut juga ketika Widi tidak bisa menyelesaikan kalimat dengan Bahasa Inggrisnya, benar-benar deg-deggan apakah bule-bule tersebut mengerti, namun Mrs.Lucil dan Ane orang yang baik mau menerima kami apapun kita waktu itu. Yah supaya tidak malu-maluin mungkin saya akan banyak-banyak nonton Youtube yang berbahasa Inggris, biar lancar, hehehe. (^^)

Jumat, 26 Oktober 2012

Arah Baru by Ibu

Idul Adha telah tiba, pastinya umat muslim di seluruh dunia senang sekali. Benar-benar bersyukur kepada Allah SWT telah memberikan nikmat dan karunia-Nya hingga hari ini. Pagi ini saya sholat ied dengan ibu saya. Selama menuju perjalanan ke Masjid yang berada dekat dengan rumah saya, ibu memberi nasehat singkat namun powerful. Nasehatnya yaitu "Jangan lewati lagi arah sewaktu kamu masuk, setelah selesai sholat lewati arah yang baru yang belum pernah kamu lewati." Hal seperti itu mengingatkan saya kembali sewaktu masa SD, namun kurang pengamalannya, kadang tahun-tahun sebelumnya saya masih melewati arah yang sama. Hari ini saya mendapat pencerahan dari Ibu saya, terima kasih Ibu. Mungkin ini pertanda juga, saya tidak bisa kembali ke masa lalu, namun saya bisa melanjutkan ke arah yang baru yang penuh belokan, entah itu akan bertemu kembali dengan dirinya atau tidak, jadi bukan melupakan, hanya pasrah kepada Allah, dan semoga Allah menunjukkan jalan yang benar. Ammiinn.

Rabu, 24 Oktober 2012

Lulus by Bagus

Malam ini, saya, Kang Saef, dan Bro Adi mengadakan gathering, tapi ada sesuatu yang beda. Yang beda adalah kehadiran Bro Bagus, Burhano, dan Aldi. Kami gathering di belakang Gedung Telkom, tepatnya di kucingan remang-remang. Sewaktu gathering, Bro Aldi memberikan pertanyaan ke Bro Bagus. Apa perbedaan Selesai dan Lulus? Namun karena lama menjawab, Bro Bagus memotong pembicaraan dengan jawaban "Kalau Lulus sudah pasti selesai." Entah kenapa itu maknanya dalam sekali, banyak yang nyebut Bro Bagus tuh pakar filosofi. Gak heran dia dipanggil seakan lebih tua dari kita yang sudah tua, malah kadang yang sudah berumur kadang masih kelihatan masih SMA, seperti sewaktu dulu Si Pras kenalan dengan wanita SMA, dia dikira masih SMA, mungkin faktor face juga, yang masih babyface.

Selasa, 23 Oktober 2012

KW by Putri

Kemarin Senin Malam, Saya, Kang Saef, dan Putri nongkrong di kafe Onyx. Dulu kafe Onyx sempet ada juga di depan kampus saya, namun selama 3 setengah tahun saya tidak pernah ke situ. Pada hari itu, akhirnya kesampaian juga ngobrol dan sharing di kafe Onyx. Banyak yang harus diselesaikan urusan dan masalah pada waktu itu, saya memberi Kang Saef sebuah sertifikat yang saya janjikan dan Putri mengembalikan payung saya.

Kita banyak sharing tentang masa depan dan cinta. Agak sedikit percekcokan antara Putri dan Kang Saef, namun saya bisa menengahinya, dan suasana kembali reda. Saya pun bercerita tentang kenapa saya suka dengan orang Jepang atau Bule, dan ternyata Putri juga pernah mengalaminya. Putri memberi advice kepada saya cara untuk move on dari orang Bule. Dia bilang, "Cari KW nya saja di Indonesia kan banyak Jo." Iya benar juga, namun untuk jatuh cinta lagi itu rasanya agak susah untuk saat-saat ini. Yah semoga kelak saya dipertemukan orang yang mirip entah itu dalamnya atau luarnya, namun seiman dengan saya :-). Amiin..

Jumat, 19 Oktober 2012

Magnet by Adhi

Kalau pencinta film sudah bertemu dalam suatu tempat, yang namanya film itu tidak akan berhenti untuk dibahas! Hari Jumat ini saya pergi ke kossannya Bro Adhi. Dia adalah salah satu teman Semarang Lair saya yang tingkat kesukaannya pada film sudah tingkat Pro. Kami saling menukar koleksi film dan sharing-sharing tentang passion. Ketika ditemui Bro Adhi sedang tidak enak badan karena sembelit, sedikit-sedikit dia pergi ke kamar mandi.

Setelah sudah cukup enakan badannya, Bro Adhi sharing materi kepada saya yaitu tentang filosofi Magnet. Magnet itu dulunya adalah besi biasa. Besi yang sudah mengalami proses akan menjadi magnet jika mengalami banyak fase, seperti diberi aliran listrik, digesek-gesek, dan lain sebagainya. Setelah menjadi magnet, benda-benda yang didekatnya akan menempel dengan erat. Dari situ bisa diambil pelajaran, kalau kita terus berusaha dan tetap berkomitmen apa yang kita sudah minati, maka secara tidak langsung kamu akan didekati banyak orang, karena kamu sudah mempunyai kehidupan yang menarik. Daripada kita susah-susah untuk menarik orang agar mereka tertarik kepada kita, lebih baik kita membangun diri kita dengan baik, agar kehidupan kita menarik bagi orang-orang di sekitar kita.

Yah seperti itulah yang saya pelajari hari ini, orang-orang di sekitar kita pasti memiliki filosofi-filosofi yang menarik bagi kita untuk maju.

Malam sudah datang, setelah adzan isya saya pulang ke rumah, karena juga sudah ditelpon oleh Ibu. Akhirnya saya pulang membawa pulang film-film yang diberi oleh Bro Adhi. Senang sekali, koleksi Ocean Trilogy sudah lengkap, saya tidak sabar untuk menontonnnya kembali. (^^)

Selasa, 16 Oktober 2012

Perahu Kertas by Kang Saef

Seminar lagi dan seminar lagi, itulah yang selalu saya lakukan untuk menambah waktu sibukku. Seminar kali ini diadakan oleh temanku, Arizky, dia menjadi ketua panitia. Bangga sekali punya teman seperti Arizky. Dia yang telah menggratiskan saya masuk ke seminarnya (lagi-lagi gratis hehehe). Saya hanya pergi sendirian di seminar itu. Saya duduk di antara 2 bangku kosong. Di sebelah kiri setelah bangku kosong ada wanita cantik. Tidak seperti biasanya, saya yang biasa berkenalan dengan banyak orang apalagi wanita, pada waktu itu saya hanya diam dan tenang saja. Mungkin efek si Rina masih ada, makanya begini hahaha. Hingga akhir pun saya hanya diam, setelah itu saya lapar.

Saya sms Kang Saef untuk memastikan apakah dia masih di kosannya. Ternyata masih, ya sudah saya langsung ke kosannya untuk makan siang di situ. Di situ kita curhat sambil makan siang, namun Kang Saef tidak makan, sudah makan katanya. Di salah satu curhat itu terdapat filosofi yang bagus tentang Perahu Kertas. Jadi ketika ada teman kita wanita atau pria sedang galau menentukan siapa yang paling berhak mendapatkan cintanya dari 2 pilihan. Perahu kertas ibarat mereka yang sedang jatuh cinta dengan kamu dan airnya adalah kamu. Kemudian kita biarkan waktu berjalan, dan nantinya kita bisa melihat siapa yang paling kuat bertahan, kalau perahunya masih di atas berarti dia layak mendapatkan cintamu dan bisa berlabuh ke pulau, dan pulau itu bernama kebahagiaan. Saya benar-benar terpukau dengan filosofi perumpamaan yang dibuat oleh Kang Saef. Saya tanya apakah Kang Saef pernah menonton bioskop Perahu Kertas, dia bilang belum. Jadi penasaran, apakah sama filosofinya Kang Saef sama dengan filosofi yang di bioskop.

Senin, 12 Desember 2011

Kenali Raharjo

Siapakah Raharjo?

Sebenarnya nama lengkap saya adalah Ricky Raharjo. Saya sering dipanggil Jojo oleh teman-teman sejak SMP hingga sekarang.

Saya lahir tanggal 29 Juni 1990 di Kota Semarang. Pendidikan terakhir saya adalah D3 Akuntansi. Pernah TK 0 kecil tapi tidak pernah merasakan 0 besarnya, jadi langsung melompat ke kelas 1 SD.

Apa yang Raharjo lakukan?

Saya sekarang bekerja sebagai akuntan di Suzuki. Kalau kegiatan waktu luang sih banyak tapi sebagian besar saya habiskan dengan menulis blog, dan berfoto-foto.

Kenapa namanya On The Way Raharjo?

Blog ini saya juduli On The Way Raharjo, karena mempunyai makna "Raharjo" (nama marga) biasa untuk panggilan dewasa atau kehormatan dan "On The Way" yang berarti menuju, jadi Menuju Kedewasaan yang Terhormat. Dewasa itu matang, dan matang itu baik, jadi menuju jalan yang lebih baik juga bisa. Itu konsep awal dari terlahirnya blog OTWR ini.

Semoga anda betah membaca-baca artikel yang ada di blog saya ini. Saya Ricky Raharjo, terima kasih.