""'>
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Maret 2013

Meet International Volunteer!

Setelah ekspedisi menemukan Rina berakhir. Saya jadi kenal dengan namanya Kayo dan teman-teman Jepangnya di Tegalrejo, saya memutuskan mengikuti seminar yang mereka adakan. Acara ini berkaitan tentang kepedulian anak-anak. Diskusi Internasional ini dihadiri Indonesia, Jepang, Perancis, dan Jerman. Saya hadir di situ dengan teman saya Kang Saef.

Kali ini saya akan memperlihatkan video Kayo, teman-teman Jepang, dan IIWC yang sedang menampilkan tarian khas Jepang, yaitu Soran Bushi. Silakan tonton klip berikut ini.

Jumat, 08 Februari 2013

Meet So Young!

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya saya menetapkan kebiasaan baru yaitu jalan-jalan setiap hari Minggu pada saat Car Free Day. Kenapa? Karena, dulu saya bertemu dengan seorang wanita yang sangat istimewa. Dia adalah wanita dari Jepang yang mengikuti kegiatan kerelawanan di Semarang ini. Salah satu anggota IIWC, namanya adalah Rina Sakakura. Dia yang membuat hari Minggu menjadi hari yang special untuk dinikmati, selain untuk merefresh pikiran, kemungkinan juga bisa bertemu dengan orang baru. Makanya saya beranggapan jika saya mengikuti Car Free Day di setiap hari Minggu, barangkali saya bisa bertemu dengan dia lagi.

Ketika saya bertemu dengan Rina, saya mengerti rasanya move on. Jatuh cinta lagi adalah salah satu cara paling ampuh saya untuk move on. Jika kita pernah dikecewakan namun masih mengharapkan, lebih baik segeralah bertemu dengan orang-orang baru, dan dapatkan sendiri sensasi itu. Salah satu sensasi yang saya dapat adalah, ketika saya bertemu dengan Rina, ketika itu pula saya sedang melupakan ulang tahun seorang mantan gebetan dulu yang membuat saya susah move on. Maksud saya, benar-benar lupa! Susah untuk mendeskripsikannya karena saking senangnya bisa move on!

Semenjak kejadian bulan September itu, sebenarnya saya masih mengharapkan balasan dari Rina Sakakura. Saat-saat itu dan sampai bulan Januari ini, bisa dibilang saya susah move on lagi. Saking merindukannya saya pasang fotonya di dekstop HP BB saya, agar selalu mengingat senyumannya itu. Saya suka senyumannya.

Hari di mana saya bisa move on tiba lagi. Car Free Day lalu, saya bertemu dengan wanita dari Korea. Jadi waktu itu mereka sedang menjualkan produk tanaman bakau berupa kue dan puding. Saya awalnya tanya yang orang Indonesia dulu, dengan memulai percakapan "Dari IIWC ya?". Lalu saya ngobrol sebentar, dilanjutkan perkenalan dengan wanita korea itu.


Yang berkacamata namanya So Young, dan satunya lagi namanya Ye Won. Saya ngobrol dengan topik yang keluar dari kepala saya saja. Saya menanyakan "Do you know Kim Nam Gil?". Oh ternyata malah mereka juga ngefans dengan aktor tersebut. Saya bilang saya suka dengan penampilannya, sampai-sampai saya merawat kumis saya agar terlihat seperti Kim Nam Gil (^^). Tak lama dari situ saya meminta untuk difotokan. Ternyata bukan saya saja yang meminta foto, So Young juga ingin difotokan dengan kameranya (^^). 

Kemudian saya bertukar e-mail dengan So Young agar nanti bisa di-tag di facebooknya. Setelah permintaan pertemanan So Young sudah saya kirim, Ye Won tiba-tiba ingin di-add juga. Ye Won agak susah dalam menekan keyboard di HP saya, kemudian saya bantu untuk menuliskannya. Terlalu lama menuliskannya, gerombolan IIWC sudah mulai jalan lagi untuk menjualkan produk tanaman bakau tersebut. Akhirnya seadanya saja saya mendapatkan e-mail Ye Won. Waktu di-add pun tidak bisa. Yah dalam hati sih nanti juga bisa saya kirimkan permintaan pertemanan melalui teman yang samanya si So Young.

Setelah hari itu, approve-approvean facebook terjadi. Kita chattingan langsung malam itu. Dia tanya kepada saya apakah tahu tentang Bali? Bukan dia yang mau ke Bali, tapi teman koreanya 1 lagi tapi lupa namanya siapa. Dia ternyata belum pulang ke Korea, masih melakukan voluntering di Semarang. Foto profilnya So Young saja belum dipasang, apakah orang-orang Bule baru membuat facebook setelah tahu Indonesia?

Selasa, 13 November 2012

Pizza by Lucil

Tidak seperti dating-dating sebelumnya, kali ini ada yang berbeda. Kenapa? Karena dating kali ini dengan 2 orang bule. Bule tersebut datang dari Jerman dan Perancis. Saya sudah kenal yang Jerman, waktu itu diperkenalkan oleh teman saya Widi, bernama Ane yang sekarang sudah menjadi pacar Widi, dan yang satunya bernama Lucil dari Perancis agak lebih tua dari Ane. Mrs.Lucil baru saya kenalin ketika saya diajak nonton gratis konser piano orang Perancis lupa saya namanya, yang jelas beliau terkenal di negaranya. Sebenarnya saya tidak menjadwalkan ingin ikut atau tidak, namun waktu itu sepertinya Widi memerlukan saya untuk menemani nonton konser yang dihadiri para orang kaya atau semacamnya. Apaboleh buat tanpa pulang mandi sore saya menghadiri konser tersebut. Sewaktu pertunjukkan dimulai saya dan Widi berbisik-bisik mengomentari performa yang jarang sekali kami lihat sebelumnya, karena belum mengerti banyak,  kami meringis dan terkadang tertawa dengan suara yang bisa kami dengar sendiri. Sewaktu konser piano, Widi menikmati musik dengan mata terpejam, tidak lama kemudian Ane menegurnya dengan berbisik ke Widi "It's not good if you sleeping when the show performing!" Setelah itu  Widi membela bahwa dia terpejam karena ingin menikmatinya, ya mungkin adat mereka berbeda tapi menurut saya pribadi memang tidak baik jika kita tidak memperhatikan apa yang sedang dipertunjukkan seseorang, namun sebenarnya saya terpejam juga sih, tapi sebentar kok.

Setelah konser piano selesai, saya mencoba berfoto dengan pianist, namun waktu itu saya tidak mendapatkan fotonya seluruh badan dan tidak menghadap kamera saya, jadi hasilnya saya melihat sendiri kamera saya dan pianist terkenal itu menghadap ke arah kamera lain, apalagi ditambah dengan orang-orang yang bergerombol di depan saya yang ingin foto bersama, hilang sudah ke-esklusif-an foto bersamanya.


Tidak lama dari sesi foto-foto yang gagal, saya berunding dengan Widi, Ane, dan Lucil untuk pergi diner malam itu. Akhirnya diputuskan kami ke restaurant tersebut dengan Ane bersama Widi dan saya bersama Lucil. Ketika dalam perjalanan ternyata saya dibuat bahan candaan oleh si Ane. "Mrs.Lucil is like riding on mountain! *LOL!" Ya memang benar, kendaraan TIGER saya jok belakangnya lebih tinggi dari jok depannya, jadi kepala dan setengah badan Mrs.Lucil hampir kelihatan. Setelah berdebat Widi waktu perjalanan menggunakan motor, kami memutuskan untuk pergi ke WS alias Waroeng Steak.

Di situ kami saling tanya bagaimana adat orang Indonesia, Perancis, dan Jerman. Mulai dari cara makan orang Eropa, setelah mendengar penjelasan Mrs.Lucil, ternyata diam ketika makan itu tidak terlalu benar di adat sana, saya meluruskan bahwa mungkin hanya fiksi dalam bioskop yang saya tonton dulu berjudul Eifel I'am in Love saja. Selain menanyakan adat ketika saya mendengar Mrs.Lucil tidak terlalu suka dengan Pizza Hut. Saya jadi penasaran dan bertanya "Why you don't like Pizza Hut Mrs?" Mrs Lucil menelan makanannya dulu kemudian menjawab "Yeah because it dissapointed for me to eat pizza like that, because you know what, in France, Pizza is more complex than Pizza Hut." Saya jadi tahu kenapa orang Perancis tidak suka makanan Pizza Hut, ternyata Pizza di sana lebih lezat dan lebih komplex, mungkin kalau saya mengajak orang Bule lagi saya tidak akan mengajaknya di Pizza Hut. Saya juga bertanya apakah mereka, Mrs.Lucile dan Ane atau tepatnya orang Eropa menginginkan kulit coklat, dan mereka menjawab "Yes, and you know what in Indonesia minimart, I just find lotion with UV, I don't think we will use that, and because I'am in here I will sunbath all along day in the beach." Benar-benar terbalik ya, orang Indonesia sendiri malah ingin terlihat putih, padahal orang-orang Bule sangat menyukai ke-eksotis-an kulit orang Indonesia yang sawo matang atau hitam. Obrolan berlanjut hingga karyawan-karyawan di WS sudah berberes-beres ingin tutup Restauran, dan setelah membayar kami pun pulang.

Benar-benar menyenangkan dating dengan Bule. Kadang saya takut juga ketika Widi tidak bisa menyelesaikan kalimat dengan Bahasa Inggrisnya, benar-benar deg-deggan apakah bule-bule tersebut mengerti, namun Mrs.Lucil dan Ane orang yang baik mau menerima kami apapun kita waktu itu. Yah supaya tidak malu-maluin mungkin saya akan banyak-banyak nonton Youtube yang berbahasa Inggris, biar lancar, hehehe. (^^)

Minggu, 14 Oktober 2012

Meet with Foreign Tourist is Great!

Pagi hari tadi, saya mengajak sahabat saya Yopi untuk Car Free Day. Car Free Day diadakan setiap seminggu sekali pada Minggu pagi. Jarang-jarang Yopi ikut Car Free Day, soalnya malas juga untuk membangunkannya dan tidak enak juga mengganggu waktu tidurnya. Tapi kali ini Yopi diberi tugas, entah itu tugas dari dosennya atau dari luar. Biasanya saya ke acara Car Free Day dengan sahabat saya Saef. Saya akhir-akhir ini sering bangun pagi-pagi untuk mengikuti event ini. Pada waktu sekitar 1 setengah bulan yang lalu, saya bertemu dengan Wanita Jepang bernama Rina Asakura. Kami berbicara banyak tentang movie, adat, harga tiket, dan masih banyak lagi. Ada 1 yang membuat saya teringat ketika kami sedang mengobrol.

Rina : "Do you ever been to Japan?" dengan mata yang antusias dia bertanya kepada saya.

Jojo : "No..., but I really want to go Japan!" jawab dengan penuh semangat.

Rina : "That's good to hear, then go to Japan." tersenyum dan menatapku dalam.

Seketika semuanya menjadi lambat, mata kita saling bertemu, entah kenapa wajahnya bersinar dengan terangnya, apakah ini yang dinamakan jatuh cinta lagi.

Bersambung, saya akan bercerita tentang pertemuan saya dengan Rina lagi, karena panjang ceritanya hehehe. (^^)

Sejak saat itulah saya suka bangun pagi dan mengikuti Car Free Day.

Tadi saya bertemu dengan wanita tua dari Canada. Dia mengobrol dengan saya karena saya duduk di sampingnya. Dia datang dengan teman-temannya, tidak hanya Canada sepertinya dan mereka tinggal di rumah orang Indonesia yang sudah berumur juga. Mereka datang untuk menikmati makanan khas Indonesia, suhu udaranya, tempat wisatanya, dan lain-lain. Dia ternyata menyukai sate, yellow rice (nasi kuning), dan coconut ice (es kelapa muda). Es kelapa muda sangat susah dicari di Canada, karena tidak setiap minggu diproduksi mengingat suhu di sana juga dingin, minus 30 (kalau saya tidak salah dengar dari percakapan sih).



Dari situ saya menangkap, kita harusnya bangga menjadi bangsa Indonesia, karena kekayaan kuliner, alam, bahkan suhu udaranya yang membuat orang asing tertarik untuk ke Indonesia. Saya berharap sih orang asing itu mempunyai blog, atau socialmedia dan memberitahukan bahwa Indonesia itu adalah salah satu tempat yang harus dikunjungi sebelum anda mati.