""'>
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 September 2013

Wawancara "Bukan Empat Mata"

Hai, saya Ricky Raharjo, terima kasih sudah menunggu saya untuk menerbitkan 1 postingan baru. Kadang saya berpikir, saya ikut 30 hari ini kayaknya hasilnya jadi tergesa-gesa gitu. Alhamdulillah bisa sampai postingan yang ke 21 ini, padahal itu tidak diplanning lho. Dan juga tahu tidak dibalik saya menulis ini, saya selalu menuliskannya 1 jam sebelum hari esok. Dan kenapa saya menulis paragraf pertama dengan kabar saya, ya yang pertama karena ini blog personal saya, dan kedua buat nambah-nambahi tulisan aja, hehe (^^).

Sabtu, 31 Agustus 2013

Bukan Magang Biasa

Hari itu, sangat membosankan. 6 mahasiswa cowok dari UNDIP, 3 dari perpajakan dan 3 dari akuntansi sedang ngobrol seadanya lantaran tidak diberi tugas. 3 siswa SMK, 2 cewek, dan 1 cowok selalu saja disibukkan dengan tugas dari Kepala Akuntansi PT. Kereta Api Indonesia DAOP 4 itu. Keadaan itu sudah 2 minggu berjalan, tanpa ada perkembangan untuk bergerak menyentuh pembuatan Tugas Akhir saya.

Jumat, 30 Agustus 2013

Hati - Hati Dengan Sugesti!

Hai, saya Ricky Raharjo. Malam yang dingin ini (ya karena hujan) saya akan meneruskan komitmen ngeblog 30 hari saya. Kemarin adalah postingan saya yang ke-13. Semoga baik-baik saja ke depannya. Kadang banyak yang bilang itu adalah angka sial tapi sebenarnya itu hanyalah sugesti yang dibesar-besarkan, menurut saya. Well, hari ini akan saya ceritakan pengalaman saya waktu saya mengidap sugesti yang berlebihan.

Selasa, 20 Agustus 2013

Terima Kasih Mba Mega!

Hai, ketemu lagi dengan saya Ricky Raharjo. Waktu cepat sekali ya, sudah malam saja hari ini. Maaf baru sempat online untuk meneruskan komitmen 30 hari ngeblognya, itu dikarenakan komputer saya telah kembali (^^), ya walaupun VGA nya belum digantikan yang baru, but still I can online and blogging for my beloved readers, and it's you.

Minggu, 18 Agustus 2013

Namatin TEKKEN 5

Halo bertemu lagi dengan saya Ricky Raharjo. Walau komputer masih dirawat di tukang service, ngeblog tetap jalan dong (^^). Yap, sekarang saya berada di warnet @home, warnet terkenal di dekat rumah saya. Tempatnya enak, terus tukang parkirnya juga baik, suka cerita pula, makanya saya selalu prioritaskan dulu datang ke warnet ini. Memang agak berbeda ngeblog di rumah dengan di warnet, jadi lebih fokus karena argo / tarif terus bergerak semakin mahal. Ya bersyukur saja sih bisa internet di rumah, bisa sepuasnya berkreasi, dan mengembangkan diri.

Jumat, 16 Agustus 2013

Master of Sepeda Lambat

Selamat pagi pembaca setia saya! Berhubung hari ini adalah hari Kemerdekaan Indonesia, saya mengucapkan MERDEKA! Tidak sedikit juga yang bilang bahwa Indonesia (belum) MERDEKA di timeline twitter saya. Kalau menurut saya sih, masih bisa bangun di pagi hari lalu sarapan pada 17 Agustus 2013 ini, saya sudah merasa MERDEKA. Bangsa yang besar pastinya dimulai dari yang kecil, dan yang kecil itu adalah setiap insan bangsa Indonesia. Insya Allah kalau masyarakatnya sudah merasa MERDEKA, Indonesia pasti bisa MERDEKA. Seperti yang Presiden Soekarno dulu bilang “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”, maka dari itu mari mulailah MERDEKA dari diri sendiri yang dapat memunculkan dampak positif bagi sesama bangsa Indonesia.

Rabu, 17 Juli 2013

Zaman Mercon

Saya merasakan ada yang ganjil pada awal Ramadhan bulan Juli ini. Pagi itu, saya tidak melihat kertas-kertas berserakan di sepanjang jalan Tlogosari. Bukan sembarangan kertas. Kertas itu adalah uraian dari mecon yang sudah meledak. Biasanya mercon-mercon ini dimainkan banyak anak-anak di daerah kami. Ya mungkin zaman sudah berubah ke arah yang lebih baik, atau mungkin ke arah yang membosankan?

Senin, 15 Juli 2013

The Rise of Komting Jojo

Perkenalkan nama saya...., Ricky. Sering dipanggil Jojo oleh teman-teman dulu. Nick name yang sudah turun-temurun dari SMP yang sudah melewati 2 kali penyaringan, dari Jo menjadi Jojo. Saat saya SD sampai SMA belum pernah merasakan / menjabat menjadi seorang pemimpin / ketua suatu organisasi akademik ataupun non akademik.

Pada waktu kuliah semester 2, saya ditunjuk oleh Dosen SIA (Sistem Informasi Akuntansi) untuk menjadi ketua kelas mata kuliahnya. Saya baru mendengar jabatan ini seumur hidup saya, hari itu saya diangkat menjadi Komting, Komting Jojo.

Saya tidak menyangka ternyata beliau menunjuk saya sebagai komting. Saya kira orang yang duduk persis di depan bangku saya itu, padahal dia sudah percaya diri mengacungkan tangan. Nama saya dipanggil oleh Pak Kolidin (Dosen SIA). "Bukan kamu, itu yang di belakang kamu, Si Jojo maksudnya.", tunjuk Pak Kolidin kepada saya. Mendengar itu saya langsung dilihatin oleh banyak mahasiswa di dalam kelas itu. Saya langsung berbenah diri dalam seketika, dan bersikap layaknya James Bond, lalu menjawab, "Ehem, ya?". "Kamu yang jadi Komting ya Jo, siap?!", tanya Pak Kolidin. "Sia..p, Pak..", jawaban yang agak ragu seperti Nobita mau dibully sama Giant. Entah mimpi apa, saya diangkat menjadi Komting oleh Dosennya langsung. Mungkin ini saatnya saya berubah, HENSHIN! Jojo berubah menjadi...., Komting Jojo! (Backsong : Digimon Adventure - Evolution Theme - Brave Heart).

Powered by mp3skull.com

Nama saya dipanggil karena sebenarnya Dosennya sudah mengenal dekat dengan saya pada semester sebelumnya. Saking dekatnya, beliau membesar-besarkan saya dengan bilang, "Dia yang mengajarkan saya tentang cinta, atau gaet cewek", padahal dulu hanya sharing tentang ilmu photoshop saja dengan Pak Kolidin. Dari situ, muncullah rasa kepemimpinan yang perlahan mengalir ke semua jiwa dan raga saya, untuk mengerti apa tugas seorang pemimpin sebenarnya.

Kadang saya merasa bersalah jika ada teman saya yang tidak datang lantaran jadwalnya tabrakan. Karena hal itu, setiap Pak Koldin menetapkan hari apa mengajarnya, saya pasti selalu konfirmasi dulu kepada teman-teman. Seperti dari sms ke semua teman sekelas, dari mulut ke mulut, dan kadang saya pernah membuat voting langsung di depan kelas menggunakan papan tulis sesudah pelajaran Pak Kolidin selesai.

Karena zamannya facebook notes masih ngetren waktu itu, saya gunakan fitur itu untuk memberitahukan perubahan jadwal dan semacamnya kepada semua teman sekelas saya. Ya dengan cara mengetag ke facebook teman-teman, tentang jadwal perubahan. Awalnya fitur yang saya gunakan ini kurang efektif, dan yang membaca sedikit.

Saya pun mencoba menerapkan cerita lucu atau gaje dalam notes facebook tersebut. Jadi konsepnya, di dalam cerita yang saya buat itu, nantinya dikait-kaitkan dengan jadwal pindah kelas yang sudah teman-teman tentukan. Berikut adalah salah satu contoh catatan pemberitahuan jadwal pindah kelasnya, dan waktu itu saya memang dikerjain teman saya, dikira saya suka sama sesama jenis, melalui foto yang didubing oleh teman saya, dan ditag semua. Untung itu teman baik saya sendiri yang upload fotonya.

Hits Terbaru Komting SIA

Di tengah-tengah banyaknya gosip tidak sedap yang menerpa Komting Jojo, tidak menjadi kendala bagi Komting Jojo untuk tetap exist di dunia Hot Thread Fb. Pada saat ditemui oleh wartawan, Komting Jojo memberikan klarifikasi sebagai berikut:


“Memang banyak asumsi yang mengatakan foto itu akan mengganggu perkuliahan SIA, namun yakinlah foto itu tidak akan menghalangi Kuliah SIA, saya berani bahwa itu hanya rekayasa oleh pihak yang tidak suka dengan Komting Jojo, saya berani membuktikan dengan didampingi Roy Suryo (pakar telematika) untuk membuktikan bahwa Saya dan Azka tidak bilang seperti yang digosipkan." Kata Komting Jojo dengan tegas, Senin, 21 Juni 2010.



Untuk mengembalikan popularitasnya Komting Jojo akan merilis album terbarunya.
Selama ini diam-diam Komting Jojo sedang menyiapkan album terbarunya. Album terbarunya berisi tentang semua hal yang pernah diajarkan oleh Pak Kolidin after mid.

Berisi tentang 3 hal :
1. SIA S PEMBELIAN
2. SIA SISTEM PENGAJIAN DAN PENGUPAHAN
3. prosedur pengawasan dan sistem biaya


Masih beredar di kalangan yang memiliki hubungan kerabat, dengan menggunakan *perangkat keras kalian bisa mendapatkan Hits Terbarunya.

Bukan hanya itu, pada Selasa (22 Juni 2010) besok Pak Kolidin akan memberikan 2 hal lagi yang katanya akan menjadi bahan untuk ujian besok, dan akan diserahkan kepada saya.

Maka dari itu dari semua bahan-bahan ujian yang dikumpulkan akan menjadi album berjudul

<b>"The Best of Kisi-Kisi SIA"</b>

yang akan launching pada
hari Rabu (23 Juni 2010) Pk. 10.00 WIB. di fotokopi Citra

sebagai fotokopi yang bisa dipercaya. Jika ingin mendapatkannya, kalian cukup bilang
Kisi-kisi SIA Komting Jojo Pak Kolidin


Lalu setelah mewancarai tentang bahan-bahan apa saja yang akan keluar pada ujian besok, Komting Jojo juga menyampaikan sepatah/2 kata : "Jangan lupa Tugas Laporan KKL nya ditumpuk, kalo ga numpuk ya ga dapat nilai plus, dikumpulkan pada saya pada waktu Ujian SIA!"

catatan :
- * perangkat keras : bukan Palu melainkan seperti Flashdisk, atau perangkat - - yang bisa menyimpan data.
- yang digaris bawahi = Penting!
- tolong disebarkan ya ke teman-teman yang lain infonya....


>>>>>>>>>>>>>>>>update 29 juni 2010
numpuk tugas KKL nya stlah ujian SIA ya, yg akuntansi pajak maupun KS juga harus mengumpulkan.
brti tgl 1 juli 2010(hari kamis) di dkt ruang pengelola.



░█░░░█░█░░█░█▀▀░░░░▀█▀░█░█░█░▄▀▀░ ░█░░░█░█░░█░█░░░░░░░█░░█░█░█░█░░░ ░█░░░█░█░█░░█░░░░░░░█░░█░█░█░█░░░ ░█░░░█░█░█░░█░░░░░░░█░░█░█░█░█░░░ ░█░░░█░█▀░░░█▀░░▄▄░░█░░█▀█░█░░█░░ ░█░░░█░█░█░░█░░░░░░░█░░█░█░█░░░█░ ░█░░░█░█░░█░█░░░░░░░█░░█░█░█░░░█░ ░█▄▄░█░█░░█░█▄▄░░░░░█░░█░█░█░▄▄▀░ ◈☻◈☻◈☻◈☻◈☻◈☻◈☻◈☻◈☻◈☻◈☻◈☻◈



-Best Regards Komting Jojo- 
 Link Notes FB (yang lainnya masih banyak, namun entah kenapa setelah dibaca pas udah gede gini jadi malu rasanya untuk share (=^_^=) ).

Dari situ, banyak komentar berdatangan, ada yang responnya, "Siap laksanakan!", ada juga yang bilang "Jo, kamu salah jurusan deh kayaknya, jadi penulis aja Jo!", tidak sedikit juga yang bilang, "Selamat Jo, anda resmi menjadi alay". Well, walau begitu saya terima saja sebagai candaan saja. Saya tetap menulis info itu melalui tambahan cerita, sampai selesai memimpin kelas itu.

Tidak menyangka di semester berikutnya, di mata kuliah dan dengan dosen yang lain pula, saya dipilih menjadi komting lagi oleh teman-teman saya. Itulah kekuatan media social yang pernah saya rasakan. Karena itu pulalah saya jadi percaya diri mendapatkan teman di tempat kuliah saya, hingga wisuda pun saya masih dekat dengan teman-teman, contohnya seperti ini.


Saya Ricky Raharjo, terima kasih.

- BEST REGARDS KOMTING JOJO -

Sabtu, 13 Juli 2013

The Broken of Kereta TK

Waktu kecil, ketika masih anak TK-an, ada kejadian yang selalu saya ingat sampai sekarang ini, selain digigit sama monyet.

Saat itu adalah saatnya liburan bersama. Ada teman-teman TK saya, ada Ibu saya beserta orang tua murid lainnya, dan ada guru yang mengikuti acara itu. Kita akan menggunakan kereta pasar malam (yang ada roda mobilnya gitu) untuk mengelilingi Simpang Lima dari TK kita. Jaraknya lumayan jauh, sekitar 5 km, bolak-balik jadi 10 km.

Sebelum menaiki saya kelilingi dulu kereta itu. Ini mungkin kereta pasar malam yang sangat panjang, yang pernah saya temui! Setelah sibuk mencari-cari tempat yang cocok, ternyata bangku di depan sudah terisi semua. Tinggal bangku paling belakang yang masih kosong. Akhirnya saya duduk bersama Ibu saya dan saling berhadapan dengan teman TK saya dan orang tuanya. Mungkin model yang berhadap-hadapan gini sudah jarang ditemui sekarang (kayaknya / jarang lihat lagi sih).

Antar gerbong disambungkan oleh sebuah pengait besi yang menyerupai pancing, atau senjata yang biasa digunakan Captain Hook di dongeng Peter Pan. Itulah salah satu yang membuat saya khawatir dari semua bagian kereta itu. But show must go on! Kereta pelan-pelan melaju meninggalkan TK PGRI, tempat saya belajar dan bermain. Selama perjalanan kami bernyanyi bersama-sama. Suasana menjadi ceria seketika, apalagi ketika memutari Simpang Lima yang sangat luas itu.

Perjalanan hampir selesai dan kereta akan sampai di TK PGRI sebentar lagi. Untuk bisa memarkirkan kereta tepat di depan TK, kereta pun memutar di bundaran jalan raya. Bundaran itu, benar-benar bundar dan agak curam di pinggir jalannya. Suasana menjadi mencekam, saya bingung melihat orang-orang pada teriak. Ternyata gerbong kereta putus dari tengah sampai ke bagian gerbong paling belakang. Dan di belakang itu ada saya, Ibu, dan lainnya.

Orang-orang yang berada di depan gerbong saya, melompat dan ke luar menyelamatkan diri dari bahaya gerbong akan menabrak sesuatu. Ibu saya juga meninggalkan saya waktu itu. Tapi karena tidak tahu apa-apa, dan merasa masih aman-aman saja, saya masih tinggal di gerbong itu sendirian. Gerbong itu jatuh ke pinggiran, tepat di depan bengkel seperti las-lasan. Saya sangat bersyukur masih diberi umur panjang, untung tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terima kasih Ya Allah atas perlindungan-Mu. Saya berpikir pasti ini juga doa dari Ibu saya, yang ingin anaknya tetap hidup.

Suasana sangat ramai, banyak orang yang melihat gerbong putus yang di dalamnya masih ada saya. Ibu langsung menggendong saya dari gerbong putus itu. Setelah saya bisa ke luar dari gerbong itu, segera ibu menggunakan angkot untuk pulang ke rumah. Kemudian, Ibu langsung menenangkan saya walau sebenarnya tidak apa-apa. Terima kasih Ibu, atas semuanya.

Selasa, 25 Juni 2013

Monyet Juga Monyet

Sangat diperbolehkan untuk mencoba berkomunikasi dengan binatang, tapi jangan kelewatan seperti saya ini. Waktu saya duduk di kelas 2 atau 3 SD, saya pernah mengalami hal yang pernah dilihatkan di "THE WORLD AMAZING VIDEO", ya atau acara semacam itulah, tahu kan yang banyak cuplikan-cuplikan yang mencengangkan kita.

Hari itu saya sedang pulang dari sekolah menaiki sepeda. Ketika hampir sampai rumah, ban saya bocor. Saya melihat ada tukang tambal ban tidak jauh dari situ. Saya akhirnya meminta untuk menambalkan ban saya kepada tukangnya.

Tempat tambal ban itu berdekatan sekali dengan rumah yang agak besar (penglihatan waktu kecil). Biasanya kita melihat rumah-rumah besar dikelilingi penjaga kalau tidak satpam ya binatang, dan binatangnya itu anjing, namun di rumah ini beda. Di depan pagar rumah itu ada monyet dirantai lehernya yang sedang duduk memakan sesuatu.

Saya perhatikan terus cara mengunyah monyet tersebut. Sambil mengunyah-ngunyah, monyet itu menengok ke saya. Dia membuang makanannya ke dalam got yang ada di depan pagar itu, lalu mulutnya menganga, seperti mau berkomunikasi dengan saya.

Saya pun mencoba membalasnya dengan menganga-kan juga mulut saya, lalu bilang "AA, UU, II, KA, KAA!!" Saya pelajari bahasa itu ketika saya membaca komik Dragon Ball, ketika Goku berubah menjadi monyet besar. Saya bilang itu seru-seru dengan menggerakkan tubuh saya layaknya seekor monyet. Tepuk-tepuk, lonjak-lonjak, berputar-putar mengikuti ekor (walau ga punya ekor), seakan-akan ingin mengajak monyet itu bermain-main.

Keadaan menjadi agak sunyi, dan monyet itu melihat saya seperti ada keringat yang ke luar dari kepalanya (sweat drop). Lalu tiba-tiba dia turun dengan cepatnya menuju ke arah saya. Saya shock ketakutan, saya membeku di situ, saya benar-benar merasakan sama halnya di sinetron-sinetron, bahwa tidak bisa bergerak sewaktu akan ditabrak atau dalam keadaan bahaya, itu memang ada. Walau rantainya sudah paling mentok monyet itu terus berlari menuju saya, dan kemudian monyet itu menggigit lutut saya, lalu kemudian balik lagi ke tempat asalnya.

Saya terluka, gigitan monyet itu membuat lutut saya berdarah. Kulit yang robek terlihat putih seperti daging ayam goreng. Sakit sekali karena mengeluarkan darah juga. Air mata menetes sedikit, namun saya harus tahan karena sudah besar, pikir saya waktu itu.

Setelah ban sudah ditambal, saya pulang tidak menaiki sepeda itu. Karena pasti akan sakit jika saya gerakkan lutut saya. Saya tuntun sepeda dengan agak mengesot-ngesot hingga pulang ke rumah, sakit sekali lutut saya dan rasanya ingin menangis. Waktu saya sampai di rumah, ada ibu saya yang sudah berada di depan pintu rumah. Saya langsung menggeletakkan sepeda dan lari ke arah ibu. Ibu menyambut pelukan saya, dan saya menangis di pelukan ibu. Tangisan itu mempunyai makna saya tidak akan melakukan hal bodoh yang sama lagi, seperti mengejek binatang terutama monyet, karena monyet juga monyet.

Hingga sekarang pun bekas luka itu masih menempel di lutut saya, tapi untunglah saya tidak menjadi monyet atau manusia saiyan super seperti goku (^^).

Sumber Gambar : KMC

Selasa, 11 Juni 2013

Saya

Jaman kuliah, saya kenal banyak Dosen yang melekat di hati, saking melekatnya hingga diuapin pakai abab tetap saja menempel seperti lem kastol.

Hari ini saya diapprove menjadi temannya Mas Marsono. Beliau adalah Dosen Pembimbing saya ketika sedang bimbingan TA (Tugas Akhir). Kalau diingat-ingat, momen yang paling menegangkan ya berhadapan dan konsultasi di hadapan beliau. Kenapa tidak? Karena setiap saya mengajukan argumen saya dengan penuh semangat, selalu saja dipatahkan dengan ilmu akuntansinya beliau bahwa argumen saya harus direvisi lagi.

Pernah ngerasa ga, sudah siap matang-matang ternyata masih revisi lagi, yah pasti kalian mengalaminya juga kan?

Tapi dari situ saya tidak pantang menyerah. Saya selalu menjadi pendengar yang baik. Apa-apa yang dikatakan Pak Marsono saya tangkap dengan baik-baik dan saya rekam di memori otak saya. Ya untungnya masih ada space di otak saya, tapi sepertinya antivirusnya belum di-update. Ah apalah arti virus, kalau anda tahu virus, sebenarnya virus itu tidak berbahaya, sebenarnya mereka adalah sistem yang kasat mata, tapi jika mengganggu mereka bisa menampakkan wujudnya di layar monitor anda, makanya ga usah campuri dunia mereka, yang penting kita berlaku baik dengan komputer kita. Contoh deh Yakult, virus tapi memberikan kesehatan bagi peminumnya. Eh itu virus apa bakteri ya? . . . . Loh kenapa jadi bahas virus?! (Baru sadar).

Setelah keluar dari ruangan bimbingan bersama Pak Marsono, saya selalu down, dan pikiran negatif selalu muncul seperti "Ini, bisa selesai tidak ya? Kenapa harus Pak Marsono, Dosen Pembimbing saya? Banyak yang bilang beliau ganteng, banyak pula yang bilang agak killer, sebenarnya siapakah beliau sebenarnya?".

Istilah yang saya buat sendiri yaitu "Serangan balik esok hari!" Maksudnya adalah saya selalu mengungkapkan ide dan perkembangan TA saya kepada Pak Marsono di keesokan harinya setelah saya kalah dalam argumen.

Ketika saya sedang bimbingan, saya tidak pernah melupakan kata-kata beliau yang satu ini. Satu kata itu adalah . . . . Well, waktu saya sedang melakukan presentasi perkembangan TA saya. Saya selalu saja tercuapkan kata "Aku". Pak Marsono naik darah dan menegur saya supaya kata-kata "Aku" dihapuskan ketika sedang kondisi formal seperti ini. Akhirnya kata-kata "Aku" diganti menjadi "Saya".

Simple tapi maknanya luar biasa. Sekarang saya selalu membiasakan menggunakan kata "Saya". Ya seperti saya sedang menggunakan kata "Saya" dalam tulisan blog saya ini.

Akhirnya berkat ide cemerlang saya, saya berhasil menerobos ACC nya TA. Dengan penuh semangat saya mengungkapkan final ide saya kepada beliau pada pertemuan ke-8 bimbingan yang memakan waktu 5 bulanan. Hasilnya adalah beliau agak berpikir waktu itu, tapi dengan alasan "Ya, nanti dipertanggungjawabkan lagi ya di Dosen Penguji, sekarang saya ACC TA kamu dulu saja, seneng ga?". Dengan sedikit alasan saya lontarkan, beliau memotong saya dengan bertanya "Seneng apa ga?". Saya jawab saja dengan agak malu "Iya, senang Pak, hehe."

Waktu di ACC nya TA saya, saya bertanya pertanyaan agak pribadi kepada Pak Marsono. Saya tanya apakah beliau adalah saudara tetangga saya yang tinggal di Sidoluhur? Beliau menjawab "Siapa sih, ah kamu bisanya menyambung-nyambungkan orang, hahaha?". Itulah jawabnya, yang tahu ibu saya sih, soalnya ibu saya pernah melihatnya waktu Pak Marsono sedang menjenguk tetangga saya.

Esok paginya saya ingin meminta tanda tangannya karena beliau sangat memukau seperti bintang. Pak Marsono entah kenapa agak berbeda, tidak seperti biasanya, lebih ceria seperti Sponge Bob yang bersemangat, dan berkata "Sini-sini Bos, ada yang bisa dibantu?". Sampai-sampai saya dibilang bos. Tanda tangan itu sangat bernilai, lebih bernilai dari artis manapun. Kenapa tidak? Karena tanda tangan di atas kertas presensi magang saya itu artinya kelulusan sudah dekat!

Pak Marsono adalah Dosen yang baik sekali jika kamu tahu menilainya dari mana. Baik karena, TA itu adalah cerminan kamu, sebenarnya bukan Pak Marsono yang berusaha untuk menggagalkan rencana TA kamu, tapi kamu. Bahkan teman saya Widi sampai merubah judul karena tidak kuat dengan TA sebelumnya yang terlalu banyak revisi. Revisi itu adalah supaya kita lebih menggali lagi referensi dan memperkuat argumen kita, agar waktu kita presentasi di Dosen Penguji, kita bisa lancar menyampaikan TA yang kita kuasai.

Dan ya, akhirnya ujian TA saya lancar dan berhasil hanya dalam 5 menit presentasi. Terima kasih Pak Marsono. (^^)

Jumat, 07 Juni 2013

20 Origami Kupu - Kupu

Waktu saya melihat video-video yang diberikan oleh sahabat saya Yoppy, di situ ada video Monkey Majik yang sangat hangat sekali. Mengingatkan saya kepada seorang gadis. Ketika saya melihat origami kupu-kupu yang muncul pada awal video Monkey Majik - Forever, saya jadi ingin membuat postingan tentang dirinya.


Begitu special, sebelum saya bertemu Rina, saya tidak bisa move on karena dirinya. Pernahkah kau selalu mengejar apa yang ingin kamu impikan dengan nyata, tapi ternyata yang diimpikan malah menghindar. Ya, seperti kupu-kupu, jika kita terlalu mengejar dan mencoba untuk menangkap maka dia akan berusaha pergi, jika pun tertangkap, terlihat dia ingin ke luar dari toples itu. Kadang saat kita dalam kondisi tenang dan damai, kita malah yang dihinggapi kupu-kupu. Kalau ilmu yang sudah dapat sekarang, yang saya tahu itu namanya tulus. Apakah kita sudah tulus? Tuluskah kita memberi cinta? Tuluskah kita menerima kenyataan? Berikut adalah cerita singkat saya tentang dirinya.

Saat semester sekitar 4 ke 5 kalau tidak salah, saya kenal seorang gadis di facebook dengan nama korea, Eun Hye. Pastinya saya melihat-lihat dulu foto profilnya, orangnya kayak bagaimana, dan apakah dia memakai facebook palsu atau asli? Setelah diselidiki dia adalah mahasiswi yang satu jurusan dengan saya tapi jarang sekelas dengan dirinya. Waktu pertama kenal, kita langsung balas-balasan chat dan message, hingga akhirnya dia memberikan nomor handphone-nya untuk saya.

Suatu hari, saat saya sedang menuju ke motor saya di parkiran, saya diberhentikan dengan rasa penasaran saya. Ada sosok gadis yang sedang mengendarai matic melintas di depan saya, kemudian parkir tepat di dekat saya berdiri. Saya mematahkan langkah saya dulu dan menunggu gadis itu menoleh ke arah saya. Kalau dilihat dari kardigan merah yang dipakainya dia mirip di facebook. Rasa ingin tahu saya berubah dari 70% menjadi 89% setelah dia membuka helmnya, dan mengibas-ngibaskan rambutnya yang lurus itu. Saya pun memanggilnya "AYU!". Ternyata benar dia yang ada di facebook. Saya sangat deg-deggan sekali saat itu, perkenalan terjadi sangat singkat. Ketika dia berjalan meninggalkan saya, saya masih melihat dirinya dari parkiran.

Kita jarang ngobrol langsung tapi sering menelpon via hp. Ramadhan waktu itu cuaca sangat dingin, namun pembicaraan yang menghangatkan kita. Saat sahur saya selalu membangunkan dirinya, dia sering sekali telat sahur, tapi kadang saya juga yang terlalu rajin karena dia lagi 'dapet', tetep saja saya telpon (^^). Begitu pun dia, Ayu pernah menelpon sahur juga, dia bilang ya namanya juga timbal balik. Selalu saja menelpon, entah waktu saya ingin menemukan rumahnya, waktu saya bercandaain dia, waktu dia lagi mau rawat jalan, banyak deh. Dia bisa membalas candaan saya, saya ingat candaan dia waktu itu adalah seperti ini.

Jojo : "Hooi, lagi sibuk apa nii?"

Ayu : "Iya nih, lagi sibuk banget."

Jojo : "Emang sibuk apa sih?"

Ayu : "Sibuk bernafas."

Jojo : "Iya yah, eh aku juga bernafas lho, berarti aku juga sibuk dong, haha"

Setelah Ramadhan selesai, entah kenapa komunikasi kita renggang. Saya pun mempunyai inisiatif untuk datang bertamu di rumahnya. Dulu saya mengobrol dengan Ayu di teras, duduk di lantai, sambil menikmati pemandangan tumbuh-tumbuhan yang menjulang di halaman depannya. Ibunya membuatkan minuman jeruk kepada kita berdua. Ditaruhlah gelas itu di antara kita berdua untuk menemani mendungnya siang itu.

Dia itu, asli semarang jadi dia itu pribumi, namun dia sangat rajin facial dan merawat tubuh, makanya dia bisa bening sekali seperti artis korea. Tapi bukan itu yang membuat saya menyukai dirinya. Dirinya itu di mata saya adalah pribadi yang sangat unik. Saya sampai dibuat penasaran karenanya. Pantas banyak pria yang mendekatinya. Dan ternyata teman-teman dekat saya sendiri suka sama Ayu. Bagi Ayu, dia seperti bilang "Susah sekali ya jadi wanita ayu seperti saya.". Jadi bagi wanita-wanita yang sedang baca ini, saya punya tips bagi kalian agar kalian disukai sama pria-pria, yaitu jadilah misterius. Misterius dalam arti buatlah sang pria jadi punya pikiran "Sebenarnya dia itu suka ga sih sama aku, padahal dia biasa-biasa aja kok aku suka ya?". Nah itu, lalu lihat apa yang akan terjadi.

Saat waktu mau dhuhur, saya membuatkan sesuatu kepada Ayu. Saya membuatkan origami kupu-kupu dengan menggunakan sebagian kertas dari buku tagihan pelanggan pulsa saya. Saya mempelajari membuatnya dari video Youtube berikut ini.


Saya menyuruh Ayu untuk menutup matanya dulu, karena ketika dia melihat saya, saya jadi grogi untuk membuatnya. Dia seperti anak kecil yang sedang main petak umpet. "Sudah beluuum?" tanya Ayu yang sedang menutupi mata dengan kedua tangannya. Setelah selesai saya suruh buka matanya lagi. Dia mainin itu origami, dikira kodok kali dia coba lompat-lompatin, pas mau coba diterbangin dia bilang "Eh, ga deh ini kan dari kamu". "Ahahaha bisa saja" saya tersenyum tersipu karena dia melihat ke arah saya dengan antusias atau terpesona kayaknya. Lucu sekali dia itu, unik. Sebelum saya pulang saya habiskan 2 gelas jeruk itu, karena Ayu tidak suka jeruk, katanya bisa buat sakit atau gimana saya tidak tahu. Sepulang dari situ dia mengupdate statusnya di koprol "Terima kasih ya Tuan Origami :-)".

Saya dibuat jadi bertengkar dengan teman saya Imam, karena Ayu pernah dibilangin tepat di hadapannya, bahwa dirinya itu pernah mengalami kecelakaan lalu hilang ingatan. Saya langsung ke rumahnya saja, untuk mendengarkan curhatan Ayu. Dari situ, saya jadi punya pengalaman yang bernilai, bahwa jika kita mau curhat lihat-lihat dulu orangnya.

Banyak hal yang akhirnya membuat hubungan saya dengan Ayu benar-benar menjadi renggang, tapi dari semua faktor itu sebenarnya yang membuat renggang itu saya sendiri. Setelah Ramadhan selesai tepat tanggal 20 September, ulang tahunnya Ayu, saya memberikan kado special untuknya.

Kado itu baru dibuka sekitar 4 bulan setelah hubungan kita semakin renggang. Dia sms "Jo, ini terlalu bagus aku ga bisa menerimanya". Saya bingung mau sms lagi, jadi saya sms yang keluar dari otak saya saja "Ya kalau tidak suka, bisa kamu berikan kepada teman-teman dekat, atau siapa."

Kado itu berisi 20 origami kupu-kupu yang saya buat sendiri, telur cicak warna yang saya beli di toko jadul di Jakarta ketika saya gathering dengan anak-anak game online dulu, lalu buku tulis, pensil, dan kaset dvd korea berjudul "Personal Taste". Lagu yang mengingatkan kejadian ini adalah OST nya Personal Taste yang dinyanyikan Younha judulnya "Can't believe it". Kenapa 20 jumlahnya? Iya, karena bertepatan dengan tanggal 20, ulang tahunnya.


Dengarkan deh, itu musik kalau saya dengar ada nuansa ceria namun sangat menggalaukan di saat yang bersamaan.


Di tempat ini saya melakukan pernyataan cinta kepada Ayu. Saya waktu itu benar-benar seperti sedang menangkap kupu-kupu. Saya genggam erat tangannya, lalu entah kenapa saya bilang, "Maukah kau menjadi pendampingku?!". Tidak bisa ternyata, dia sudah menjadi pacarnya pangeran kodok katanya. Karena kita kadang bercandaan, kita senyum awkward sebentar waktu itu, lalu saya pergi masuk ke kelas untuk ambil tas, lalu menangis di tempat yang lain. Ada mahasiswi satu angkatan yang melihat saya sedang menangis, namun saya tidak mengenalnya. Waktu saya kembali ke tempat itu lagi, Ayu sudah pergi, seperti kupu-kupu yang melayang bebas untuk mencari kedamaian dan kebahagiaan lagi.

Yah sekiranya cukup sekian dari saya, maaf kalau banyak video hari ini. Maafkan jika orang yang bersangkutan membaca ini, minal aizin walfaizin yah, lagian udah lewat. (^^)

Minggu, 31 Maret 2013

Finding Rina! - The Conclusion -

Awalnya saya antara malas dan tidak untuk menghampirinya, namun harus! Jadilah apa artinya perasaan itu? Bisa diartikan saya sedang bimbang atau bahasa kerennya GALAU! Ada perasaan grogi yang luar biasa sekali terjadi pada saya, padahal jarak masih jauh sekali. Saya memikirkan apa ya yang akan saya bilang nanti ya? Nanti kalau tidak suka bagaimana ya? Terus reaksi para IIWC ntar gimana ya? Apa saya tidak sopan tiba-tiba masuk dalam komunitas itu? Pikiran-pikiran itu terus bermunculan di kepala saya. Dengan masih memikirkan hal itu, motor tetap dengan kecepatan normal menuju tempat campsite tersebut. Seperti ada kekuatan cinta yang menggerakkan saya.

Merasa tersesat saya melihat print-print-an yang saya siapkan dari rumah. Menurut peta tersebut saya sudah melewati batas Desa Jatijajar namun belum ketemu juga mana tempat untuk masuk desanya. Kebingungan saya pun beristirahat dulu di Indomaret yang berada dekat dengan jalan raya. Saya membeli satu botol minuman segar untuk menghilangkan rasa haus saya. Kebetulan waktu itu ada gadis yang sedang menjaga toko aksesoris wanita yang sedang menganggur. Langsung saja tanyakan tentang Desa Jatijajar itu, waktu itu saya tidak menanyakan secara lengkap dia hanya bilang nanti kalau ada gapura masuk saja.  Ya sudah saya coba ke sana namun sesampainya di sana tidak ada tulisan Desa Jatijajar tersebut. Waktu itu saya berhenti sejenak dan memastikan lagi dengan peta buatan saya itu. Banyak pejalan kaki yang melewati saya dari berbagai arah. Saya pun mencoba bertanya dengan Bapak-bapak yang sedang lewat itu. Dia bilang bahwa tempatnya itu berada di depan Pabrik Coca-cola. Saya berpikir bukannya tadi depan Coca-cola itu tempat gadis yang berjualan aksesoris tersebut?

Kemudian saya menanyakan lagi tentang keberadaan tempat tersebut kepada gadis yang berjualan aksesoris itu. Sekarang dia menunjukkan arah yang tepat, saya tinggal mengikuti perintahnya saja. Saya pun mencoba berjalan pelan-pelan berlawanan arah, karena gapuranya ada di kanan jalan belokan pertama dari tempat gadis tadi. Dengan reding menyala ke kanan dan rasa hati-hati saya menelusuri jalan tersebut. Banyak bus dan angkot yang kadang-kadang berhenti di depan saya. Gapura yang dimaksud gadis tadi sudah kelihatan. Akhirnya saya bisa menemukan yang namanya Desa Jatijajar itu. Senang sekali seperti salah satu QUEST saya, sudah CLEARED. Tapi saya tidak bisa senang begitu saja karena misi yang lain masih menunggu.

Misi yang lain adalah bagaimana saya bisa menemukan Rina atau para member IIWC di tempat yang sangat luas ini. Saya dan motor Tiger saya pun memulai mencari tanpa bertanya-tanya dulu. Saya mencoba menghafalkan belokan-belokan yang ada di sepanjang jalan Desa itu. Untuk mempermudah saya mengambil ke arah kanan terus dan lurus agar mudah kembali ke gapuranya lagi. Tempatnya sangat sempit dan agak ramai penduduk. Setelah mentok dan tidak tahu harus ke mana lagi, saya bertanya pada penduduk setempat, apakah pernah melihat IIWC atau semacamnya dengan memperlihatkan foto.

Hari sudah mulai memasuki malam. Maghrib pun berkumandang, saya pun mencoba kembali ke depan gapura lagi. Ada Masjid yang sudah saya lewati di dekat gapura dan di situlah saya akan sholat maghrib. Ketika sholat saya berdoa kepada Allah SWT, tidak lupa sholawat yang diajarkan oleh Ustad Yusuf Mansyur. Setelah saya sholat saya melihat sekumpulan anak muda yang sepertinya sedang mencari sesuatu dengan tas ranselnya yang besar. Saya berpikir mungkin saja mereka adalah member IIWC. Saya pun mencoba bertanya darimana kah mereka? Ternyata mereka sedang mencari kos-kosan, dan tentu saja bukan IIWC.

Saya duduk di kursi bata yang ada di depan masjid sambil melihat foto Rina. Saya pun browsing facebooknya IIWC di hp Blackberry saya untuk mengetahui pasti kegiatan yang berlangsung saat itu. Sewaktu saya melihat-lihat foto IIWC, saya terpikirkan untuk memperlihatkannya kepada warga sekitar. Kebetulan waktu itu ada bapak-bapak yang duduk di dekat saya. Dengan nada perlahan saya bertanya kepada beliau dengan memperlihatkan foto IIWC itu. Setelah bertanya bapak ini menanyakan lagi ke bapak-bapak yang lainnya. Beliau tahu tapi tidak tahu lokasinya, dia menyuruh saya untuk pergi di toko pojokkan itu yang ada di pertigaan jalan.

Berbekal informasi yang saya dapat saya pun mendatangi toko kelontong itu. Saya melihat penjualnya sedang sibuk melayani pembeli. Pembeli terus berdatangan dan saya jadi kesusahan untuk menanyakan tentang keberadaan campsite IIWC. Sekitar 20 menit, pembeli masih berdatangan juga namun sekarang lumayan sepi. Waktu pembelinya hanya satu, saya langsung saja dekatin si penjualnya. Setelah pembelinya yang itu sudah beli, saya pun bertanya tentang keberadaan lokasinya. Beliau memberitahu patokan dan arah menuju ke sananya, namun beliau bilang bahwa rumah yang dituju itu hanya persinggahan sebentar bagi para member IIWC. Penjual itu sepertinya sedang sibuk, saya jadi tidak enak jika memintanya untuk mengantar dan menunjukkan lokasinya.

Saya merasa putus asa waktu itu karena situasi dan kondisi saat itu. Saya pun meratapi nasib saya di dudukan motor Tiger, sambil terus membaca sholawat berharap diberi kemudahan oleh-Nya. Ketika saya sedang sholawat, ada laki-laki sudah kebapakan menghampiri saya. Awalnya saya takut, kemudian dia tanya, "Mas lagi cari IIWC ya?". Saya balas saja "Iya, tahu lokasinya di mana mas?". Dia menjawab dengan murah senyum, "Wah saya tidak tahu mas, tapi mungkin mas bisa saya bantu ke tempat yang biasanya mereka kunjungi?". "Wah, beneran mas, boleh mas?", jawab saya dengan terkejut. "Boleh, mending mas ikutin saya saja dari belakang ya", dalam hati baik banget ya bapak ini. Kemudian beliau langsung men-start mesin motornya lalu berangkat, dan saya pastinya mengikutinya dari belakang.

Sekitar 2-3 menit tibalah kami di suatu rumah yang di mana terasnya ada undak-undakkannya, jadi rumahnya harus dicapai dengan mendaki maksudku melewati pijakan ke atas itu. Saya agak canggung karena bapak yang tadi terlalu baik, soalnya waktu itu dia langsung mengetuk itu pintu dan memanggilkan pemilik rumah tersebut. Ada 2 sosok bapak-bapak dan ibu-ibu muncul dari rumah itu dan menanyakan kepada saya, "Ada keperluan apa anda datang ke sini?". Bapak yang baik yang saya kenal waktu awal menjelaskan bahwa dia ingin bertemu dengan member IIWC dari Jepang. Saya pun tanpa ragu menanyakan keberadaan Rina, "Jadi kamu mau bertemu dengan gadis yang di foto ini?". Saya pun menjawab "Iya Pak!", bapak yang baik hati tadi nyeletuk "Mau dipek bojo ya mas, hehe?", yang artinya mau diambil istri ya mas. Ya saya hanya senyum dan iya-iya saja deh hehe (^^).

Kemudian bapak dan ibu itu meminta saya untuk menunggunya di dalam, karena nanti yang menunjukkan jalannya adalah anaknya yang sekarang belum pulang kerja. Ibu itu menghidangkan teh untuk saya, dan bapak itu mempersilakan untuk meminumnya, baik sekali memang warga di situ. Saya di situ banyak tahu tentang IIWC yang sudah pernah singgah di rumah ini. Tidak lupa saya menanyakan tentang Rina, dan mereka sepertinya pernah melihat. "Ini ndak Yuka?", tanya bapak itu, saya balas saja "Bukan". "Oh, mirip Yuka ya..", kemudian beliau memperlihatkan foto kenangan bersama IIWC yang di situnya ada Yuka. Memang agak mirip sih, salah satunya warna kulitnya sama, yaitu putih. Mereka cerita tentang cara mereka bertahan karena lapar, berbahasa, dan pokoknya semua hal tentang adaptasi.

Setelah berbincang agak lama, anaknya yang baru pulang kerja datang ke rumah. Dengan masih memakai jaket dia langsung mengajak saya ke tempat IIWC. Sebelumnya dia sudah biasa mengantar orang yang mau ke tempat IIWC. Makanya jika ada orang yang mau bertemu karena urusan sesuatu, dia pasti akan membantu.

Tempat yang kita tuju adalah Tegalrejo. Tegalrejo adalah salah satu tempat prostitusi yang berada jauh dari pusat kota Semarang dan tempatnya tidak jauh dari Desa Jatijajar. Dan disitulah, saya akan bertemu dengan member IIWC yang dari Jepang. Awal masuk saya agak canggung apakah harus bayar atau tidak, namun untungnya mas yang ngantar saya sudah kenal dengan yang jaga, jadi saya bisa memasukinya dengan gratis dan aman.

Saya melihat tidak terlalu banyak pemandangan erotic, hanya melihat 1-2 pekerja sex komersial dan suara-suara karaoke yang keras, saya berpikir mungkin mereka bersenang-senangnya di dalam rumah. Masnya yang mengantar saya masuk ke gang sempit, dan tidak jauh dari situ dia berhenti. Kemudian dia bilang kepada saya, "Kita sudah sampai Mas, Mas udah dikunci motornya?". "Sudah Mas", jawab saya. "Tunggu di sini sebentar", tegas Masnya. Lalu dia langsung pergi ke tempat paling pojok rumah yang berada di jalan buntu itu. Terlihat Masnya sedang berkomunikasi dengan orang yang di dalam rumah itu. Tidak lama dari itu saya disuruh ke sana, dan masnya pamit pulang ke saya, tidak lupa saya berterima kasih dengan masnya.

Saya jalan pelan-pelan menuju rumah itu. Ada laki-laki bertato seperti preman yang sedang duduk di kursi sofa depan rumah-rumah di jalan yang sempit itu. Saya agak takut untuk melangkah, tapi setelah saya bilang permisi, reaksi laki-laki bertato itu ramah sekali, dia mempersilakan lewat dengan keterbukaan hati dan senyuman. Sekitar 2 meter dari rumah yang dimaksud, saya mendengar suara orang-orang Jepang bergumam seperi "Nani?", "Dare?", dengan nada sedikit bingung.

Tibalah saya di rumah itu disambut oleh Mbak Dita atau Gita saya lupa. Dia adalah ketua IIWC dalam proyek tersebut. Badannya gemuk, pakai kaca mata, rambut keriting, pipi cubi, dan pastinya memakai seragam IIWC yang merah itu. Keadaan ramai sekali dalam rumah sempit. Di dalamnya itu saya melihat orang-orang Jepang sedang bersenda gurau dengan bahasa Jepangnya. Tapi ada yang aneh. Saya mencoba menanyakan langsung kepada mbaknya dengan memperlihatkan foto yang ada di HP saya, apakah pernah melihat Rina. Setelah dia melihat, dia menjawab, "Aku kurang tahu mas, ini mungkin proyek yang satunya yang di mangkang". Terus karena saya mengenal Taufik tapi belum bertemu dengannya, saya mencoba ingin bertemu dengannya dengan tanya kepada mbaknya itu.

Akhirnya dipanggilkanlah Mas Taufik. Dia agak bingung dengan saya, karena baru ketemu tiba-tiba ketemunya di tempat Camp. Dia agak canggung, kaget, dan agak tidak percaya. "Kamu bisa ke sini gimana ceritanya?", tanya Mas Taufik. "Oh tadi dibantu orang dari Desa Jatijijar Mas. Ngomong-ngomong tahu Rina ga Mas?", tanya saya dengan memperlihatkan foto Rina di HP saya. "Oh ini, dulu pernah ketemu sih, udah lama, kayaknya udah pulang deh Mas", jawab Mas Taufik. "Iya sepertinya juga begitu Mas, coba saya panggilkan ketua yang dari Jepang dulu, Kayoooooo!", tegas Mbak Gita.

Kemudian saya dihadapkan dengan wanita yang energik dari negara Jepang namanya Kayo. Dia mempunyai rambut yang pendek, dan sepertinya dia suka senyum riang. Terus saya tanya dengan bahasa Inggris, "Do you ever meet Rina?". "Hmmm, Rina...?", diperhatikan foto itu dengan seksama oleh Kayo. "I think you ever meet Rina, when the first time she come in Indonesia", tanya Mas Taufik kepada Kayo. "I am sorry, I think I couldn't help", jawab Kayo. Tiba-tiba ada orang Jepang yang mau masuk bertemu dengan saya, gadis Jepang yang rambutnya pendek dan disemir emas. "Hai! My name is Ayaka! Nice to meet you!", dengan semangat dia menyapa. "I am Ricky, nice too meet you too! Do you have Indonesian name?", tanya saya agak bercanda. "Indonesian name, I don't hehe, should I?", tanya dia kebingungan. "Yeah of course! Hehe", jawab saya agak gaje.

Waktu itu saya ingin dihibur namun melihat masih pada sibuk saya pun pamit pulang kepada mereka. "Terimakasih mas, mbak, Kayo, sampai jumpa lagi, ja mata ashita!", Kayo membalas "Ja!". Saya pun pulang mengendarai Tiger saya, dengan diiringi cuaca hujan menambah kegalauan saya. Dalam perjalanan saya agak kecewa, sedih karena tidak ketemu juga dan sempat meneteskan air mata. Nasib barang kenang-kenanganku untuk Rina masih ada dalam tas.


 - Barang kenangan kondisi saat ini -

Setelah 2 atau 3 bulan terlewati, saya melihat video dari IIWC. Di video itu ada Rina! Saya pun langsung mencari info tentang itu, saya mencoba mencari-cari dan ternyata.... Ternyata Rina sudah memiliki pacar di Facebooknya, dan nama Facebooknya Rina Sakakura bukan Rina Asakura. Terjawab sudah semua kegalauan ini. Saya sedih, sesedihnya, karena dia, saya bisa melupakan mantan gebetan saya. Saya pun bisa tidak ingat ternyata waktu saya bertemu Rina, itu bertepatan dengan ulang tahunnya mantan gebetan saya. Karena Rina saya bisa move-on seperti itu. Saya add pun sampai sekarang ini belum diapprove juga oleh Rina. Mungkin saya salah mengartikan itu semua, perasaan saya itu hanya "SEPIHAK".

- End -

Selasa, 26 Maret 2013

Finding Rina! - The Preparation -

Setibanya di rumah, masih terngiang-ngiang wajah wanita Jepang itu. Terima kasih Ya Allah telah mempertemukan saya dengan Rina. Hanya dengan berbekal informasi yang secukupnya, saya langsung menghidupkan komputer untuk browsing. Mulai dari facebook saya searching nama Rina Asakura. Banyak sekali nama Rina Asakura-nya. Anehnya saya tidak melihat muka si Rina yang saya tahu itu. Saya melihat ada yang namanya Rina yang fotonya itu berada di Bali, karena ada kotak-kotak hitam putih begitu. Lalu saya add friend dan mengirimkan pesan saja kepada Rina itu. Pesan singkat yang saya tulis itu adalah "Do you remember me Rina?".

Waktu saya membuka Facebook, saya melihat ada acara yang akan datang. Di situ tertulis acara hunting foto bareng bersama komunitas PROLOG dan dimulai besok dari siang sampai sore di Watu Gong. Sebelum hari esok saya entah kenapa ingin memberikan sesuatu kenang-kenangan untuk Rina. Saya mengeprint hasil foto waktu kita foto bersama di Simpang Lima, lalu saya laminatingkan di fotocopyan agar terlihat rapi. Karena merasa kurang lengkap saya membelikan tas kardus bermotif batik untuk saya masukkan kenang-kenangan itu. Saya pun menuliskannya pesan dengan satu sobekan kertas yang berisikan "You are the most amazing girl I ever met", di bawahnya saya kasih terjemahan Jepangnya dengan google translate. Kertas itu pun saya masukkan juga ke dalamnya.

Hari hunting foto pun tiba, dan yang datang hanya lima orang saja. Waktu itu teman saya Sena kasihan sekali, kamera satu-satunya yang dia beli dari ebay, RUSAK! Dia adalah salah satu anggota dari komunitas IIWC juga. Sena pernah masuk di komunitas manapun, Semarang Lair, IIWC, Airsoftgun, dan lain-lain. Berikut adalah foto Sena waktu saya ambil gambarnya menggunakan kamera Fisheye No.2 saya.


Lihat tampangnya, sepertinya dia sedang bersedih melihat arwah kameranya melayang ke angkasa. Hunting pun berjalan lancar karena cuacanya cerah. Hari sudah mulai gelap, kami pun tidak langsung pulang ke rumah. Waktu itu kami nongkrong dulu di Brada, salah satu cafe yang terletak di Tembalang. Cafe ini terkenal dengan hidangan leker dan tehnya, namun menu-menu lainnya juga tidak kalah nikmatnya.

Saya dan teman-teman Prolog membicarakan acara selanjutnya, kamera, hasil foto, dan kadang bahas lainnya. Karena Sena adalah salah satu anggota IIWC saya pun jadi ingin bertanya mengenai orang-orang IIWC itu. Banyak hal yang saya tahu, dia memberitahukan saya hal yang penting, bahwa jika saya mendatangi tempat Campsite-nya kamu tidak akan diizinkan masuk begitu saja. Sebelum hunting foto pun saya sudah mengutak-atik website IIWC tersebut, bahwa tempat Campsite-nya juga ada banyak, tapi Sena pun juga sepertinya belum pernah ikut tapi dia tahu karena dengar dari teman IIWC-nya.

Malamnya saya belum juga diapprove oleh Rina. Sepertinya ada yang aneh. Saya pun langsung berlanjut untuk searching lokasi dan jadwal yang menurut saya Rina ada di situ. Di situ tertulis bahwa Tegalrejo lah yang nantinya yang akan saya datangi. Saya pun waktu itu online Facebook juga, saya add semua orang-orang yang berkaitan dengan IIWC. Kebetulan ada satu orang namanya Taufiq, dan waktu chat dia sedang melakukan proyeknya di Tegalrejo, dan sekarang masih di Desa Jatijajarnya dekat situ.

Sebelum ke tempat itu, saya ingin tanya-tanya langsung kepada IIWC nya. Besok siangnya saya diantar oleh Sena menuju ke pusat organisasi tersebut ditemani teman saya Kang Saef. Sesampainya di sana kami pun basa-basi dulu. Waktu itu kami bertemu Mas Haniv dan Mas Tain di kantornya. Mas Haniv, orangnya baik hati dan ramah. Kalau Tain menurut saya mungkin dia sudah baca e-mail saya tentang apakah dia kenal Rina atau tidak, entah kenapa dia tidak melihat mata saya waktu menjelaskan tentang IIWC. Ya memang detail sih memberikan infonya namun saya tidak terima saja dengan caranya berkomunikasi. Kang Saef pun merasa begitu, tapi dia ingin bergabung juga, namun sayang waktu itu saya tidak memiliki uang cukup untuk bergabung, mungkin lain kali. Setelah basa-basi saya pun mencoba menanyakan keberadaan Rina, tapi tidak terlalu jelas di mana. Saya pun bertanya apakah boleh mengikuti proyek yang sedang berjalan? Jawabannya adalah tidak boleh. Tidak lama setelah itu kami tidak jadi mendaftar dan pulang.

Malamnya saya sudah galau dan ingin sekali bertemu dengan Rina lagi. Jika ini jodoh saya, saya harus melakukan yang terbaik. Bahkan saya mempunyai impian bahwa saya mempunyai wanita Jepang dan dia Islam. Saya mencoba memotivasi diri sendiri dan mengembalikan kekuatan, langsung saja saya google map tempat-tempat itu dan kemudian saya keluar untuk mengeprint peta Desa Jatijajar dan Tegalrejo itu. Karena itulah kemungkinan banyak orang-orang Jepangnya dan semoga ada Rina di situ.




Waktu itu saya ada acara untuk melamar pekerjaan di Jakarta selama tiga hari dan berakhir hari Jumat. Nah, Sabtu sorenya saya akan mencoba mencari Campsite itu. Dengan hanya bermodalkan peta dari google map, foto Rina, dan tidak lupa barang yang ingin saya kasih untuk dia, saya akan mencoba mencarinya hari itu juga.

- To be continued -

Minggu, 24 Maret 2013

Finding Rina! - The Meeting -

Saya dulu pernah janji mau bercerita tentang bagaimana saya bisa menyebut Rina itu special. Kemarin saya sedang ngobrol dengan seseorang dari IIWC namanya Agustin, saya dipersilakan memanggilnya dengan "Tintin". Kita ngechat seperti biasanya tiap malam, ngobrolin apa saja dan kadang curhat tentang kegiatan akhir-akhir ini. Tintin memancing saya untuk curhat waktu itu. Mungkin ini agak awkward tapi dia mau tahu saja kenapa dia melihat di kotak chatingannya seperti saya mau menulis sesuatu tapi tidak jadi.

Tampilan chat Tintin kepada saya, waktu itu di kotak chat saya tertulis : "kl tya lihat, sering sekali mau ngetik tapi nggak jadi//"

Padahal saya sendiri tidak menulis apa-apa, ya saya berpikir, mungkin ini saatnya dia tahu kenapa saya bisa add friend dia atau bagaimana. Kenapa bisa begitu, saya akhirnya bercerita tentang Rina kepada Tintin. Tujuan saya agar Tintin tahu saja tidak lebih, karena saya juga tidak ingin dia berpikir macam-macam tentang saya. Saya ingin bercerita saja.

Cerita berawal ketika saya sedang menikmati Minggu pagi di Simpang Lima bersama 2 teman Semarang Lair saya, yaitu ada Mas Tamam dan Burhan. Tiap minggu adalah harinya bebas mobil bagi kota Semarang. Selalu diadakan rutin tiap hari Minggu di Simpang Lima dan sepanjang Jalan Pahlawan. Dalam bahasa kerennya itu disebut "Car Free Day", tapi saya menyebutnya CFD saja supaya lebih singkat padat dan tidak jelas, kalau ingin tahu kepanjangannya, ya tanya!

Karena dulu sempat CFD dengan teman saya Widi, saya sekarang tahu tempat parkir yang enak dan murah. Tempat parkirnya di pertigaan belakang Kantor Pos Indonesia, dekat dengan warung-warung makanan seperti bubur ayam, sate, soto, dan cakwe. Bau makanan itu selalu menggoda saya untuk membelinya, namun saya harus tahan karena saya hanya memiliki seribu duaribu di dompet saya, berusaha agar uangnya cukup untuk membayar parkir dan bertahan untuk pulang ke rumah nantinya. Ibu yang menjaga parkirnya baik sekali, tapi dia tidak bisa membenahi barisan parkiran, saya maklumi saja agar lebih enak kalau parkir di situ.

Dari parkiran itu saya mendapat sms bahwa Burhan sedang makan soto dengan Mas Tamam di depan Masjid Baiturahman. Setelah saya mendapat sms itu saya langsung berjalan untuk menemui mereka. Saya berjalan melewati parkiran liar di belakang gedung ACE Hardware. Kondisi tempat itu menjadi sangat sempit karena ada yang berjualan bubur ayam atau semacamnya di pinggir jalan yang berdekatan dengan parkir liar tersebut. Lalu saya berjalan mengitari setengah  lingkaran Simpang Lima yang sangat luas itu. Pemandangan di kanan kiri sangatlah ramai seperti biasanya. Ada yang jogging, jalan-jalan, duduk-duduk, roller blade-an, ada tukang cilok, tukang minuman, dan ada juga yang sedang bermain sepeda. Akhirnya ketemu juga dengan Burhan dan Mas Tamam yang sedang enak memakan soto di tempat itu.

Walaupun kami dari Semarang Lair, kami tidak melulu tentang cari wanita saja. Karena banyak latar belakang orang-orang di Semarang Lair beda-beda, kita pun kadang saling bertukar informasi dan berbagi pengalaman dan passion kita itu. Salah satunya Mas Tamam, beliau adalah seorang yang menyukai fotografi, kalau tidak salah pekerjaannya juga berkaitan dengan hobinya itu. Ketika sudah makan soto, kita akhirnya berjalan-jalan menikmati pemandangan pagi itu. Dalam perjalanan beliau mengajari saya tentang fotografi dari komposisi, tekstrur, rasio, dan sebagainya. Ya karena ada Burhan juga pembicaraan kita juga pastinya menyenggol dengan bahasan wanita atau tips-tips percintaan yang baik dan benar.

Selama asyik mengobrol dalam perjalanan mau menuju Jl. Pahlawan, kita berhenti karena sesuatu. Saat itu ada sekelompok bule yang sedang memegang baner panjang tertulis selamatkan tanaman bakau. Lalu saya menemukan wajah yang tidak asing bagi saya. Saya sepertinya pernah bertemu dengan bule ini, waktu itu pernah bertemu di Pizza Hut waktu acara ulang tahunnya temannya Widi. Langsung saja saya sapa ke dia "Lizane?", dia bilang "No, I am....", waktu itu saya lupa namanya dia. Dari kenalan itu saya mencoba mengenali semua bule-bule yang ada di sebelahnya. Awalnya saya berpikir hanya orang eropa saja yang ikut proyek tanam bakau ini, ternyata TIDAK!

Tiba-tiba sesuatu yang membuat senang kegirangan dalam hati muncul. Ada seorang gadis berkulit putih yang sangat lucu, manis, dan cantik. Dia mengenakan topi bundar berwarna biru, baju merah, celana panjang hitam, dan memakai pelindung lengan yang lucu seperti panda. Matanya terlihat seperti hitam semua karena sipit, rambutnya dikuncir, dan giginya gingsul lucu sekali.

Saya langsung menyapa dengan "Where do you come from?", dia membalas "I am from Japan!". Dalam hati, gila beneran nih orang Jepang, ngapain dia ke sini, mimpi apa ya saya kemarin. Seketika saya ingin mengenalnya lebih jauh. Kemudian terjadilah percakapan antara kami berdua.

Saya : "Wow, from Japan?! What is your name?"

Rina : "My name is Rina"

Saya : "Oh like an Indonesian name, my name is Ricky Raharjo"

Rina : "Ri-ki ra-ha-??"

Saya : "Ri-ki ra-ha-ra-ju", saya bilang saja begitu, saya lupa kalau orang Jepang bisa bilang Jo.

Saya : "And how about you?", saya menengok di sampingnya Rina ada temannya yang Jepang juga.

Kaori : "I am Kaori, nice to meet you"

Saya : "Nice to meet you too"

Saya : "What are you doing with that things?"

Rina : "Oh there is a project to plant mangrove"

Saya : "Oh I see, by the way how old are you, age, you know?", kata teman sih tidak boleh menanyakan umur dengan orang yang baru kenal.

Rina : "Umur saya dua puluh satu, twenty one!", tidak menyangka dia membalasnya dengan riang malahan.

Saya : "Oh hoho, you can speak Indonesian too?"

Rina : "Just a little, hehe, and you?"

Saya : "I am uh.., twenty two! Dua puluh dua!", pinginnya sih bisa balas bahasa Jepang tapi karena saya masih dalam kondisi lagi seneng kadang lupa.

Rina : "Are you study on college?"

Saya : "Yes, but I just graduated last year, is an accountant"

Rina : "That's good"

Saya : "Anyway do you know about movie "Trainman Densha-Otoko"?"

Rina : "Hm.. I don't really remember, sorry...."

Saya : "That my inspirational movie, that make me transform to better people"

Rina : "Sokka (Oh begitu)", lucu sekali mukanya waktu bilang itu.

Saya : "Do you know 2chan?"

Rina : "What two.. chan??"

Kaori : "Hey, I know that", lalu Kaori memberitahukan itu kepada Rina dengan bahasa Jepang.

Saya : "That's a website is used by a Trainman to have encouragement from anonymous in Akihabara, I really want to make website like that in Indonesia but I think it's very difficult"

Rina : "Ohh..., that's great, hey Ricky do you ever been to Japan?"

Saya : "No, but I really want to go there!"

Rina : "I hope you can be there, hihi", hanya sedikit kata namun banyak arti bagi saya, di saat itu semua yang ada di sekitar saya dan Rina menjadi sangat lamban atau slow motion. Dalam hati saya berpikir sepertinya saya jatuh cinta lagi. Perasaan yang seperti ini muncul kembali.

Saya : "Of course!", dengan semangat saya menjawab itu.

Anak-anak : "Koniciwa, koniciwa, arigatou, arigatou!", tiba-tiba ada anak kecil yang sedang bermain roller blade mendekati kami dan berkata jepang-jepang gitu.

Rina : "Are these little children can speak Japanese?"

Saya : "Uh, I don't think.., isn't that sugoi?"

Rina : "No, not sugoi", sepertinya saya salah ngomong.

Saya : "So, where do you live in Japan?"

Rina : "Do you know Kyoto?"

Saya : "I ever heard that"

Rina : "That's where I lived, is very good in there"

Saya : "Yes, I really like Japan especially the movies, do you know Summer Time Machine Blues?"

Rina : "Sa-mu-ro Tai-mu Ma-sinu Bu-Rus?, I don't know"

Saya : "Heavenly Forest?"

Rina : "He-e-ve-niru-fo-res-to?, hmm I don't know", saya lupa karena dia orang Jepang kalau versi Jepangnya itu judulnya "Tada, Kimi wo Aishiteru" yang artinya "I love You, Only".

Saya : "How about Solanin"

Rina : "Aahhh! I know Solanin", akhirnya ada yang tahu juga.
  
Saya : "Phew, finally, It's very great movie of life, do you think so?"

Rina : "Yes, very good, do you know the star"

Saya : "Oh I forgot, but she playing at Heavenly Forest too..."

Rina : "Sokka (Oh begitu)", Ya Allah gemesin banget mukanya waktu bilang itu lagi.

Saya : "Hey do you want to go with me?", saya tiba-tiba saja bilang begitu dengan alasan yang tidak jelas namun saya merasa ingin bilang itu sekali, seperti ada dorongan khusus.

Rina : "Hm..., I think...", belum selesai bicara tiba-tiba ada suara masuk.

Orang IIWC : "No, you can't take Rina go with you, because she have full schedule on this week!", dengan irama tidak terima atau semacamnya.

Rina : "Yeah, right...", tapi matanya masih terpaku dengan mata saya, kita tidak terlalu mempedulikan kata-kata orang IIWC itu.

Saya : "Can I add your FB?"

Rina : "Just write Rina Asakura", terdengar seperti itu.

Saya : "Oh wow, there is so much result of Rina Asakura, which one are you?", sambil memperilhatkan HP.

Rina : "Yeah that's the above"

Kami tidak sadar bahwa orang-orang IIWC-nya sudah bergerak menuju Jl.Pahlawan melanjutkan aksi kampanye tanam bakaunya. Akibat saya ngobrol dengan Rina agak terlalu lama, sekarang dia berada pada posisi paling belakang dan hampir ditinggalkan oleh grupnya. Saya mencoba berfoto dengan Rina sebelum kembali ke grupnya itu.

Saya : "Hey, look at this phone, say cheese"

Rina : "Cheese!"

Saya : "Wow, is only your face, haha"

Rina : "What, haha"



Saya : "Misi mas, boleh minta fotoin kita?", saya minta tolong kepada orang IIWC yang memotong pembicaraan tadi.

Saya dan Rina : "Peaaceee", saya agak ragu memegang dia, saya hanya memegang tasnya waktu itu.


Dari situ saya sudah berhenti berdiri, sambil melihat Rina pelan-pelan tenggelam dalam keramaian Car Free Day. Dalam hati berkata saya ingin bertemu dengannya lagi. Lagian juga saya sudah mendapat alamat Facebook-nya waktu itu. Dengan bermodalkan informasi IIWC dan Facebook-nya Rina mungkin saya bisa bertemu lagi!

- To be continued -

Selasa, 19 Februari 2013

Kenyataan Bukan Rayuan

Saya ingat kejadian menarik setelah saya lulus dari program studi D3 Akuntansi. Waktu itu sedang ada pembekalan sebelum hari wisuda, di situ saya berkenalan gadis yang saya suka dari fisiknya. Awalnya saya tidak yakin akan berkenalan dengan gadis yang cantik dan seksi seperti itu. Saya bahkan lupa kenapa waktu itu mengalir saja ingin bertanya kepadanya. Dia sedang menerima telpon dan keluar dari ruangan pembekalan. Saya sapa saja, tanya tadi kenapa, dan lain-lain. Setelah tidak ada pembicaraan atau topik lagi, saya langsung beranjak menuju parkiran untuk pulang.

Ketika sudah sampai di parkiran, saya terkejut. Ada yang memanggil saya dari kejauhan, oh ternyata gadis tadi. Gadis itu bernama Prima. Namanya sama dengan nama sahabat laki-laki saya, namanya juga Prima. Saya tanya ada apa, dan ngobrol sebentar. Setelah selesai berbincang-bincang dengan dia, Prima meminta nomor handphone saya jika nanti ada apa-apa bisa berkomunikasi.

Tidak jauh dari situ, ada gadis yang menghampiri saya. Ternyata itu adalah Ratna, gadis yang saya suka karena sifatnya baik sekali dari gadis-gadis lainnya. Di mata saya dia mempunyai kelebihan fisik dan karakter yang sempurna. Dia selalu perhatian dengan saya, bahkan itu menurut saya lebih dari perhatian, dan tidak sekedar ingin cari-cari perhatian. Hingga sekarang ini, saya kangen untuk bertemu dengannya lagi. Kita hanya sekali makan bareng di Mie Ayam Pak Rie. Kita adalah penggemar Mie Ayam Pak Rie tersebut, jadi sama-sama suka. Salah satu bentuk kebaikannya adalah saya waktu itu dibayari Mie Ayam, jika tidak dia menakut-nakuti saya untuk dia yang tetap bayar. Selalu begitu Ratna itu hehe (^^). Kalau misalnya dia perlu bantuan lagi, saya pasti akan membantu, tapi karena keadaan tidak satu kampus lagi, membuat saya jarang bertemu dengannya lagi. Banyak kebaikan-kebaikan darinya, hingga waktu dulu pernah saya tweet tentang komitmen saya yang berbunyi "Tidak di blog, melainkan di hatiku", karena jika diceritakan banyak kisah tentang dirinya dan diriku.

Waktu itu Ratna ingin diantar pulang ke rumahnya dengan menebeng di motor saya. Sayangnya waktu itu saya sudah dengan Sidik, teman baik saya. Setelah meminta maaf, dia pergi menuju keluar gedung, dan di situ ada laki-laki yang sudah siap dengan motornya. Ternyata benar dia bersama dengan laki-laki itu. Hati saya agak tidak terima juga, kenapa tadi tidak saya antar aja ya.

Setelah lulus dari FEUNDIP pun, anehnya saya malah berteman dekat dengan Prima. Melamar kerja bareng, kursus bisnis online bareng, dulu juga pernah sekali foto-foto bareng dengannya. Setelah itu pun hubungan kami sudah agak longgar lagi, karena Prima sudah mempunyai pekerjaan. Saya pun berpikir saya hanya bisa menjadikan Prima hanya sebagai teman, karena banyak faktor. Salah satunya adalah dia sendiri sudah tunangan.

Cerita-cerita tentang gadis-gadis yang saya temui dari Pribumi atau pun luar negeri, semuanya masuk dan keluar dalam kehidupan saya begitu saja. Seperti kesenangan sesaat.

Kemarin saya diajak dengan Yopi. Dia ingin mengajak saya menonton Rectoverso bersama temannya juga. Yopi memberi atau menambahi saya uang sebesar Rp 15.000,- agar saya tetap menonton film itu. Ternyata isinya adalah tentang Cinta Yang Tak Terucap. Saya menangis menonton itu, karena saya membayangkan bagaimana ya jika 'dia' yang begitu. Saya ingin mencoba mencinta lagi berdasar kenyataan bukan rayuan.

Kamis, 10 Januari 2013

ASAM KEHIDUPAN

Selamat malam para follower saya, senang sekali dapat berjumpa lagi dengan saya Ricky Raharjo. Malam ini saya akan share cerita yang saya buat ketika masih duduk di bangku kuliah saya. Waktu itu saya kebagian mendapat tugas presentasi, yaitu membuat cerita dengan paragraf rata kanan dan rata kiri. Silakan menikmati. (^^)


ASAM KEHIDUPAN

Dahulu kala, saat aku masih di bangku TK dan setinggi motor bebek. Pada waktu itu rambutku masih lurus dengan style ponian ala changcuters. Sampai sekarang aku tidak tahu kenapa rambutku bisa jadi ikal, mungkin kebanyakan mikir kok aku jomblo terus, kali ya. Jomblo bukan berarti tidak bahagia dengan pacar, lihatlah di sekelilingmu masih ada banyak orang yang masih sayang kepadamu. Dan orang itu yang dapat membuat hari-harimu menjadi lebih berwarna dan melupakan pahitnya kehidupan dan menjadikan manisnya kehidupan. Ketika aku masih anak-anak aku mempunyai seseorang yang dapat membuat hari-hariku lebih berarti, dan orang itu adalah kakekku.

Kakekku adalah seorang yang pernah merasakan pahitnya hidup di saat Indonesia sedang terjajah. Bagiku beliau adalah seorang pahlawan yang siap membela tanah air. Itu terbukti saat aku akan berangkat sekolah kakekku selalu sudah siap di luar rumah untuk mengantarkan aku sekolah, beliau selalu menghormati aku layaknya seperti hormat pada waktu bendera merah putih dikibarkan. Apa boleh buat aku juga balas dengan hormat agar kakekku menurunkan tangannya, kalau tidak kakekku tidak akan berhenti menghormati aku. Aku diperlakukan seperti bos kecil oleh kakekku, seperti saat aku naik sepeda roda tiga didorong dari belakang olehnya, menunggu aku sekolah hingga pulang sekolah, tapi semua itu dilakukan kakekku dengan penuh rasa senang tanpa rasa lelah sedikit pun.

Saat aku kecil aku pernah dikucilkan oleh teman-teman TK ku. Selalu diolok-olok, dijahilin, dijewer oleh ibu guru karena aku hampir memukul temanku yang nakal itu. Dari situ aku sudah tidak niat sekolah lagi, aku bermain sendirian di taman bermain supaya hilang rasa penatku. Ada ayunan, aku ayunkan sendiri lalu kududuki sendiri, terus aku main jungkat-jungkit dengan cara meringankan dan memberatkan badanku sendiri, semua permainan aku mainkan sendiri. Beberapa menit kemudian aku dihampiri oleh kakekku. Saat itu aku ditanya apa cita-citaku, aku menjawab dengan muka cemberut kalau aku akan menjadi Baja Hitam. Aku menjawab seperti itu karena Baja Hitam kan tidak sekolah dan tugasnya cuma berubah terus nyelametin orang. Kakekku mendengar jawabanku dengan senyuman, dan berkata kau pasti bisa seperti Baja Hitam kalau kau tidak menyerah untuk sekolah.


Kemudian kakekku mengajak pergi dari TK ku yang memuakkan itu ke sebuah kampus sekolah dasar. Di situ banyak anak-anak SD yang masih jajan.di luar sekolah. Disitu pula kakekku mengajari suatu kesenian musik. Dengan cara tangan kanan dimasukkan ke dalam ketiak sebelah kiri, lalu digerakkanlah lengan kiri kakek sehingga menimbulkan suara yang khas dari ketiak kakek. Lalu aku mencoba memainkan musik khas itu, dan ternyata suara yang aku hasilkan kurang merdu dibanding suara yang dihasilkan kakekku. Kemudian aku mendengar suara khas seperti itu juga tapi bukan suara khas dari kakekku. Ternyata anak-anak SD yang lagi jajan di luar sekolah tadi ikut mencobanya untuk menyaingi suara khas kakekku. Saat itulah aku melihat kejadian yang jarang sekali terjadi dalam hidupku, yaitu aku melihat parade suara ketiak yang dipandu oleh kakekku.

Setelah parade selesai, ternyata kakek tidak hanya mengajarkan aku 1 kesenian musik saja. Pelajaran yang kedua yaitu tangan kanan dan kiri di genggam seperti posisi saat main voli, lalu ditiup hingga menyerupai suara burung perkutut. Lalu aku mencoba apa yang kakek lakukan, tapi kok tidak mengeluarkan suara, yang ada malah mengeluarkan percikan keringat berbau ketiak yang tidak berdeodorant. Aku mencium bau itu dan kepalaku agak lemas dan pusing, tapi untungnya belum pingsan. Kakekku menghentikan musiknya karena melihat keadaanku yang lemah. Kemudian kakekku mengusap-usap tangan dan menempelkan kedua tangannya ke dahiku. Kata kakekku sih bisa mengobati dengan aura positif yang timbul dari gesekkan kedua tangannya.

Walaupun tangan kakek bau, aku tetap senang diobati dengan cara begitu. Dan beliau berkata bahwa kamu harus menerima pahit, manis, dan asam kehidupan agar kamu mampu menghadapi kehidupan dengan ikhlas. Aku bertanya kenapa ada asam kehidupan juga. Kakekku menjawab dengan menunjukkan ketiaknya dan berkata inilah asam kehidupan itu nak.

Hingga akhir waktu, kakekku sudah banyak mengajari aku tentang arti kehidupan. Yaitu akan dikenang sebagai apa kita di akhir hayat nanti. Beliau adalah pribadi yang mengajarkan aku seberapa pentingnya menghargai dan menyayangi orang lain dengan rasa tulus ikhlas, tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Mungkin kedamaian di dunialah yang diinginkan kakekku.

Aku bersyukur sekali pernah mempunyai kakek yang berarti dalam hidupku, dan sampai sekarang aku tidak bisa melupakan kakek. Aku hanya bisa berdoa semoga kakek diterima di sisi-Nya.


Ricky Raharjo
C0C008137


Source dari blog yang lama :
http://rikitujojo.blogspot.com/2009/06/asam-kehidupan.html

Rabu, 04 Januari 2012

Asal Mula Panggilan "Jojo"

Selamat Siang para follower saya, nama saya Ricky Raharjo sering dipanggil Jojo, karena apa, nama saya kan Ricky Raharjo, kalau saya dipanggilnya Ricky ntar udah kayak manggil nama anjing, "Rikirikirikirikirikiriki sini, sini, sini, ayo makan bareng sama aku, anak pinter...." sambil ngasih tulang, kirik itu kan anak anjing dalam bahasa jawa.

Karena hal tersebut saya sekarang lebih suka dipanggil Jojo. Nama Jojo ini pun teresmikan waktu saya masi SMP, jadi ceritanya sebelum dipanggil Jojo, waktu SD saya sering dipanggil "Dek Kikik", waktu itu memang masih jaman-jamannya kalau yang lebih tua tu lebih keren, lebih dewasa, dan saya waktu itu juga paling muda di antara teman-teman SD saya. Selama 6 tahun di SD gitu saya nyaman-nyaman aja dipanggil seperti itu, tapi semenjak lulus dari SD, di SMP saya berpikir kenapa saya mau ya dipanggil seperti "Adek", padahal saya bukan keluarganya, atau terkadang saya berpikir saya tu adeknya siapa...., saya pun berpikir ke depan kalau saya terus-terusan dipanggil adek entar saya diadopsi jadi adek kemana-mana, gendong kemana-mana sampai besar itu kan memalukan banget, makanya perlu nama panggilan baru untuk saya supaya kesannya lebih menjual begitu.

Sudah banyak mengalami transisi nama panggilan saya, dari Dek Kiki, karena saya paling muda waktu itu, terus panggilan sayang dari kakak saya dipanggilnya "Mbe" gitu, dari asal kata "Lambe" atau "Bibir" dalam bahasa Indonesia, mungkin karena "Bibir" saya sexy atau hanya untuk menghina bibir saya, ga tau juga yang jelas saya masih polos dan ga tau apa-apa. Kadang juga dipanggil "Heh" bagi yang baru kenal, dan semua orang waktu itu kalau dipanggil "Heh" oke-oke aja, seakan-akan kamu melihat semua orang itu bernama "Heh". Dari ejek-ejekan sampai dipanggil nama Bapak/Ibu, lelucon kuno yang sering terngiang-ngiang, lucu di jamannya, dan yang paling bodoh kalau misalnya kita ga tau nama aslinya terus kita mau ajak keluar gitu, waktu di rumahnya kita manggilnya pake nama orang tuanya, dan pernah kejadian waktu SMP waktu itu, saya lagi asik-asikkan tidur gitu di kasur tiba-tiba ada orang yang manggil-manggil, tapi bukan nama saya yang dipanggil tapi nama Bapak saya, dan mungkin Ibu saya ingin bilang "Kamu tuh anaknya siapa, beraninya manggil suami saya tanpa embel-embel "Pak"?", tapi diurungkan oleh Ibu. Temen saya yang masih SMP dengan polosnya bilang, "Mau cari anaknya Ibu?", sungguh waktu itu adalah pertanyaan bodoh sekali. Kemudian dari panggilan-panggilan itu ditemukan nama marga saya yang keren yaitu "Jojo" yang sudah mengalami proses penseterilan nama berulang-ulang, karena apa, karena waktu itu nama sebelum "Jo" itu dipanggilnya "Paijo", mungkin artinya pai hijau, "Jojo Pejo", ini artinya jorok/saru pokoknya "Jojo Ped", singkatan dari "Jojo Pejo" mungkin, tapi saya mendengarnya malah kayak cepat Jo, cepat! "Jojo Marijo", udah kayak judul musik aja ya, ya mungkin bisa dijadikan lagu Mars Jojo. Akhirnya ditentukan nama panggilan dasar "Jojo" saja, karena suka diulang-ulang kata Jo itu, jadilah Jojo.

Saya Ricky Raharjo, sampai jumpa di pertemuan berikutnya.

Selasa, 13 Desember 2011

80% tidak 20% ya

Seberapa banyak orang yang meremehkan teori tentang mendekati lawan jenis yang ada di buku karena baginya, yang dilakukan itu sudah benar dan tidak butuh teori lagi. Padahal tujuan yang sebenarnya dari buku itu adalah bukan untuk merubah karakter kamu melainkan untuk menambah value internal kamu itu sendiri.

Saya dan teman saya sebut saja Mr.Alien pernah mencoba mempraktekkan apa yang ditulis di buku tersebut. Teori-teori sudah matang dipikiran kita namun pada saat mendekati lawan jenis semua yang ada dalam buku atau teori-teori yang sudah pernah dipelajari hilang semua yang ada hanyalah radical honestly (kejujuran secara tiba-tiba). Jadi kita hanya bilang yang dipikirkan saat itu juga dan jauh dari yang diteorikan itu karena waktu itu kita masih menggunakan 20% tidak 80% ya. Jadi dalam pikiran kita dipenuhi pikiran-pikiran "Nih harus berhasil kenalan terus minta nomor hapenya kalau engga aku ga bisa tidur malam ini". Berikut pengalaman awal-awal kenalan.

Setelah Mr.Alien melakukan kenalan dengan 2 cewek chinese dan minta nomor hapenya, saya bawa dia ke luar gedung dan mencoba untuk menenangkannya dan berbagi kesalahan-kesalahan. Sewaktu sharing-sharing dan mencoba untuk merefresh pikiran datanglah 2 HB (Hot Babe) dari belakang.

"Sekarang giliranmu Jo!" kata Mr.Alien.

Sambil memandangi 2 HB yang lewat tadi, "Kamu yakin aku bisa kenalan dengannya?"

"Hajar aja Masbro!" Tegas Mr.Alien meyakinkan saya.

Bergegas mendekati sang HB, "Baiklah!"

Jarak HB dengan saya kira-kira agak jauh sekitar 7 meteran, waktu itu saya ga yakin bisa berkenalan dengannya jadi kadang jarak sang HB dekat dan kadang jauh. Hingga pada akhirnya sang HB menaiki escalator. Saya pun menaiki escalator tersebut dan sekarang berada di tepat belakang HB dan sekarang HB tidak bisa berjalan lagi.

Saya menyodorkan tangan di antara kedua HB tersebut "Maaf ganggu bentar, aku mau kenalan, namaku Jojo, nama kamu siapa?"

"............" Kedua HB tersebut belum menjawab dan mereka seperti menyecan penampilan saya, mungkin dalam pikirannya "Ni sales, penjahat, tukang kredit, pencopet atau anak alay sih"

Mereka belum menjawab pertanyaan saya, tapi setelah mendarat dari escalator, saya pun mengulang perkataan saya tadi, "Namaku jojo, nama kamu siapa?"

"Namaku Endang", "Ita", "Kamu kenapa mau kenalan ma kita?" tanya sang HB.

Karena pikiran masih berantakan, antara teori dan emosi, saya pun berkata dengan tidak dilandasi emosi yang sesuai "Soalnya kalian dari jauh menarik banget"

"DOOOOOOENK!!!" seru sang HB meributkan keadaan dan menjadi sorotan orang-orang yang lewat termasuk SPG, satpam, tukang pel, yang lagi keramas pun sepertinya juga kedengaran.

Karena suasana sudah tidak terkendali saya pun menengok ke belakang dengan tujuan mengundang Mr.Alien untuk meredakan suasana. Tapi sial banget dia ngumpet di belakang konstruksi escalator.
Tanpa pikir panjang, "Eh sebentar, Aku minta nomor hape kamu?"
"Nomor aku apa si Ita?" mencoba membuat tambah panik saya tapi memang sudah panik dan terinjak-injak sih.

"E..., kalian berdua sih" dengan nada panik dan terlalu cepat.

Saya lupa yang mereka bilang tapi mereka seperti bilang "JAWABAN YANG SALAH!", "PERGI DULU YA ORANG ANEH!".

Setelah kejadian yang hina itu, Mr. Alien gantian membawa saya ke luar gedung dan mencoba menenangkan diri. Di situ kami tahu kesalahan-kesalahan kami dan terkadang kita menemukan teori baru yang tidak tertulis di buku tersebut. Seperti contohnya kalau sudah mendapat nomornya coba cek dulu itu asli atau tidak, siapa tahu itu nomor pemadam kebarakan, polisi, nyokap, bokap, atau yang lebih parah itu nomor suaminya!

Kami menyadari satu hal penting bahwa Teori adalah sesuatu yang sudah dipraktekkan, perbanyaklah praktek dengan tujuan mencari tidak (seperti kata Pak Mario Teguh) dengan begitu kita akan selalu santai untuk melakukan experimen atau praktek, kalau belum berhasil jangan salahkan diri sendiri atau orang lain, mungkin belum waktunya saja, tinggal kita berusaha mencari banyak kata tidak karena dengan begitu kita bisa belajar dari banyak kegagalan. Dengan mengharap 80% tidak dan 20% ya secara terus-menerus kita akan menjadi pribadi yang ikhlas dan terus mencoba sesuatu yang baru hingga semua itu akan menjadi natural. BE NATURAL GENIUS!