""'>

Kamis, 30 Mei 2013

Baja Hitam Oh Baja Hitam....

Seperti yang saya bilang dulu, atau bisa baca artikel ASAM KEHIDUPAN, bahwa saya sangat menyukai, mengidolakan, pokoknya fans berat oleh sosok Baja Hitam. Bagi yang lahir tahun 90 pasti tahu sosok idola ini. Dia adalah sosok di mana waktu TK saya selalu menontonnya tiap sore (kalau tidak salah). Bahkan dulu masih ada tuh filmnya Baja Hitam dalam bentuk kaset video putar yang bentuknya kotak besar, terus ada tulisan judulnya di sisi sampingnya. Pernah dipinjamin sama bapak sih, kadang ga baja hitam juga, kadang dragon ball, atau film-film bioskop lainnya. Berikut penampakan kasetnya.

Sumber gambar : kaset video.

Sosok sebelum menjadi Baja Hitam itu adalah orang jepang yang tinggi dan berambut belah pinggir. Karena dulu saya asal lihat dan have fun aja, saya ga begitu memperhatikan itu buatan Jepang, setelah besar baru tahu sekarang. Dan setelah ngubek-ngubek google lagi, eeeh ternyata style rambut Kotaro Minami mirip dengan rambut saya!

Sumber gambar : Kotaro Minami.

Bandingkan dengan saya (rambutnya).

Ini saya ketika di acara Bunkasai UDINUS Semarang.

Saya sangat berterima kasih sekali untuk Baja Hitam, karenanya saya bisa mendapat pekerjaan sekarang ini. Loh kok bisa?! Iya bisa dong, waktu saya interview ditanya apa cita-cita atau apa mimpi kamu? Saya mengatakan saya ingin menjadi Baja Hitam, cita-cita yang ingin saya wujudkan waktu kecil, dan karena saya punya teman Jepang, saya akan ke Jepang sana kemudian mencari sesuatu yang berbau Baja Hitam.

Saya salut dengan Baja Hitam, karena menurut saya, dia adalah satu-satunya Kamen Rider yang membuat trendsetter bagi Kamen Riders lainnya. Loh kok bisa?! Iya, karena dia yang mempopulerkan kamen rider yang bisa berubah bentuk, bisa jadi Robo maupun Bio.

Sumber gambar : RX

Yang biru RX Bio, tengah RX Black (Baja Hitam), dan kuning RX Robo. Tidak hanya warna dan bentuk yang berubah, kemampuannya juga berbeda-beda. RX bio, bisa menjadi molekul-molekul seperti air gitu, RX Black, punya senjata pedang matahari (ini yang bikin saya tergila-gila), dan RX Robo, incerannya maut pastinya.

Haha jadi ingat-ingat masa kecil dulu, untung saya lahir tahun 1990 yah. Yah semoga era-era yang baru ini juga bisa mempertontonkan acara-acara yang lebih membahagiakan untuk anak-anak, dan semoga tidak dikatakan "Masa Kecil Kurang Bahagia" pada waktu besarnya nanti. Semoga yang melihat ini adalah crew TV Lokal di Indonesia, dan bisa memberikan respon positif untuk hal seperti ini. Sudah dulu yah, bye, HENSHIN / BERUBAH!!!

Rabu, 29 Mei 2013

Kekancing! / Kekunci!

Selama saya bekerja baru kali ini mendapat seperti dikerjain yang tidak disengaja. Kenapa?

Siang hari yang begitu sepi senyap di kantor membuat Pak Tri ingin bergerak. Karena kalau tidak, beliau bisa-bisa ketiduran karena saking tidak adanya pelanggan. Akhirnya saya disuruh oleh Pak Tri (Kepala Bagian) untuk menunggu di kantor hingga beliau selesai promo / sebar brosur, dan akan pulang jam 5 tepat.

Ya sudah saya tunggu sampai jam 5. Seperti biasa sebelum jam 5 persis, para karyawan sudah siap-siap pulang. Saya pun juga berkemas-kemas, namun tidak beranjak dari kursi bagian akunting. "Tak!", "Tak!", suara lampu dimatikan sudah mulai terdengar. Padamlah, gelaplah, dan ruangan akunting pun semakin menjadi hitam kelam. Namun saya tetap teguh untuk menunggu beliau balik ke kantor.

Di dalam ruangan saya mendengar suara rolling door sudah mulai tergerak dan tertutup. Saya resmi kekancing dalam kantor pusat. Saya panik, jalan satu-satunya saya sms Pak Tri yang berbunyi,"Pak, saya kekunci di dalam, bapak nanti balik, tolong bukakan pintunya ya.". Dengan ribuan segala kegalauan dan kesepian, Pak Tri membalas sms saya dengan berisikan tulisan "Ya.". Menelan ludah, namun saya yakin Pak Tri adalah orang yang paling tanggung jawab, karena beliau kepala bagian, beliau selalu pulang jam 5 tepat tidak kurang.

Dari kamar mandi yang terletak di pojokkan ruangan, terdengar suara kaki yang mendekat perlahan ke arahku. "Waaaaa!!!!", mata muter 360 derajat. Bukan bukan karena takut, karena teriak senang ternyata ada yang masih belum pulang. Saya tidak tahu namanya, tapi dia membukakan pintu belakang buat saya. Dan kemudian saya ke luar untuk menunggu Pak Tri di depan kantor. Kuncinya diserahkan kepada saya semuanya. Tidak lama kemudian Pak Tri dan 1 karyawannya datang. Kuncinya saya kasihkan dan saya boleh pulang.

Benar-benar kejadian yang horor bagi saya, untung tidak jadi uji nyali di situ. Kalau memang dipaksa ikutan dunia lain, pasti saya  bakal lari ketika bunyi gong dimulai!

Selasa, 21 Mei 2013

Briefing Pagi

Sebagai karyawan baru pastinya akan selalu menjadi perhatian bagi senior-senior. Seperti yang dialami saya dan Arini di pagi hari. Karena kita kesiangan kita tidak mengikuti briefing yang diadakan setiap jam 8 tepat. Waktu itu kami masuk pukul 08.15, dan kami dipanggil oleh orang-orang HRD untuk melakukan brieding sendiri.

Sebelum memulai briefing, Arini disuruh memakai sepatunya dulu. Sepatunya lucu, ada lempengan bulat seperti koin di ujungnya. Saya jadi nyeletuk, "Eh lucu itu sepatu merk Yamaha ya?". Karena bilang secara spontan semua pada tertawa, soalnya memang koin di sepatunya mirip dengan logo Yamaha. Saya ditunjuk untuk memimpin briefing itu, dengan diawali dengan doa bersama. Lalu menceritakan apa saja yang sudah dikerjakan, dan apakah ada kendala selama ini. Kemudian dilanjutkan dengan kata-kata motivasi, Masnya yang mirip teman saya Burhan, bilang, "Selesaikanlah yang harus dikerjakan tanpa menunda-nunda, kalau tidak diselesaikan akan berakibat galau.". Ini benar-benar menyindir saya, karena waktu masuk ke sini saya mengisi formulir tentang kegalauan.

Saya jadi tidak mau kalah memberi motivasi bahwa sebenarnya motivasi itu selain dari kata-kata, pengalaman sukses orang, atau filosofi, ada juga yang dari alam sekitar. Salah satunya adalah dari burung gereja yang berkicau di pagi hari. Ilmu ini saya dapatkan ketika Bang Nugie sedang manggung di Semarang. Seingat saya beliau bilang kepada ibunya waktu dulu, "Bu, kenapa aku ga denger suara burung gereja lagi?", Ibunya menjawab, "Itu karena bangun kamu kesiangan, makanya bangun pagi supaya kamu dapat dengar kicauan burung gereja lagi."

 Saya yang di belakang kanan Nugie, kayak penampakan #misscameracation

Jadi kalau mau dengar burung gereja berkicau, bangunlah pagi-pagi. Kalau tidak suka burung gereja masih banyak burung yang lain, di toko burung banyak. Makanya banyak yang melihara burung supaya bisa bangun pagi (mungkin). Saya melihat Mbak HRD nya dan Arini tertawa malu. Apa mungkin pikirannya sudah kemana-mana?

Setelah briefing, kami diizinkan kembali bekerja, untuk tidak terjadi apa-apa. HRD nya bilang ini juga demi kebaikan karyawan baru di sini.

Oh iya ini lagunya Nugie yang Burung Gereja, selamat menikmati. (^^)


Senin, 20 Mei 2013

Gaji Pertama

Tidak terasa waktu begitu cepat hingga sekarang sudah tanggal 20 Mei. Ini adalah tanggal yang sangat dinantikan bagi karyawan Harpindo Jaya. Yap, benar sekali, ini adalah hari gajian yang dilakukan tiap bulan sekali. Saya baru saja mengecek saldonya bertambah jadi Rp 820.000 yang berarti naik sekitar Rp 500.000 an, alhamdulillah. Karena masih baru, jadi gajinya juga setengah bulan, saya tabung dulu saja untuk jaga-jaga.

Hari ini pun tetap saya lalui dengan pekerjaan saya sebagai akuntan. Tanggal 20 Mei adalah tanggal di mana perusahaan harus melaporkan PPh ps. 21 dan PPh ps.25. Saya diajarin cara mengambil antrian, memilih kantor pajak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tidak terlalu sulit, tinggal duduk, serahkan laporan, lalu diberi kertas kuning yang nantinya digunakan untuk arsip perusahaan. Harus teliti juga saat pengisian data-data tanggal masa dan tanggal bayar, dan pemisahan pt atau cv yang saya pegang.

Saat saya sedang duduk menunggu, saya isi dengan membaca solawat, berkali-kali. Saya yakin akan memberikan keberuntungan, atau akan terjadi sesuatu yang baik dan tidak disangka-sangka yang didatangkan langsung oleh Allah SWT. Dan benar, saya di situ bertemu dengan 2 kawan lama saya, 1 nya Poncol, dan 1 nya Ade, mereka adalah lulusan jurusan D3 Perpajakan FEUNDIP. Berbeda jurusan namun kami saling mengenal. Kita berbisik-bisik tanya kabar di kursi yang letaknya dipisahkan 1 kursi lagi, karena di situ tempatnya dipadati oleh para pelapor pajak.

Saya sempat terlewatkan nomor antriannya, karena waktu itu saya sedang melapor di kantor pajak yang berada di dekat kantor pajak yang ini. Saya langsung saja bilang kepada ibunya, dan syukurlah diperbolehkan langsung mendapat giliran. Baik banget, soalnya waktu saya sedang dilayani, saya mendengar sebelah yang telat tidak diperbolehkan mendapat layanan, dan harus mengambil nomor antrian lagi.

Balik lagi ke gaji, ngomong-ngomong soal gaji, saya jadi teringat rekan kerja saya namanya Arini. Dia juga orang baru sama seperti saya, namun agak lebih lama 1 minggu. Walaupun suaranya kecil sekali, namun kadang mengeluarkan ilmu-ilmu cukup berguna. Sambil menunggu Mas Malik, saya ngobrol-ngobrol dengannya tentang kerja di Harpindo Jaya ini. Menurutnya, sistem yang digunakan belum terlalu canggih masih manual dengan excel, dia jadi tidak terlalu banyak mengaplikasikan ilmu dari jurusan komputer akuntansinya di situ. Coba pakai program, seperti accurate, myob pikirnya, mungkin akan mengurangi salah input data dalam laporan keuangan, kalau begini sih anak sd juga bisa. Sebenarnya saya sendiri sadar, kalau yang namanya pendidikan itu hanyalah formalitas belaka ketika saya sudah merasakan dunia kerja itu ternyata seperti ini.

Jadi apapun jurusan kamu, janganlah takut melangkah, kalau kamu takut, habislah sudah masa depanmu, kamu harus keluar dulu dari zona nyaman. Jangan peduli setan yang bilang ke telinga kamu, bahwa saya salah jurusan. Trik-trik wawancara yang dibeberkan di google, baca dan ambil saja yang bagus-bagus. Cobalah kerja dan rasakan. Masalah gaji berapa, sebenarnya saya jadi mendapat prinsip dari Arini, bahwa apakah uang yang kita keluarkan selama pendidikan sesuai dengan gaji yang sekarang.

Pengalaman 1 tahun, 2 tahun, yang terpampang dalam perusahaan yang sedang mencari kerja hanyalah wacana, kalau memang kamu S1 dan melamar S1 tapi masih fresh graduate, tidak usah malu untuk mendaftar, segeralah lebih sukses dari saya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Jumat, 17 Mei 2013

Delapan ke Lima ( 8 to 5 )

Wah sudah lama sekali ya tidak update blog.... Wait! Kadang saya merasa tulisan-tulisan saya seperti kata-kata asing (luar negeri) yang diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia, atau mungkin perasaan saya saja. Well, saya sedang menghadapi masa-masa transisi dari pengangguran yang menjadi karyawan normal sebagai akuntan. Akhirnya ada sesuatu yang bisa jawab kebanyakan teman sepantaran saya, seperti "Sekarang kerja di mana?".

Saya melamar di Harpindo, tapi saya ditempatkan di kantor lain, yaitu di Siliwangi. Harpindo walau hanya cuma 3 hari di situ saya kenal dan cepat membaur dengan orang-orang bagian akuntansinya. Biasanya saya melihat-lihat dulu dari muka-muka orang baru, karena dari muka biasanya sudah kelihatan sifat yang akan terjadi jika bertemu dengan bentuk muka yang kita miliki. Pernahkah merasa seperti itu? Dalam benak, banyak sekali ya muka-muka yang pernah saya temui sebelumnnya di perusahaan ini. Dari HRD, saya menemui muka yang mirip teman saya Burhan, tapi dalam versi kekar, sang venus master (seorang yang mempelajari sifat seorang wanita), dan seperti adiknya Yopi, Lute tapi dalam versi tua dan tingginya, sudah ketahuan dari logatnya sama dengan teman saya, sudah ketahuan akan seperti apa ke depannya jika saya berteman dengan mereka.

Di bagian akuntansi, ada lagi yang mirip namanya Egy, mukanya agak sama dengan teman saya Alan, dan kita mudah bergaul karenanya. Ada 1 lagi, orang baru namanya Arini, dia mirip dengan teman SMP saya yang dulu pernah membuat acara reunian di mana saya dan dia menjadi ketua panitianya. Jadi karena itulah saya mudah membaur. Namun disayangkan saya harus ditempatkan di perusahaan Harapan Cipta, perusahaan yang masih satu keluarga dengan Harpindo.

Selama bekerja di Harapan Cipta, saya menyukai tempat kerjanya, ber-ac, tapi saya sendirian, jadi saya adalah akuntan satu-satunya di perusahaan itu. Selama Delapan ke Lima, atau dengan kata lain masuk kerja jam Delapan pagi dan pulang jam Lima sore, saya sudah lumayan bisa melihat sebagian besar tugas sebagai akunting di sini. Mungkin untuk menghemat pengeluaran gaji, akuntan di situ merangkap mengerjakan perpajakkan juga.

Alhamdulillah saya sudah bisa menginput Penjualan, Pembelian, Kas Besar, dan membuat Faktur Pajak. Bahkan karena itu saya bisa berkoordinasi dan berkomunikasi dari semua pihak karyawan di situ. Para karyawannya walau sudah tua-tua, mereka baik-baik, bosnya juga menyukai humor. Pernah, meja bosnya sedang dalam keadaan berantakan, dengan santainya dia bilang "Ya biar kelihatan kerja,", yah ini yang menjadi poin plus saya betah di sini.

Salah-salah di awal, takut kehilangan data, takut ngeprint, takut salah angka, takut input, itu sudah saya lalui semua, lalu apa tantangan selanjutnya, tetap ikuti on the way raharjo episode selanjutnya, jeng-jeng-jeng.

Intinya semua itu saya lakukan agar saya terbiasa dari saya langsung praktek dengan pekerjaan itu. Walaupun saya sering dimarahi oleh Mas Malik, saya terima itu semua, demi kebaikan kita, demi kebaikan mas Malik, saya, dan perusahaan untuk ke depannya. Fight!

Kamis, 09 Mei 2013

"LILY"


Namanya Lily. Nama itu menyebar dan terkenal di kota Foresia. Dahulu kala, ada salah seorang laki-laki ditemukan dengan keadaan pingsan di antara 2 pohon besar pada pagi hari. Untungnya laki-laki itu siuman, kemudian dia menceritakan kejadian malam yang mengerikan itu. Biasanya banyak yang meninggal ketika orang bertemu dengan sosok Lily itu. Banyaknya rumor tentang Lily, membuat media menceritakan Lily dengan beragam versi.

Kabar itu ternyata juga terdengar oleh sebagian kecil orang yang tinggal di kota Ermendes. Cerita mitos itu menghinggapi pikiran seorang laki-laki penulis novel terkenal yang tinggal di situ bernama Andre. Dia adalah laki-laki berkulit putih, berambut hitam lurus, belah kanan, bermata biru yang terobsesi dengan kata-kata “Bagaimana Jika”. Hingga cerita itu sampai di telinganya, Andre sedang mendapatkan hambatan dalam menulis atau biasa disebut dengan writer block.

Saat dia akan menulis cerita baru lagi untuk bukunya, nama Lily itu terus memenuhi pikiran-pikirannya, semakin banyaknya nama itu muncul, dia bergumam sendiri seperti orang gila, “Lily, Lily, Lily…. Hehehe, Lily, di mana kau, seperti apa dirimu”. Tak tahan akan menuliskan apa, dia menusukkan pena dalam-dalam ke kertas kosong yang akan ditulisnya, kemudian dia menarik keras kertas itu hingga sobek. “Lily oh lily, bagaimana jika aku menemukanmu nanti?”, ujarnya sambil melihat bintang-bintang dari jendela kamarnya.

Pagi-pagi sekali Andre sudah menyiapkan ransel beserta isinya, untuk pergi ke kota Foresia dalam waktu 3 hari 3 malam saja. Dia mengharapkan dengan hanya waktu sebentar itu sudah mendapatkan informasi yang diinginkan, dan menuliskan ceritanya ke dalam novelnya sebelum deadline menanti.

Ketika matahari sudah tepat di atas kepala Andre, dia pergi ke sebuah hotel untuk menginap dan melepaskan lelahnya. Setelah mencuci muka dan berganti pakaian santai, dia merasa lapar, dan kemudian turun dengan menggunakan tangga menuju ke restoran hotel tersebut. Andre merasakan ada sesuatu yang ganjil saat akan memakan sup ayam yang mendidih. Keanehan terjadi ketika dia mencium asap-asap dari sup itu.

Sup ayam itu tidak memiliki bau sama sekali. Andre pun bertanya kepada pelayan tersebut, “Ini, kenapa tidak ada bau sedapnya?”. “Oh itu karena di kota ini rentan banyaknya kejadian aneh, jika bau itu sampai menusuk hidung maka akan mendapatkan kesialan, salah satu yang paling mengerikan adalah....”. “Apa?!”, seru Andre yang semakin penasaran. Lalu sang pelayan itu berbisik ke telinga Andre, “Bertemu Lily....”. Pelayan itu langsung buru-buru kembali berkeliling. Andre yang mendengar itu langsung gemetaran, sendok untuk memakan sup pun jatuh ke lantai karena tangannya menjadi kaku. Bukan karena takut melainkan senang, bahkan dia tersenyum dan berkata dalam hati, “Mudah sekali ya menemukanmu, Lily.... heheheh!”.

Malam harinya dengan berbekal informasi yang cukup, Andre pergi ke tempat yang dimaksud. Banyak rumor bahwa Lily sering muncul di antara 2 pohon besar, tepatnya di dalam taman bunga Monic. Sebelum memasuki taman itu, dia menyemprotkan parfum yang sangat menyengat, agar nanti mudah untuk memunculkan Lily. Lalu dia berjalan menuju ke tengah-tengah kedua pohon besar itu.

Tiba-tiba hembusan angin yang sangat kuat mengelilingi Andre. Badannya seperti ditarik oleh kedua pohon besar itu, dia mencoba melawan kekuatan angin itu dengan menancapkan pena ke bumi yang ada di sakunya untuk bertahan. Namun sia-sia angin dari arah atas pun juga berhembus ke bawah, menjatuhkan badan Andre ke bumi. Lalu muncul semerbak wangi menusuk ke dalam lubang hidung Andre. Matanya berkunang-kunang tidak fokus. Dalam keadaan itu Andre melihat sosok gadis yang sangat manis dan cantik.

Gadis itu bergaun putih, berambut hitam sebahu, dan berkulit putih. Gadis itu berjalan mendekatinya. “Kau, Lily….?”, tanya Andre dengan keadaan setengah takjub. “Ya, apakah kau mencariku? Parfumnya bikin pusing by the way, hihi”, balas Lily dengan riang gembira. Aroma wangi itu semakin kuat di hidung Andre. Wangi itu menyebabkan tubuh Andre bergairah. Dalam pikiran Andre muncul pikiran-pikiran untuk mencumbui Lily. Setelah Andre berpikir lagi, dia tahu jika dia mencumbui Lily makan akan timbul wangi yang bisa menyesakkan paru-parunya dan meninggal, seperti orang yang kelebihan dosis atau overdosis.

Hal seperti itu tidak diinginkan Andre, karena dia sudah berjanji dalam dirinya untuk membukukan cerita ini dalam novelnya nanti. Dia mencoba melawan pikiran-pikiran negatif itu dengan mengalihkan pikirannya ke sesuatu yang lain. Andre melawannya dengan menusukkan mata pena ke paha kanan bagian atas agar dia hanya memikirkan sakitnya itu dan agar tidak bisa berjalan menghampiri Lily.

Lily terus di situ memperhatikan Andre yang sedang merasa kesakitan. Sudah beberapa menit berlalu hingga pada akhirnya Andre tidak kuat lagi menahan keluarnya darah dari pahanya itu, lalu dia koma atau tidak sadarkan diri. Lily bergumam dalam hati. “Dia beda, beda dari orang yang biasa mau mencoba mencumbuiku, kasihan sekali dia….”.

Karena alasan itu, Lily mencium bibir Andre. Ciuman itu mempunyai kekuatan khusus yang hanya dimiliki Lily. Ajaibnya Andre terbangun sehat seperti tidak terjadi apa-apa. “Lily, kenapa kau membiarkan aku hidup?”, tanya Andre bingung. “Sudah lupakan…., anggap itu hanya mimpimu saja, hihi”, jawab Lily riang gembira. “Kenapa kau tidak wangi lagi?”, tanya Andre. “Aku telah menggunakan satu-satunya intisari yang dapat digunakan untuk menyembuhkan orang dari kematian makanya sekarang aku tidak wangi lagi, sekarang kau memiliki harum sepertiku dulu”, jelas Lily. “Kenapa kau menggunakan aroma yang dapat meningkatkan gairah bercintaku? Jangan bilang karena kau sering kesepian ya dulu, hahaha!”, goda Andre. “Ada-ada saja, kadang aku berpikir siapa yang setan ketika orang itu tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, tapi sekarang aku bisa melihat manusia sejati seperti dirimu, hihi”, puji Lily. Malam berlalu dengan obrolan-obrolan hangat.

Ada perasaan “Love at first sight” di antara mereka berdua. Sebelum fajar tiba, Lily pun pamitan dengan Andre, dia menghilang ketika matahari muncul di antara gunung-gunung yang menjulang. Tidak sampai 3 hari. Andre pun sudah mendapatkan cerita yang menakjubkan. Dia pulang menuju ke kota Ermendes, dengan membawa banyak bahan yang bisa dituliskan ke dalam novelnya yang berjudul “Lily”.

Naskah novel “Lily” sudah siap untuk diberikan kepada penerbit terkemuka di kota Ermendes yang bernama “Smile Media”. Novel pun diterbitkan dan laku keras pada hari pertama. Ada 500.000 copy yang sudah terjual di kota Ermendes.

Sebenarnya yang membuat novel “Lily” terkenal bukan hanya karena ceritanya, namun berita dibalik penerbitan novel itu sendiri terjadi tidak wajar. Karena waktu itu editornya menemukan bau-bau yang sangat wangi hingga wanginya itu membuat sesak nafas dan meninggal ketika sedang membuka halaman pertama. Hal itu membuat Andre dipenjara selama 5 tahun. Di dalam sel penjara dia menggunakan pakaian seperti astronot, agar wanginya itu tidak menyebar. Setiap malam dia selalu menyebut nama Lily, tapi ironisnya Lily hanya bisa dipanggil dengan menggunakan wangi yang menyengat, sedangkan Andre sendiri harus menunggu 5 tahun lagi agar dia bisa menggunakan wangi dari Lily tersebut untuk memanggil Lily.

Setelah Andre keluar dari penjara dia menjadi terkenal karena dia berjasa memberikan keamanan kepada kota Foresia. Kota itu kembali normal, apa saja sekarang bisa dicium dengan indera penciuman. Sekarang pun Lily menjadi icon kota Foresia. Taman Monica yang dulunya seram dan menakutkan sekarang menjadi tempat wisata para traveler dari berbagai kota, bahkan Negara. Kadang ada sebagian kecil orang yang beruntung bisa melihat langsung Andre dan Lily di dekat kedua pohon besar itu pada malam-malam tertentu.



- END –


By : Ricky Raharjo

Rabu, 01 Mei 2013

Hari Kedua Bekerja Sebagai Akunting

Saya baru sadar kalau saya menulis dengan begitu membosankan di postingan terakhir saya. Sepertinya saya akan melebihkan cerita yang mengena di hati dari satu hari itu. Maklum saya hanyalah blogger bukan jurnalis, atau wartawan yang mencoba meliput sebuah berita, makanya saya menggunakan kalimat saya seadanya, tapi saya pastikan isinya bermakna.

Hari ini adalah hari dimana sibuk-sibuknya bagian akuntansi di kantor Harpindo Jaya. Banyak karyawan yang sibuk dengan laporan rekapan tahunan yang selalu dikerjakan pada akhir bulan April. Kerjaan yang saya kira sudah selesai waktu kemarin ternyata belum selesai dan belum dikirim ke Pos Indonesia.

Hari itu Egi tidak membawa laptopnya, ternyata laptopnya milik orang tuanya, dan sedang digunakan untuk bekerja, sehingga tidak jadi mengcopy koleksi film yang ada dalam kaset bakaran dvd saya. Sayang sekali ya, padahal saya sudah membawa 1 kantong plastik penuh dengan isian sekitar 16 an  kaset dvd, tiap dvd minimal ada 4 film.

Saya memang penggemar berat film, khususnya saya suka film pencurian, karena ada sesuatu dibalik film pencurian itu. Saya tidak mungkin jadi pencuri, karena itu perbuatan dosa. Saya menyukai film yang ceritanya cerdas, tidak terduga-duga, dan keren (pakaian, tingkah laku, dan cara bernegosiasi). Bahkan saya ingin anda menonton apa yang saya tonton, merasakan apa yang saya rasa ketika menonton genre pencurian itu. Kalian bisa mengunjungi situs review film pencurian di blog saya yaitu Heist Movie Review. Kok malah jadi promosi, maaf.


Salah satu hal yang melegakan adalah ketika laporan sudah dikirimkan di Pos Indonesia dan Kantor Pajak. Waktu itu saya disuruh Malik untuk mengirimkan laporan keuangan perusahaan yang ada di Sukoharjo. Antrinya yang ada di kantor pos itu tidak beraturan, tidak ada tulisan antri, tidak ada line atau garis antri, jadi saya bingung. Ketika saya mau maju kok malah ada yang mendahului saya. Karena ibu-ibu saya biarkan, lagian juga 1. Waktu sudah sampai depan ibu-ibu yang melayani pengiriman bilang kepada saya, "Mas, kalau mau antri itu ditumpuk saja amplopnya". Dalam hati pastinya saya kesal, kenapa tidak dari tadi bilangnya, dan memang benar yang lain ternyata juga tidak tahu, saya kira cuma saya yang tidak tahu.

Saya mendapat posisi kedua setelah ibu-ibu yang mendahului saya. Setelah ditunggu ternyata ibu-ibu yang mendahului saya mengirimkan banyak surat sepertinya sekitar 12 buah. Sebelas menit kemudian saya baru bisa berkomunikasi dengan staf counternya. Saya meminta itu distaples, kena Rp 7.000,- karena ada cd nya atau jasa staplesnya, saya tidak tahu pasti. Walaupun saya bilang kirim biasa tetap saja memakai kilat khusus, saya kira saya salah ternyata memang begitu, lalu saya serahkan struknya kepada Malik, mungkin itu pekerjaan awal saya yang baru saya rasakan sebagai staf akunting di Perusahaan ini.

Saya kira kalau sudah jam 5 pulang, ya memang pulang pada bagian lain namun bagian akuntansi tidak. Saya bertahan di situ, Arini karena rumahnya jauh disuruh pulang dulu oleh Pak Ifan. Dengan kemampuan seadanya saya membantu seadanya, seperti memegangkan sesuatu. Mereka sibuk sekali, apakah saya akan sesibuk mereka, apakah akuntansi bisa dibuat tidak lembur seperti ini? Lembur kerja adalah hal yang lumrah untuk bagian akuntansi pada perusahaan manapun.

Saya masih galau, apa benar saya bahagia? Hari itu saya seperti benalu. Sebenarnya benalu itu bukan parasit, dia mendapatkan makanannya dari udara dan air hujan. Kutipan itu dari film Adaptation yang dibintangi Nicolas Cage. Jadi memang bukan mengganggu melainkan hanya ikut-ikutan tanpa tahu arti, popok bawang kalau bahasa orang sini (Jawa).

Semoga saya tetap melihat ke depan, dan mencoba untuk tersenyum, walau terkadang sekarang senyuman saya memiliki arti berbeda-beda dan maknanya. Seperti kata HRDnya bilang "Semangat!". Terima kasih atas ucapannya. Semangat buat kalian yang membaca ini juga. (^^)

Senin, 29 April 2013

Hari Pertama Kerja Sebagai Akunting

Maaf jika tulisan saya akhir-akhir ini membosankan, saya memang tidak pandai menulis, tapi saya akan coba share pengalaman saya sebagai akuntan yang benar-benar newbie mencoba menjadi master. Hari ini saya mulai masuk kerja. Saya datang 15 menit sebelum kantor buka. Kantor masih sepi sekali. Saya bertemu dengan Pak Anis, HRD yang dulu mewancarai saya di parkiran. Beliau menyuruh saya untuk langsung ke lantai 2, di mana bagian administrasi dan akunting berada.

Karena saya baru, saya disuruh ikut breifing. Waktu briefing saya memperkenalkan diri. Lalu saya menyerahkan ijazah asli ke Pak Anis, sebagai syarat kerja di situ. Langsung saja waktu itu Pak Anis mengantarkan saya ke bagian akuntansi. Saya berkenalan, ada 3 gadis, namanya Nur, Ania, dan yang masih 1 minggu Ariani. Saya berkenalan juga dengan Egi, mukanya mirip dengan teman saya Alan. Yang lainnya seperti Pak Anto, Fajar, Pak Ifan, dan tetangga dekat saya bernama Andik sedang mengurusi laporan keuangan sepertinya.

Tidak lama kemudian datang orang lagi, namanya Malik. Dia ini yang akan digantikan oleh saya. Ternyata kerjanya tidak di Harpindo Jaya melainkan di Suzuki Siliwangi, namanya Harapan Cipta kalau tidak salah. Saya tahu karena ketika sudah bertemu dengannya saya diajak di tempat kerjanya itu. Dia mengambil data lalu kembali lagi ke Hapindo Jaya bersama saya yang nebeng dengannya. Dia sepertinya sedang sibuk merekap laporan dengan Pak Ifan, Andik juga membantu sekalian dia ingin menggali potensinya lebih dalam.

Saat Pak Ifan tidak ada di situ, saya diajari oleh Malik tentang pencatatan penjualan kredit dan tunai di lembar kerja pada komputer. Lumayan mengerti, di situ juga saya mencoba tanya-tanya tentang keterangan apa itu DPP, subsidi, diskon, dan lain sebagainya. Dia hari ini masih mengajari itu dulu, karena kondisinya yang sedang sibuk dengan rekapannya, saya tidak enak untuk tanya-tanya, saya hanya melihat dan mengamati.

Waktu sudah menunjukkan jam 12, saatnya untuk istirahat, makan, dan sholat. Egi membawa bekal dari rumah, saya diantarkan ke warung dekat kantor oleh Fajar. Saya makan nasi rames, pedas sekali, tidak baik untuk tenggorokkan, untung saya minum teh panas untuk meredakannya. Kemudian dari situ saya sholat di masjid dengan Egi, Fajar, dan ada juga orang bagian sales. Saya sholat jamaah dengan orang itu.

Kembali ke kantor, Malik dan Andik tidak ada di bangku karena tadi mereka tidak istirahat, makanya ada akumulasi istirahat jadi dari yang ditetapkan jam 1 menjadi jam setengah 2 balik ke kantornya. Saya menyemangati bagian HRD yang sudah memasukkan saya ke sini. Saya tanya saja tentang apakah ada rekruitment lagi, mereka menanggapi dengan serius, tapi karena hal itu lah saya bisa bilang "Tetap Semangat Yah!".

Sambil menunggu mereka, di kantor saya ngobrol-ngobrol dengan Ania, Nur, Ariani, dan Egi di situ. Egi, tadi saya dengar ingin meminta film makanya saya ngobrol tentang film, dan saya menceritakan bahwa saya saking sukanya film pencurian saya mempunyai blog sendiri tentang pencurian yaitu Heist Movie Review. Besok saya akan membawakan film dari bakaran dvd saya agar tidak bosan di kantor.

Sebelum jam 3 atau sholat Ashar, Egi mengajak saya ke kantor pajak, untuk memberikan laporan pajak ke kantor pajak, bagian kotamadya. Egi dan saya pergi dengan motor Tiger saya. Ternyata tugas belum selesai, setelah ke kantor pajak kami ke kantor pos yang ada di dekatnya, kita ke sana dengan jalan kaki.

Saya merogoh-rogoh jaket saya ketika menunggu, dan ternyata ada koin berisi coklat. Saya makan coklat itu, sambil menuju ke parkiran. Kemduian menuju ke Bank Cimb Niaga bertemu dengan Bu Ita, menyerahkan titipan dari Pak Ifan. Setelah itu kami balik ke kantor, lalu lapor ke bapaknya, tetap dicatat sebagai biaya pengiriman surat itu, dan masuk ke biaya-biaya. Lalu saya sholat Ashar, Egy juga ikut namun saya duluan karena dia sedang mengeringkan baju. Kemudian saya kembali lagi ke kantor, ngobrol lagi, dan ternyata tim akuntansi akan lembur. Egi pulang duluan karena dia ada kuliah nanti malam. Saya juga ijin pulang namun tanpa alasan, sebenarnya saya sedang tidak fit.

Hari pertama seperti orang magang, karena Malik sedang sibuk dengan rekap dan rumus. Semoga besok dapat ilmu akuntansi yang lebih mantep lagi, amin. Karena tahu sendiri Malik itu pemegang akuntansi, biaya, dan pajaknya sendirian di Suzuki Siliwangi, saya harus benar-benar memperhatikan.

Sabtu, 27 April 2013

Happyness Start Here

Setelah sekitar 1 setengah tahun akhirnya saya mendapatkan pekerjaan sesuai dengan pendidikan yang saya tempuh. Hari ini saya mendapatkan pekerjaan sebagai staf akuntansi di perusahaan Harpindo Jaya (bergerak dalam bidang dealer resmi kendaraan terutama Yamaha). Saya senang sekali ketika mbaknya menyatakan proses rekruitmen sudah selesai, dan bilang "Selamat bergabung dengan PT.Harpindo Jaya". Speechless, kata-kata yang saya ucap dan paling saya ingat adalah "Alhamdulillah". Saya pamitan kemudian keluar dari gedung menuju parkiran motor saya, saya tetap masih tidak menyangka ini.

Sebenarnya yang lebih membuat saya nyaman di situ adalah bapak kepala akuntansi yang mau memberikan saya kesempatan untuk berkembang dan menggali potensi akuntansi saya, jadi setelah kontrak habis saya sudah siap ditempatkan di perusahaan yang lebih besar, atau katakanlah biar saya terpandang dan mempunyai value lebih dengan pengalaman akuntansi saya, amin.

Saya jadi teringat hari interview pertama, hari kamis tepatnya. Waktu saya sedang memarkirkan motor saya di depan gedung PT.Harpindo, ada yang kenal dengan saya. Saya tidak tahu, tapi dia tahu kalau saya itu adalah temannya Maul, atau Maulana, teman satu kuliahan saya dulu. Kita ngobrol, berkenalan, tukaran pin BB, ternyata namanya Herman, kemudian meneruskan duduk manis di ruangan kecil yang terbentuk dari kotak-kotak berwarna biru. Berdua menunggu dipanggilnya interview.

Beberapa menit kemudian munculah pelamar yang lain. Ada 2 orang, satunya dari UNNES, dan satunya lagi dari UNDIP. Saya belum sempat kenalan, tapi kita ngobrol asyik di situ. Sambil menunggu kita disuruh mengisi formulir yang disediakan. Formulirnya seperti biasa agak panjang, pertanyaan yang sulit adalah kelebihan dan kekurangan. Itu yang membuat saya berpikir dulu, karena jawaban yang akan saya berikan akan berpengaruh pada interview nantinya.

Lalu ada yang unik di sini, ada pertanyaan "Apa yang menjadi moto hidup anda?", atau semacam kata-kata motivasi apa gitu. Karena saya terlalu banyak atau bingung mau menjawab apa, saya jadi teringat kata-kata Rene Suhardono dan Billy Boen pada acara Young On Top di Metro TV, yaitu "Kalau kita galau berarti sebenarnya kita peduli". Ya saya tulis sama persis di situ, dengan demikian saya bisa mengisikan kolom kekurangan saya, yaitu galau ketika semuanya belum selesai. Oh iya gara-gara formulir ini saya jadi mempunyai ide untuk tujuan hidup saya, yaitu mewujudkan cita-cita menjadi baja hitam seperti yang diceritakan di ASAM KEHIDUPAN. Jadi waktu itu saya menulis, "Pergi ke Jepang lalu beli kostum baja hitam". Saya bakal senang banget kalau itu terwujud.

Waktu wawancara pun saya dipersilakan memperkenalkan diri. Saya mendeskripsikannya agak sama dengan yang ada di Kenali Raharjo. Karena saya belajar kesalahan interview sebelum-sebelumnya, saya di sini lebih kepada menjual diri saya, seperti apa yang bisa saya kontribusikan kepada perusahaan ini, kalau dulu saya salahnya lebih mengungkapkan bahwa saya tidak suka akuntansi tapi kok bisa lulus.

Saat interview, saya bilang saya suka menulis blog, maka saya ceritakan mengapa saya menulis blog. Saya ingin sekali orang-orang yang menyempatkan membaca cerita saya mendapatkan suatu ide segar, inspirasi, kepercayaan diri, maupun motivasi hidup. Dulu saya sempat melihat statistik sumber pemirsa yang menelusuri blog OTWR saya dengan menggunakan keyword "Interview PT. Djarum". Ini menandakan bahwa, setiap insan yang ingin melamar pekerjaan pastinya tidak percaya diri, sehingga mereka menggunakan media internet untuk bersiap diri sebelum melakukan aksi. Sampai-sampai ada yang e-mail saya menanyakan apakah saya keterima atau tidak.

HRD atau siapanya PT.Harpindo Jaya melihat saya begitu semangat. Saya tidak menyangka dilihatnya seperti itu oleh mereka. Mungkin saja, terlalu banyak mendengar musik-musik jepang atau instrumen yang bersemangat. Saya suka sekali back songnya Summer Wars, Bakuman, kadang AKB48 juga, pokoknya yang beatnya tinggi dan cepat. Mbak-mbaknya yang interview saya ternyata suka blog juga, bahkan dia bergabung di komunitas blogger Semarang. Saya mempunyai tujuan baru lagi jadinya, jika saya diterima kerja nanti, saya ingin menginspirasi orang melewati blog saya, bagi yang lulusan akuntansi agar tidak takut melamar sebagai staf akuntansi, karena kebanyakan teman saya malah jadinya staf administrasi bukan akuntansi.

Hari Jumat sekitar jam 10 saya ditelpon pihak PT.Harpindo Jaya untuk mengikuti tes tertulis yang akan dilaksanakan hari ini, yaitu hari Sabtu. Saya kira, hanya saya yang dipanggil ternyata orang-orang yang kemarin datang lagi termasuk Herman. Ditambah 2 lagi wanita, saya tidak tahu namanya tapi bagian lain.



Kita pindah ke ruangan tes, dan memulai psikotest. Dijamin mudah-mudah, seperti biasa, namun butuh otak yang segar saja. Hitung-hitungan hanya waktu diberikan soal akuntansi saja. Saya saja tidak bisa menyelesaikannya karena kalkulator saya tidak bisa mentotalnya, malah "syntax error". Setelah psikotest selesai saya dipanggil lagi setengah 2, tapi ada 2 teman saya yang disuruh pulang malahan. Tapi saya diam saja, kalau saya nanti dipanggil. Ya ternyata interview dengan kepala akuntansinya. Kepala bagian akuntansinya baik sekali, lalu mbaknya yang interview tadi juga sudah siap menerima saya sebagai karyawan di sini, dia akan menunggu saya pada hari Senin besok jam 8 kurang, dengan membawa ijasah asli, uang Rp 250.000 untuk membuka rekening danamon (untuk penggajian), lalu mental saya sebagai karyawan baru.

Semoga Happynes Start Here (^^). Kenapa Happynes? Ya supaya kayak filmnya Pursuit of Happyness.

Kamis, 25 April 2013

SALAM SAPA BLOGGER PERSONAL

Halo teman-teman blogger, perkenalkan nama saya Ricky Raharjo. Sudah makan belum? Senang sekali akhirnya saya menemukan tempat di mana saya bisa mendapatkan teman-teman blog sesuai dengan kriteria blog saya yaitu personal.

Kenapa saya memilih blog personal? Awalnya saya hanya ingin melampiaskan uneg-uneg saya. Setelah diteliti ternyata saya alay sekali waktu buat blog pertama kali, bahkan templatenya membuat saya ogah untuk menulis blog itu. Akhirnya setelah banyak mendapat ilmu-ilmu dari orang-orang terkenal, seperti Steve Job dengan teori simple, mudah dan berguna, kemudian Raditya Dika yang membuat blognya lebih kepada konten yang bodoh tapi menghibur, akhirnya terbentuklah blog On The Way Raharjo.

Blog ini berisi tentang cerita keseharian saya menemukan ilmu yang saya dapat dari teman-teman, orang-orang, bahkan keluarga sekalipun, entah itu didapat dengan sengaja maupun tidak sengaja. Saya ingin sekali blog saya mempunyai pembaca, tapi karena saya sendiri agak malu untuk share blog personal ke social media, makanya saya butuh teman yang tidak dekat namun suka membaca, agar bisa saling tukar pikiran. Sekarang blog saya masih saya sebarkan ke twitter dengan mention ke sahabat saya, dan ada juga teman yang saya dapat dari omegle.

Terima kasih Blogger Energy, semoga dengan saya bergabung di sini, saya dan kalian semua dapat memberikan timbal balik yang dahsyat. Maju terus blogger personal Indonesia!

Photobucket

Selasa, 23 April 2013

Seminar Do Good Things

Sudah lama sekali ya tidak mengikuti seminar-seminar lagi. Kali ini Bro Adhi mengajak saya ke sebuah seminar yang saya sendiri tidak tahu persis apa yang nanti di seminarkan, dan siapa pembicaranya. Karena dia sudah mengetag acaranya di Facebook saya, saya melihat sepertinya acaranya menarik. Yang membuat menarik salah satunya adalah Pak Handoko Hendroyono adalah salau satu temannya Pak Rene Suhardono. Saya memiliki buku Pak Rene yang Your Job is Not Your Career dan isinya wah sekali. Ya pastinya Pak Handoko mempunyai materi yang bagus juga. Jika saya mengerti bukunya Pak Rene dan Pak Handoko yang Brand Gardener, pastinya akan menambah pengetahuan saya tentang brand dan karir.


Senin, 15 April 2013

Karaoke Bareng ASEM

Selasa lalu, saya dan teman-teman ASEM saya mengadakan acara kumpul-kumpul. ASEM adalah komunitas yang terbentuk saat saya berada di kelas X-4 (Sepuluh Empat), kepanjangannya sendiri yaitu Anak Sepuluh EMpat, simpel bukan? Seperti biasa Andi, bisa dikatakan bosnya ASEM selalu saja mengadakannya dadakan. Memang banyak yang sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing, namun itu tidak menghalangi kita untuk bermain bersama lagi. Berkat kabar dari Andi, kita dapat betemu kembali. Terima kasihhhhhh! (^^)

Waktu saya sedang asyik-asyiknya main komputer, tiba-tiba ada sms masuk. Sms yang berisi bahwa nanti karaoke bareng ASEM, dan Linda sudah kangen banget sama saya. Linda adalah teman SMA saya sekaligus teman sekampus UNDIP yang rumahnya lumayan dekat dengan saya. Ya memang kebiasaan Andi selalu bawa-bawa Linda di smsnya. Tapi memang benar sih Linda sudah menunggu di rumahnya, tapi tidak tahu kalau benar-benar kangen, haha.

Saya telat, jadi kumpulnya pindah di rumahnya Andi. Sekitar 15 menit saya baru siap dari waktu sms masuk, karena saya harus mandi dan siap-siap dulu. Ya kalau saya sih memang kebiasaan, mending keluarnya sehabis sholat Isya, jadi sudah plong kalau mau apa-apa. Sesampainya di rumah Andi, ternyata saya sudah ditunggu teman-teman ASEM seperti Linda, Niken, Gigih, Pras, dan tentunya Andi. Pras tidak ikut karena sesuatu, saya tidak tahu kenapa.

Saya, Gigih, dan Andi menuju rumah Aya dulu karena ternyata dia juga telat seperti saya. Andi bersama Gigih boncengan, saya sendiri, jadi saya yang akan memboncengkan Aya. Andi memanggil Aya dari luar. Lalu dia pergi bersama motor dan Gigih menuju ke tempat karaoke. Saya menunggu sendirian di depan rumahnya Aya. Cuaca yang mendung, angin yang kencang sehabis hujan, membuat hati saya makin galau, karena kebetulan tadi kecepetan untuk ke rumahnya Andi, saya lupa membawa jas hujan. Sekitar 5 menit, Aya baru keluar, dia tidak sempat dandan, namun menurut saya itu sudah cantik.

Akhirnya tiba juga di Inul Vista, depan Tri Lomba Juang. Saya baru pertama kalinya masuk ke situ. Saya kira tempatnya sempit, ternyata tidak, karena waktu saya tanya tempat Andi dan teman-teman karaoke, karyawannya bilang ada di lantai 5. Ya saya dan Aya pun masuk ke dalam lift itu, dan segera menekan lantai 5. Gila, lantainya mengalahkan lantainya Citra Land Semarang! Saya masuk ke ruangan langsung disambut dengan hangat, walau mereka sedang asyik berkaraoke. Selain teman-teman yang saya sebutkan tadi, saya tidak menyangka akan ada tambahan teman ASEM lagi, seperti Adi, Galuh, dan Ganar. Yang namanya Ganar dan Galuh ini jarang sekali ikut kumpul, saat itu benar-benar ramai.

Ya memang agak canggung sih untuk awal-awal karaoke. Pesannya lagu-lagu pop yang dimengerti semua teman-teman ASEM. Beberapa menit kemudian saya pesan lagu Ai Se Eu Te Pego nya Micel Telo, banyak teman-teman yang tidak tahu lagu itu. Tapi waktu saya menyanyikannya, mereka agak tahu, yang tahu persis juga Gigih, makanya saya duet dengan dia. Sebenarnya saya tahu lagu ini dari Yewon, teman dari korea dulu. Jadi waktu itu dia lagi tanya ke teman campnya melalui Facebook bahwa dia suka lagu yang depannya rosa, rosa, terus akhirnya ada teman satu campnya lagi yang comment untuk memberitahu judul lagu tersebut. Ya benar sekali, saya menstalk (melihat diam-diam) akunnya Yewon, haha maaf! (^^)

Saya selalu penasaran dengan tempat karaoke, apakah ada lagu yang saya suka dalam daftar lagunya. Saya menyukai Jepang, jadi saya coba cari musik Solanin, yang dinyanyikan oleh Asian Kungfu Generation. Setelah saya cari memang ada nama bandnya namun tidak ada judulnya, saya akhirnya menyanyikan lagu jepang lainnya. Banyak yang tidak tahu lagu yang saya nyanyikan. Namun Adi tahu cerita filmya. Yap, film Yui yang terkenal Taiyou No Uta dengan soundtrack yang terkenalnya dan sedang saya nyanyikan adalah Goodbye Days. Walau teman-teman tidak tahu, mereka sangat menghargai setiap kesempatan yang diberikan kepada sang giliran, kecuali dia sendiri yang mau distop atau next.

Sudah 1 jam lewat, kita langsung memesan yang dapat menggoyang pinggul kita. Andi memainkan lagu dangdut yang saya sendiri tidak tahu liriknya. Saya, Andi, dan Galuh yang goyang, yang lainnya duduk-duduk saja, tapi it's okay jadi ada penontonnya kalau begitu. Saya menari ala Tukul yang berjalan seperti robot konslet yang mengepak-kepakkan sayapnya. Galuh hebat sekali saya salut karena dia bisa hapal lirik lagu dengan bahasa daerah, saking hebatnya saya beri saweran. Tidak seperti saweran biasanya memakai uang kertas, saya memakai tisu untuk mensawer Galuh dan Andi. Kucing pun tertawa, saya suka melihatnya saat tertawa. Kucing adalah panggilan kesayangan para ASEM kepada Linda. Tidak ingin kalah dengan mereka saya pun makin meliar dengan gaya Tukul. Saya bisa melakukan banyak hal jika lagi seru-seruan. Gaya wayang kulit memarahi anak wayang kulit pun saya lakukan dengan sepenuh hati.

Sebelum saya pulang saya pergi ke toilet dulu, karena itu saya jadi agak telat untuk turun ke lantai 1. Memang saya suka semuanya plong dulu sebelum melakukan yang lainnya, loh kok kata-katanya kayak yang tadi? Memang sengaja, untuk menegaskan kebiasaan saya, hehe (^^). Ketika sudah di lantai 1, saya melihat anak-anak ASEM sudah pada di luar. Saya tanya kepada Andi, dia menyuruh kepada saya untuk membayar semuanya, tapi saya tahu saya dibodohi, makanya saya berlaku seperti orang bodoh untuk menjaga etika persahabatan. Sudah dibayar, tapi saya tidak tahu siapa yang membayar, padahal sudah tanya siapa yang bayar, tapi teman-teman sudah mau pergi lagi ke warung roti bakar yang terletak di Jl.Majapahit.

Di situ saya dan teman-teman sharing-sharing, kangen-kangenan, dan pastinya makan-makan dengan uang sendiri. Tidak hanya itu, kita juga ingin sekali merencanakan kumpul-kumpul seperti ini lagi. Ada yang menyarankan renang di Waterblaster, ada yang arung jeram, ada yang ke pantai Bandengan, ada yang ke Sidomukti, dan lain sebagainya. Agar pertemuannya berkesan, kita foto-foto, karena saya telah menjadi ikon Fotografernya ASEM, saya jadi senang hati memfotokan mereka, dengan hasil tanpa saya. Oh ternyata Andi baik sekali, gantian memfotokan saya dengan teman-teman ASEM. Inilah hasil yang difoto oleh Andi.


Di warung itu kita makan roti bakar dengan minuman wedang yang menghangatkan pertemuan kita. Waktu itu saya pesan roti bakar kornet, karena dulu saya ingat kata-katanya Tintin, kalau kornet itu enak. Lumayan enak sih, tapi jadinya lama sendiri, saya makan paling akhir waktu itu. Semoga ada kumpul-kumpul ASEM lagi, Amin.

Senin, 08 April 2013

Tentang Social Media

Sebenarnya yang bikin galau tuh update status. Kenapa? Sebelum kamu update kamu bakal disuruh mikirin apa yang kamu pikirin. Tertekan ga sih sama socmed? Namanya juga media, itu akan terekam dari mulai kamu buat hingga sekarang. Jadi setiap kamu online kamu bakal lihat status yang dulu-dulu. Yang berarti kamu akan selalu melihat masa lalu, yang takutnya bisa berakibat susah move-on. saya pun ketika menulis ini, sama halnya dengan para facebooker.

Saya tidak bisa menyalahkan status yang muncul di beranda. Ini seperti waktu saya mendapat ilmu dari film, yang isinya tentang penulis cerita film. Dia diberi job untuk membuat film horor indonesia yang gaje, seperti pocong ketiban duren atau apa. Sebenarnya si penulis cerita itu mempunyai karya masterpiece yang luar biasa. Namun setelah melihat kondisi ibu kota yang memang hidup seperti itu, dia ambil job itu demi memenuhi kebutuhan keluarganya

Bahkan saya terpikirkan tentang sinetron-sinetron, atau fenomena yang alay, atau apa, kenapa dibiarkan? Menurut saya itu memang sengaja dibiarkan agar menjadi ciri khas negara kita yang supaya orang asing yang datang ke Indonesia merasa dia menemukan dunianya yang baru, yang berbeda dari yang biasa. Karena pemikiran itu pun saya menyukai orang-orang yang berdagang menjadi PKL, Booth, Stand atau usaha-usaha kecil yang mejeng di pinggir jalan, soalnya saya jarang menemui hal seperti itu di jalan-jalan pada film Hollywood. Orang yang seperti itu tuh menurut saya, turut menambah daya tarik wisata asing, dan itu bisa disebut Truly Asian. Kesimpulannya status ini tidak akan ada ujungnya, mungkin hanya bisa bilang update status adalah salah 1 bentuk kebiasaan Indonesia, dan itu gapapa, karena itu Asia.

Ada teman saya dari Jepang bernama Kayo suka mengudpate status yang sangat panjang-panjang, dan isinya itu, selalu membuat saya terinspirasi dari foto dan tulisannya. Beda dengan pribumi kebanyakan, mereka update status pendek-pendek, dan isinya membuat pembacanya galau. Bukannya memaksa untuk berubah, namun ada baiknya kita mengupdate status yang baik-baik. Satu postingan kebaikan dalam facebook anda turut mengurangi angka galau di Indonesia. Jadi lebih baik perhatikan postingan anda sebelum mengupdate status.

Tulisan ini sebenarnya mau saya posting di facebook, tapi karena pemikiran saya yang masih berputar-putar layaknya INCEPTION, akhirnya saya posting di sini saja. (^^)

Kamis, 04 April 2013

Her Confession

Kemarin saya mendapat message dari seseorang. Seseorang gadis yang pernah membuat hidup saya beda walau hanya dalam beberapa hari saja, karena tidak terpikirkan oleh saya kenapa bisa begini jadinya. Namanya Naini, dia adalah teman SMA saya. Sebelumnya saya lupa dia itu siapa. Karena dia memiliki akun facebook dan mempunyai teman yaitu saya, dia memberitahukan bahwa dia adalah teman satu SMA saya dulu, yaitu SMA 10.

Waktu itu kami curhat-curhat di chattingan Facebook. Saya pun jadi tertarik untuk menggali informasi tentang dirinya. Dan ternyata, dia adalah anaknya Bu Eko. Beliau adalah guru les-lesan saya sewaktu saya di bangku SMP. Berarti Naini itu rumahnya dekat sekali dengan saya, hanya beberapa jalan/gang dari rumah saya. Saya menceritakan bahwa dulu saya pernah melihat dia sedang ikut nimbrung waktu les berlangsung. Naini jarang melihat melihat ke belakang, namun saya bisa melihatnya, apa karena dia malu?

Di tengah kami sedang berchatting ria, tiba-tiba dia beralih ke pembicaraan serius. Naini sudah tidak tahan lagi, sepertinya mau bilang itu dari tadi bahwa sebenarnya dia suka sama saya ketika di banku SMA, namun saya tidak menyadarinya dan tidak mengenal malahan. Kemudian saya janjian ketemuan saja agar lebih clear. Saya tetapkan di Perpustakaan Wilayah, lusa ini.

Hari janjian pun tiba, kami pergi ke Perpustakaan Wilayah. Kenapa di situ? Saya menyukai karena tempatnya sepi, bisa menambah ilmu, dan paling enak untuk ngabuburit, karena dulu kebetulan kenal tempat itu waktu bulan Ramadhan. Walaupun kami mengambil buku untuk dibaca, tapi kami sepertinya tidak niat untuk membacanya. Kami malah asyik mengobrol dengan suara rendah di dekat tukang fotokopi yang ada di dalam perpustakaan itu.

Setelah dari Perpustakaan Wilayah kami melanjutkan ke luar untuk jalan-jalan lagi. Karena tadi kami membahas soal film-film Thailand, saya jadi teringat tentang snack Tao Kae Noi. Jadi kami mendatangi sebuah supermarket ADA yang ada di daerah sekitaran Tugu Muda. Barang yang kami cari pun ada, lalu kami membelinya dan waktu itu yang membayar adalah Naini. Saya bilang "Nanti kita gantian yah bayarinnya", agar ada timbal balik. Kami pun pulang dan ketika sudah sampai rumah Naini, saya tidak sempat membagi Tao Kae Noi-nya. Dan akhirnya Tao Kae Noi-nya diberikan untuk saya dulu, karena Naini waktu itu juga membeli biskuit kesukaannya, jadi bukan masalah besar.

Esok malam harinya, kami berchatting lagi. Naini berterima kasih karena sudah mengajaknya ke luar. Tiba-tiba dia chat agak menggetarkan saya. Dia bilang waktu itu dia sudah mengatakan ke pacarnya bahwa dia sayang sama saya, dan cinta sama saya. Ternyata pacarnya sendiri adalah teman saya sendiri, saya jadi tidak enak hati. Saya jadi berdosa walau hanya mengajaknya dia ke luar, kenapa saya tidak saya tolak saja waktu itu. Mungkin karena saya belum pernah diperlakukan seperti itu.

Pengakuan cinta seorang gadis kepada saya adalah pertama kali saya alami. Saya bingung dan merasa bersalah, saya jadi bingung untuk membalas seperti apa. Saya diam, tapi Naini terus-terusan chat. Saya melihat chat-chatnya menunjukkan sekali bahwa dia suka sekali dengan saya. Sekarang saya jadi tahu kenapa banyak gadis yang cuek kalau laki-lakinya terlalu meminta. Sebenarnya dalam posisi saya ini, mungkin adalah posisi laki-laki beruntung bisa ditembak duluan oleh gadis. Namun ternyata tidak semudah itu untuk memutuskan. Malamnya dia menangis terus, saya tidak bisa berbicara apapun, saya bisa merasakan chat yang dia berikan kepada saya. Saya bilang maaf, dia berusaha pura-pura tegar, namun apa daya dia adalah perempuan.

Karena kejadian itu, saya keluar bersama dengan Kang Saef untuk membeli Tao Kae Noi. Nantinya snack Tao Kae Noi itu aku berikan kepada Naini. Sesampai di depan rumahnya, Kang Saef duduk di luar rumahnya menjaga motor saya itu, karena saya tidak akan lama menemuinya. Ketika saya mengundang Naini, dia tidak berjilbab seperti biasanya. Ketika dia ke luar, tidak banyak kata yang ingin diucapkan. Dia terlihat hitam di sekitar matanya dan  menungggu kata-kata yang terucap dari saya. Saya hanya bilang "Maaf, ini yang aku janjikan", sambil memberikan snack Tao Kae Noi itu. Setelah itu saya menuju ke motor Tiger saya. Sebelum pulang saya sempat meneteskan air mata, entah kenapa. Lalu pergi meninggalkan dengan senyuman terakhir agar dia tidak sedih.

Esoknya saya kedatangan tamu yang tak diundang. Dia adalah Alfid, pacarnya Naini dan juga teman saya waktu SMA namun berbeda kelas. Dia baru pertama kali ini datang ke rumah saya. Dia bisa datang karena informasi sahabat SMA saya yang dulu pernah tinggal di rumah saya tapi sekarang dia pindah rumah. Sudah pasti dia meminta penjelasan kenapa saya dekat dengan Naini. Dia marah sekali, saya tetap dingin untuk meredakan suasana. Saya jelaskan bahwa saya dan Naini itu berteman saja. Saya agak tidak terima, saya menjelaskan dengan baik-baik bahwa saya tidak ada perasaan apa-apa dengannya, saya menekankan kepada Alvid untuk selalu menjaganya dan menghiburnya. Percakapan hanya sebentar dia hanya meminta kepada saya untuk tidak berkomunikasi lagi dengan Naini, saya turuti namun dia harus melakukan apa yang saya ucapkan.

Setelah itu, saya pun masih sempat menerima pesan-pesan dari Naini melewati Facebook dan pesan singkat di HP. Pesan-pesan itu tidak lain adalah agar saya bisa menjadi pacar atau semacamnya, yang pastinya tidak dikatakan secara langsung. Hingga akhirnya dia memberi pesan yang menyatakan bahwa saya jahat. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Akhirnya dia unfriend saya di Facebook.

Beberapa bulan sudah terlewati tanpa ada kabar dari Naini lagi. Namun kemarin saya mendapatkan pesan tentang dirinya bahwa dia sudah lulus tinggal menunggu wisuda, saya pun turut senang. Tapi saya tetap menjaga perkataan saya.





Terima kasih juga Naini untuk kebaikanmu yang selama ini engkau berikan. Walau hanya sebentar mengenalmu, saya bisa mengerti banyak hal tentang hidup ini. Bahwasanya jika saya menolak kamu saya telah kehilangan orang yang mencintai saya. Tapi ketahuilah kamu Naini, kamu mungkin kehilangan cintaku tapi kamu tidak kehilangan aku sebagai teman kamu, teman yang akan selalu membantu kamu demi kebaikan. Sekali lagi terima kasih atas hari-hari yang menyenangkan itu. Semoga kamu bahagia dengan orang yang benar-benar mencintaimu.

Senin, 01 April 2013

Memaknai Pengorbanan

Saya lebih menyukai motivator yang berdasarkan dengan tindakan nyata. Orang yang tidak terlalu terkenal pun bisa menjadi motivator entah itu sengaja maupun tidak sengaja. Kadang Tuhan menghadirkan sosok orang yang dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi kita, dan biasanya dia/mereka dihadirkan di hadapan mata kita langsung. Tinggal bagaimana anda memaknainya.

Kemarin hari Minggu saya bertemu seorang laki-laki sudah tua, umurnya mungkin 50 tahun, dan 2 anak kecil yang sedang duduk di samping saya. Ada seorang penjual makanan yang lewat dan menawari makanan kepada mereka bertiga, namun mereka menolaknya dengan murah senyum dan bilang kalau sudah makan. Anak perempuan kecil itu berceloteh, "Kok ga malu ya kerja kayak gitu". Kemudian laki-laki tua itu menjawab, "Ya engga tha nak, mereka kan jualan makanan yang halal dan penghasilannya dari kerja keras mereka, uang yang di dapat pastilah halal, jadi kenapa harus malu". Percakapan orang tua dan anak-anak itu menyinggung saya yang sekarang tengah menjalankan bisnis, benar juga ya kenapa harus malu.

Hari Kamis lalu saya dan sahabat saya Yoppy menghadiri acara Youth Talk yang diselenggarakan oleh AIESEC UNDIP. Di situ saya mendapat pencerahan tentang traveling ke luar negeri dari speakernya. Waktu itu yang berbicara adalah Anggi dan Nico. Anggi adalah mahasiswi Teknik Kimia yang hobi travelling, sedangkan Nico adalah fotografer sekaligus blogger.

Dari Anggi, saya bisa tahu bagaimana merencanakan liburan ke luar negeri yang nyaman, aman, murah, dan fun. Misalnya kalau kita mau mengunjungi 5 negara dalam 1 bulan kita bisa mengunjunginya dari negara yang paling jauh dulu, lalu terus sampai ke negara yang terdekat, supaya nanti kalau pulang tidak berat di ongkos, karena kadang ada negara yang bisa dilalui dengan jalur darat.

Terus ada lagi nih, kalau misalnya kita mau pergi ke luar negeri, kita harus mengumpulkan informasi dulu, apakah itu tempat buat pacaran, senang-senang sama teman, atau belanja murah? Makanya kita butuh team yang solid jika kita ke luar negerinya bersama teman-teman. Jadi di setiap negara bisa dipimpin sama teman kita yang sudah mengumpulkan data negara tersebut. Contohnya begini deh, saya mau liburan dengan teman saya, dengan Yoppy dan Kang Saef. Kang Saef saya suruh mencari data negara Thailand, Yoppy mengumpulkan data negara China, dan saya mendapat negara Singapore. Nah, terus saya presentasiin ke Yoppy dan Kang Saef tentang negara Singapore, dari nanti tempat mainnya, tempat nginep, tempat belanja, dan pastinya budget, begitu juga nanti yang dilakukan dengan Yoppy dan Kang Saef. Anggi dan teman-temannya sendiri sudah merencanakannya selama 6 bulan sebelumnya, dan mereka menabung selama 6 bulan itu hanya untuk melakukan liburan ke 5 negara di Asia Tenggara hanya selama 1 bulan. Pengorbanannya berhasil dan sekarang buktinya dia bisa membuktikannya di hadapan saya dan berbicara menjadi speaker di Youth Talk.

Mas Nico () memberikan pengalaman tentang dirinya sewaktu traveling ke Macau. Karena beliau adalah Creative & Social Media Manager di , beliau memberikan cara memfoto apa saja kalau kita sedang di luar negeri. Mas Nico sendiri kadang malas mengeluarkan kamera jika untuk mengabadikan sesuatu dalam perjalanannya, makanya dia hanya menggunakan smart phonenya. Dengan kamera HP pun sudah bisa menghasilkan foto-foto yang memorable, waktu itu dipresentasikan ketika beliau memfoto negara dari dalam pesawat melalui jendela pesawat. Ada juga foto narsis, bukan foto tentang expresi banci kamera melainkan foto passport dan tiket yang akan dikunjungi. Lalu foto-foto buat fun waktu jalan-jalan di luar negeri, seperti candid-in orang asing yang sedang narsis. Tapi saya melihat beliau mendokementarinya dengan video juga, saya lebih menyukainya karena terlihat hidup dan seakan-akan kita berada di situ saat itu juga.

Ketika acara mau selesai ada acara namanya sharing community. Waktu itu saya mempromosikan Prolog, komunitas kamera analog saya di depan para hadirin. Karena disuruh cepat saya pun hanya beberapa patah kata tentang PROLOG. Lalu setelah acara sharing community, dilanjutkan dengan acara foto bersama. Berikut foto bersama anak-anak muda yang hadir di Youth Talk.

.


Setelah acara itu, saya melanjutkan makan nasi goreng ayam di daerah majapahit favoritnya anak Canopus. Saya akan makan bersama Yoppy di warung yang kecil itu. Tidak disangka kita bertemu dengan Abas di warung itu. Kita sempat sharing-sharing selama satu jam di situ. Kita membahas tentang passion dan pengorbanan karena masih kepikiran dengan acara tadi.

Yoppy sharing tentang waktu, bahwa kita tidak bisa memilih 2 pilihan passion dalam waktu bersamaan. Makanya kita harus mengorbankan salah satunya. Dia mencontohkan kepada saya begini, saya tidak bisa pergi ke rumah Yoppy dan Abas dalam waktu yang sama, pastinya saya harus bisa memilih sala satu. Salah satu harus dikorbankan istilahnya demi mencapai salah satu tempat tersebut.

Berbicara soal pengorbanan, saya jadi teringat orang Jepang yang saya kenal dari Youtube, namanya Mijonju. Beliau adalah orang yang mencintai kamera entah itu analog, digital, ataupun polaroid layaknya orang gendut menyukai coklat (tag linenya Mijonju Show yang saya terjemahkan). Tapi kadang tidak selalu kamera saja, kadang barang-barang yang keren, karena beliau saja sekarang selalu dibilang orang keren sama orang yang mendatangi channelnya. Video selain kamera, berikut clipnya dari Youtube.


Lihatlah komen di bawahnya. Di situ tertulis "nah i sold my kidney for this bike :)". Beliau menjual ginjalnya demi mendapatkan barang yang dia suka. Salah satu pengorbanan yang membutuhkan keberanian tinggi, yang tidak sembarangan orang akan melakukannya. Yang artinya apa, coba rasakan apakah pengorbanan kita sudah cukup keras atau sakit seperti mendonorkan ginjal demi mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Minggu, 31 Maret 2013

Meet International Volunteer!

Setelah ekspedisi menemukan Rina berakhir. Saya jadi kenal dengan namanya Kayo dan teman-teman Jepangnya di Tegalrejo, saya memutuskan mengikuti seminar yang mereka adakan. Acara ini berkaitan tentang kepedulian anak-anak. Diskusi Internasional ini dihadiri Indonesia, Jepang, Perancis, dan Jerman. Saya hadir di situ dengan teman saya Kang Saef.

Kali ini saya akan memperlihatkan video Kayo, teman-teman Jepang, dan IIWC yang sedang menampilkan tarian khas Jepang, yaitu Soran Bushi. Silakan tonton klip berikut ini.

Finding Rina! - The Conclusion -

Awalnya saya antara malas dan tidak untuk menghampirinya, namun harus! Jadilah apa artinya perasaan itu? Bisa diartikan saya sedang bimbang atau bahasa kerennya GALAU! Ada perasaan grogi yang luar biasa sekali terjadi pada saya, padahal jarak masih jauh sekali. Saya memikirkan apa ya yang akan saya bilang nanti ya? Nanti kalau tidak suka bagaimana ya? Terus reaksi para IIWC ntar gimana ya? Apa saya tidak sopan tiba-tiba masuk dalam komunitas itu? Pikiran-pikiran itu terus bermunculan di kepala saya. Dengan masih memikirkan hal itu, motor tetap dengan kecepatan normal menuju tempat campsite tersebut. Seperti ada kekuatan cinta yang menggerakkan saya.

Merasa tersesat saya melihat print-print-an yang saya siapkan dari rumah. Menurut peta tersebut saya sudah melewati batas Desa Jatijajar namun belum ketemu juga mana tempat untuk masuk desanya. Kebingungan saya pun beristirahat dulu di Indomaret yang berada dekat dengan jalan raya. Saya membeli satu botol minuman segar untuk menghilangkan rasa haus saya. Kebetulan waktu itu ada gadis yang sedang menjaga toko aksesoris wanita yang sedang menganggur. Langsung saja tanyakan tentang Desa Jatijajar itu, waktu itu saya tidak menanyakan secara lengkap dia hanya bilang nanti kalau ada gapura masuk saja.  Ya sudah saya coba ke sana namun sesampainya di sana tidak ada tulisan Desa Jatijajar tersebut. Waktu itu saya berhenti sejenak dan memastikan lagi dengan peta buatan saya itu. Banyak pejalan kaki yang melewati saya dari berbagai arah. Saya pun mencoba bertanya dengan Bapak-bapak yang sedang lewat itu. Dia bilang bahwa tempatnya itu berada di depan Pabrik Coca-cola. Saya berpikir bukannya tadi depan Coca-cola itu tempat gadis yang berjualan aksesoris tersebut?

Kemudian saya menanyakan lagi tentang keberadaan tempat tersebut kepada gadis yang berjualan aksesoris itu. Sekarang dia menunjukkan arah yang tepat, saya tinggal mengikuti perintahnya saja. Saya pun mencoba berjalan pelan-pelan berlawanan arah, karena gapuranya ada di kanan jalan belokan pertama dari tempat gadis tadi. Dengan reding menyala ke kanan dan rasa hati-hati saya menelusuri jalan tersebut. Banyak bus dan angkot yang kadang-kadang berhenti di depan saya. Gapura yang dimaksud gadis tadi sudah kelihatan. Akhirnya saya bisa menemukan yang namanya Desa Jatijajar itu. Senang sekali seperti salah satu QUEST saya, sudah CLEARED. Tapi saya tidak bisa senang begitu saja karena misi yang lain masih menunggu.

Misi yang lain adalah bagaimana saya bisa menemukan Rina atau para member IIWC di tempat yang sangat luas ini. Saya dan motor Tiger saya pun memulai mencari tanpa bertanya-tanya dulu. Saya mencoba menghafalkan belokan-belokan yang ada di sepanjang jalan Desa itu. Untuk mempermudah saya mengambil ke arah kanan terus dan lurus agar mudah kembali ke gapuranya lagi. Tempatnya sangat sempit dan agak ramai penduduk. Setelah mentok dan tidak tahu harus ke mana lagi, saya bertanya pada penduduk setempat, apakah pernah melihat IIWC atau semacamnya dengan memperlihatkan foto.

Hari sudah mulai memasuki malam. Maghrib pun berkumandang, saya pun mencoba kembali ke depan gapura lagi. Ada Masjid yang sudah saya lewati di dekat gapura dan di situlah saya akan sholat maghrib. Ketika sholat saya berdoa kepada Allah SWT, tidak lupa sholawat yang diajarkan oleh Ustad Yusuf Mansyur. Setelah saya sholat saya melihat sekumpulan anak muda yang sepertinya sedang mencari sesuatu dengan tas ranselnya yang besar. Saya berpikir mungkin saja mereka adalah member IIWC. Saya pun mencoba bertanya darimana kah mereka? Ternyata mereka sedang mencari kos-kosan, dan tentu saja bukan IIWC.

Saya duduk di kursi bata yang ada di depan masjid sambil melihat foto Rina. Saya pun browsing facebooknya IIWC di hp Blackberry saya untuk mengetahui pasti kegiatan yang berlangsung saat itu. Sewaktu saya melihat-lihat foto IIWC, saya terpikirkan untuk memperlihatkannya kepada warga sekitar. Kebetulan waktu itu ada bapak-bapak yang duduk di dekat saya. Dengan nada perlahan saya bertanya kepada beliau dengan memperlihatkan foto IIWC itu. Setelah bertanya bapak ini menanyakan lagi ke bapak-bapak yang lainnya. Beliau tahu tapi tidak tahu lokasinya, dia menyuruh saya untuk pergi di toko pojokkan itu yang ada di pertigaan jalan.

Berbekal informasi yang saya dapat saya pun mendatangi toko kelontong itu. Saya melihat penjualnya sedang sibuk melayani pembeli. Pembeli terus berdatangan dan saya jadi kesusahan untuk menanyakan tentang keberadaan campsite IIWC. Sekitar 20 menit, pembeli masih berdatangan juga namun sekarang lumayan sepi. Waktu pembelinya hanya satu, saya langsung saja dekatin si penjualnya. Setelah pembelinya yang itu sudah beli, saya pun bertanya tentang keberadaan lokasinya. Beliau memberitahu patokan dan arah menuju ke sananya, namun beliau bilang bahwa rumah yang dituju itu hanya persinggahan sebentar bagi para member IIWC. Penjual itu sepertinya sedang sibuk, saya jadi tidak enak jika memintanya untuk mengantar dan menunjukkan lokasinya.

Saya merasa putus asa waktu itu karena situasi dan kondisi saat itu. Saya pun meratapi nasib saya di dudukan motor Tiger, sambil terus membaca sholawat berharap diberi kemudahan oleh-Nya. Ketika saya sedang sholawat, ada laki-laki sudah kebapakan menghampiri saya. Awalnya saya takut, kemudian dia tanya, "Mas lagi cari IIWC ya?". Saya balas saja "Iya, tahu lokasinya di mana mas?". Dia menjawab dengan murah senyum, "Wah saya tidak tahu mas, tapi mungkin mas bisa saya bantu ke tempat yang biasanya mereka kunjungi?". "Wah, beneran mas, boleh mas?", jawab saya dengan terkejut. "Boleh, mending mas ikutin saya saja dari belakang ya", dalam hati baik banget ya bapak ini. Kemudian beliau langsung men-start mesin motornya lalu berangkat, dan saya pastinya mengikutinya dari belakang.

Sekitar 2-3 menit tibalah kami di suatu rumah yang di mana terasnya ada undak-undakkannya, jadi rumahnya harus dicapai dengan mendaki maksudku melewati pijakan ke atas itu. Saya agak canggung karena bapak yang tadi terlalu baik, soalnya waktu itu dia langsung mengetuk itu pintu dan memanggilkan pemilik rumah tersebut. Ada 2 sosok bapak-bapak dan ibu-ibu muncul dari rumah itu dan menanyakan kepada saya, "Ada keperluan apa anda datang ke sini?". Bapak yang baik yang saya kenal waktu awal menjelaskan bahwa dia ingin bertemu dengan member IIWC dari Jepang. Saya pun tanpa ragu menanyakan keberadaan Rina, "Jadi kamu mau bertemu dengan gadis yang di foto ini?". Saya pun menjawab "Iya Pak!", bapak yang baik hati tadi nyeletuk "Mau dipek bojo ya mas, hehe?", yang artinya mau diambil istri ya mas. Ya saya hanya senyum dan iya-iya saja deh hehe (^^).

Kemudian bapak dan ibu itu meminta saya untuk menunggunya di dalam, karena nanti yang menunjukkan jalannya adalah anaknya yang sekarang belum pulang kerja. Ibu itu menghidangkan teh untuk saya, dan bapak itu mempersilakan untuk meminumnya, baik sekali memang warga di situ. Saya di situ banyak tahu tentang IIWC yang sudah pernah singgah di rumah ini. Tidak lupa saya menanyakan tentang Rina, dan mereka sepertinya pernah melihat. "Ini ndak Yuka?", tanya bapak itu, saya balas saja "Bukan". "Oh, mirip Yuka ya..", kemudian beliau memperlihatkan foto kenangan bersama IIWC yang di situnya ada Yuka. Memang agak mirip sih, salah satunya warna kulitnya sama, yaitu putih. Mereka cerita tentang cara mereka bertahan karena lapar, berbahasa, dan pokoknya semua hal tentang adaptasi.

Setelah berbincang agak lama, anaknya yang baru pulang kerja datang ke rumah. Dengan masih memakai jaket dia langsung mengajak saya ke tempat IIWC. Sebelumnya dia sudah biasa mengantar orang yang mau ke tempat IIWC. Makanya jika ada orang yang mau bertemu karena urusan sesuatu, dia pasti akan membantu.

Tempat yang kita tuju adalah Tegalrejo. Tegalrejo adalah salah satu tempat prostitusi yang berada jauh dari pusat kota Semarang dan tempatnya tidak jauh dari Desa Jatijajar. Dan disitulah, saya akan bertemu dengan member IIWC yang dari Jepang. Awal masuk saya agak canggung apakah harus bayar atau tidak, namun untungnya mas yang ngantar saya sudah kenal dengan yang jaga, jadi saya bisa memasukinya dengan gratis dan aman.

Saya melihat tidak terlalu banyak pemandangan erotic, hanya melihat 1-2 pekerja sex komersial dan suara-suara karaoke yang keras, saya berpikir mungkin mereka bersenang-senangnya di dalam rumah. Masnya yang mengantar saya masuk ke gang sempit, dan tidak jauh dari situ dia berhenti. Kemudian dia bilang kepada saya, "Kita sudah sampai Mas, Mas udah dikunci motornya?". "Sudah Mas", jawab saya. "Tunggu di sini sebentar", tegas Masnya. Lalu dia langsung pergi ke tempat paling pojok rumah yang berada di jalan buntu itu. Terlihat Masnya sedang berkomunikasi dengan orang yang di dalam rumah itu. Tidak lama dari itu saya disuruh ke sana, dan masnya pamit pulang ke saya, tidak lupa saya berterima kasih dengan masnya.

Saya jalan pelan-pelan menuju rumah itu. Ada laki-laki bertato seperti preman yang sedang duduk di kursi sofa depan rumah-rumah di jalan yang sempit itu. Saya agak takut untuk melangkah, tapi setelah saya bilang permisi, reaksi laki-laki bertato itu ramah sekali, dia mempersilakan lewat dengan keterbukaan hati dan senyuman. Sekitar 2 meter dari rumah yang dimaksud, saya mendengar suara orang-orang Jepang bergumam seperi "Nani?", "Dare?", dengan nada sedikit bingung.

Tibalah saya di rumah itu disambut oleh Mbak Dita atau Gita saya lupa. Dia adalah ketua IIWC dalam proyek tersebut. Badannya gemuk, pakai kaca mata, rambut keriting, pipi cubi, dan pastinya memakai seragam IIWC yang merah itu. Keadaan ramai sekali dalam rumah sempit. Di dalamnya itu saya melihat orang-orang Jepang sedang bersenda gurau dengan bahasa Jepangnya. Tapi ada yang aneh. Saya mencoba menanyakan langsung kepada mbaknya dengan memperlihatkan foto yang ada di HP saya, apakah pernah melihat Rina. Setelah dia melihat, dia menjawab, "Aku kurang tahu mas, ini mungkin proyek yang satunya yang di mangkang". Terus karena saya mengenal Taufik tapi belum bertemu dengannya, saya mencoba ingin bertemu dengannya dengan tanya kepada mbaknya itu.

Akhirnya dipanggilkanlah Mas Taufik. Dia agak bingung dengan saya, karena baru ketemu tiba-tiba ketemunya di tempat Camp. Dia agak canggung, kaget, dan agak tidak percaya. "Kamu bisa ke sini gimana ceritanya?", tanya Mas Taufik. "Oh tadi dibantu orang dari Desa Jatijijar Mas. Ngomong-ngomong tahu Rina ga Mas?", tanya saya dengan memperlihatkan foto Rina di HP saya. "Oh ini, dulu pernah ketemu sih, udah lama, kayaknya udah pulang deh Mas", jawab Mas Taufik. "Iya sepertinya juga begitu Mas, coba saya panggilkan ketua yang dari Jepang dulu, Kayoooooo!", tegas Mbak Gita.

Kemudian saya dihadapkan dengan wanita yang energik dari negara Jepang namanya Kayo. Dia mempunyai rambut yang pendek, dan sepertinya dia suka senyum riang. Terus saya tanya dengan bahasa Inggris, "Do you ever meet Rina?". "Hmmm, Rina...?", diperhatikan foto itu dengan seksama oleh Kayo. "I think you ever meet Rina, when the first time she come in Indonesia", tanya Mas Taufik kepada Kayo. "I am sorry, I think I couldn't help", jawab Kayo. Tiba-tiba ada orang Jepang yang mau masuk bertemu dengan saya, gadis Jepang yang rambutnya pendek dan disemir emas. "Hai! My name is Ayaka! Nice to meet you!", dengan semangat dia menyapa. "I am Ricky, nice too meet you too! Do you have Indonesian name?", tanya saya agak bercanda. "Indonesian name, I don't hehe, should I?", tanya dia kebingungan. "Yeah of course! Hehe", jawab saya agak gaje.

Waktu itu saya ingin dihibur namun melihat masih pada sibuk saya pun pamit pulang kepada mereka. "Terimakasih mas, mbak, Kayo, sampai jumpa lagi, ja mata ashita!", Kayo membalas "Ja!". Saya pun pulang mengendarai Tiger saya, dengan diiringi cuaca hujan menambah kegalauan saya. Dalam perjalanan saya agak kecewa, sedih karena tidak ketemu juga dan sempat meneteskan air mata. Nasib barang kenang-kenanganku untuk Rina masih ada dalam tas.


 - Barang kenangan kondisi saat ini -

Setelah 2 atau 3 bulan terlewati, saya melihat video dari IIWC. Di video itu ada Rina! Saya pun langsung mencari info tentang itu, saya mencoba mencari-cari dan ternyata.... Ternyata Rina sudah memiliki pacar di Facebooknya, dan nama Facebooknya Rina Sakakura bukan Rina Asakura. Terjawab sudah semua kegalauan ini. Saya sedih, sesedihnya, karena dia, saya bisa melupakan mantan gebetan saya. Saya pun bisa tidak ingat ternyata waktu saya bertemu Rina, itu bertepatan dengan ulang tahunnya mantan gebetan saya. Karena Rina saya bisa move-on seperti itu. Saya add pun sampai sekarang ini belum diapprove juga oleh Rina. Mungkin saya salah mengartikan itu semua, perasaan saya itu hanya "SEPIHAK".

- End -