""'>

Rabu, 04 Januari 2012

Asal Mula Panggilan "Jojo"

Selamat Siang para follower saya, nama saya Ricky Raharjo sering dipanggil Jojo, karena apa, nama saya kan Ricky Raharjo, kalau saya dipanggilnya Ricky ntar udah kayak manggil nama anjing, "Rikirikirikirikirikiriki sini, sini, sini, ayo makan bareng sama aku, anak pinter...." sambil ngasih tulang, kirik itu kan anak anjing dalam bahasa jawa.

Karena hal tersebut saya sekarang lebih suka dipanggil Jojo. Nama Jojo ini pun teresmikan waktu saya masi SMP, jadi ceritanya sebelum dipanggil Jojo, waktu SD saya sering dipanggil "Dek Kikik", waktu itu memang masih jaman-jamannya kalau yang lebih tua tu lebih keren, lebih dewasa, dan saya waktu itu juga paling muda di antara teman-teman SD saya. Selama 6 tahun di SD gitu saya nyaman-nyaman aja dipanggil seperti itu, tapi semenjak lulus dari SD, di SMP saya berpikir kenapa saya mau ya dipanggil seperti "Adek", padahal saya bukan keluarganya, atau terkadang saya berpikir saya tu adeknya siapa...., saya pun berpikir ke depan kalau saya terus-terusan dipanggil adek entar saya diadopsi jadi adek kemana-mana, gendong kemana-mana sampai besar itu kan memalukan banget, makanya perlu nama panggilan baru untuk saya supaya kesannya lebih menjual begitu.

Sudah banyak mengalami transisi nama panggilan saya, dari Dek Kiki, karena saya paling muda waktu itu, terus panggilan sayang dari kakak saya dipanggilnya "Mbe" gitu, dari asal kata "Lambe" atau "Bibir" dalam bahasa Indonesia, mungkin karena "Bibir" saya sexy atau hanya untuk menghina bibir saya, ga tau juga yang jelas saya masih polos dan ga tau apa-apa. Kadang juga dipanggil "Heh" bagi yang baru kenal, dan semua orang waktu itu kalau dipanggil "Heh" oke-oke aja, seakan-akan kamu melihat semua orang itu bernama "Heh". Dari ejek-ejekan sampai dipanggil nama Bapak/Ibu, lelucon kuno yang sering terngiang-ngiang, lucu di jamannya, dan yang paling bodoh kalau misalnya kita ga tau nama aslinya terus kita mau ajak keluar gitu, waktu di rumahnya kita manggilnya pake nama orang tuanya, dan pernah kejadian waktu SMP waktu itu, saya lagi asik-asikkan tidur gitu di kasur tiba-tiba ada orang yang manggil-manggil, tapi bukan nama saya yang dipanggil tapi nama Bapak saya, dan mungkin Ibu saya ingin bilang "Kamu tuh anaknya siapa, beraninya manggil suami saya tanpa embel-embel "Pak"?", tapi diurungkan oleh Ibu. Temen saya yang masih SMP dengan polosnya bilang, "Mau cari anaknya Ibu?", sungguh waktu itu adalah pertanyaan bodoh sekali. Kemudian dari panggilan-panggilan itu ditemukan nama marga saya yang keren yaitu "Jojo" yang sudah mengalami proses penseterilan nama berulang-ulang, karena apa, karena waktu itu nama sebelum "Jo" itu dipanggilnya "Paijo", mungkin artinya pai hijau, "Jojo Pejo", ini artinya jorok/saru pokoknya "Jojo Ped", singkatan dari "Jojo Pejo" mungkin, tapi saya mendengarnya malah kayak cepat Jo, cepat! "Jojo Marijo", udah kayak judul musik aja ya, ya mungkin bisa dijadikan lagu Mars Jojo. Akhirnya ditentukan nama panggilan dasar "Jojo" saja, karena suka diulang-ulang kata Jo itu, jadilah Jojo.

Saya Ricky Raharjo, sampai jumpa di pertemuan berikutnya.

Selasa, 13 Desember 2011

80% tidak 20% ya

Seberapa banyak orang yang meremehkan teori tentang mendekati lawan jenis yang ada di buku karena baginya, yang dilakukan itu sudah benar dan tidak butuh teori lagi. Padahal tujuan yang sebenarnya dari buku itu adalah bukan untuk merubah karakter kamu melainkan untuk menambah value internal kamu itu sendiri.

Saya dan teman saya sebut saja Mr.Alien pernah mencoba mempraktekkan apa yang ditulis di buku tersebut. Teori-teori sudah matang dipikiran kita namun pada saat mendekati lawan jenis semua yang ada dalam buku atau teori-teori yang sudah pernah dipelajari hilang semua yang ada hanyalah radical honestly (kejujuran secara tiba-tiba). Jadi kita hanya bilang yang dipikirkan saat itu juga dan jauh dari yang diteorikan itu karena waktu itu kita masih menggunakan 20% tidak 80% ya. Jadi dalam pikiran kita dipenuhi pikiran-pikiran "Nih harus berhasil kenalan terus minta nomor hapenya kalau engga aku ga bisa tidur malam ini". Berikut pengalaman awal-awal kenalan.

Setelah Mr.Alien melakukan kenalan dengan 2 cewek chinese dan minta nomor hapenya, saya bawa dia ke luar gedung dan mencoba untuk menenangkannya dan berbagi kesalahan-kesalahan. Sewaktu sharing-sharing dan mencoba untuk merefresh pikiran datanglah 2 HB (Hot Babe) dari belakang.

"Sekarang giliranmu Jo!" kata Mr.Alien.

Sambil memandangi 2 HB yang lewat tadi, "Kamu yakin aku bisa kenalan dengannya?"

"Hajar aja Masbro!" Tegas Mr.Alien meyakinkan saya.

Bergegas mendekati sang HB, "Baiklah!"

Jarak HB dengan saya kira-kira agak jauh sekitar 7 meteran, waktu itu saya ga yakin bisa berkenalan dengannya jadi kadang jarak sang HB dekat dan kadang jauh. Hingga pada akhirnya sang HB menaiki escalator. Saya pun menaiki escalator tersebut dan sekarang berada di tepat belakang HB dan sekarang HB tidak bisa berjalan lagi.

Saya menyodorkan tangan di antara kedua HB tersebut "Maaf ganggu bentar, aku mau kenalan, namaku Jojo, nama kamu siapa?"

"............" Kedua HB tersebut belum menjawab dan mereka seperti menyecan penampilan saya, mungkin dalam pikirannya "Ni sales, penjahat, tukang kredit, pencopet atau anak alay sih"

Mereka belum menjawab pertanyaan saya, tapi setelah mendarat dari escalator, saya pun mengulang perkataan saya tadi, "Namaku jojo, nama kamu siapa?"

"Namaku Endang", "Ita", "Kamu kenapa mau kenalan ma kita?" tanya sang HB.

Karena pikiran masih berantakan, antara teori dan emosi, saya pun berkata dengan tidak dilandasi emosi yang sesuai "Soalnya kalian dari jauh menarik banget"

"DOOOOOOENK!!!" seru sang HB meributkan keadaan dan menjadi sorotan orang-orang yang lewat termasuk SPG, satpam, tukang pel, yang lagi keramas pun sepertinya juga kedengaran.

Karena suasana sudah tidak terkendali saya pun menengok ke belakang dengan tujuan mengundang Mr.Alien untuk meredakan suasana. Tapi sial banget dia ngumpet di belakang konstruksi escalator.
Tanpa pikir panjang, "Eh sebentar, Aku minta nomor hape kamu?"
"Nomor aku apa si Ita?" mencoba membuat tambah panik saya tapi memang sudah panik dan terinjak-injak sih.

"E..., kalian berdua sih" dengan nada panik dan terlalu cepat.

Saya lupa yang mereka bilang tapi mereka seperti bilang "JAWABAN YANG SALAH!", "PERGI DULU YA ORANG ANEH!".

Setelah kejadian yang hina itu, Mr. Alien gantian membawa saya ke luar gedung dan mencoba menenangkan diri. Di situ kami tahu kesalahan-kesalahan kami dan terkadang kita menemukan teori baru yang tidak tertulis di buku tersebut. Seperti contohnya kalau sudah mendapat nomornya coba cek dulu itu asli atau tidak, siapa tahu itu nomor pemadam kebarakan, polisi, nyokap, bokap, atau yang lebih parah itu nomor suaminya!

Kami menyadari satu hal penting bahwa Teori adalah sesuatu yang sudah dipraktekkan, perbanyaklah praktek dengan tujuan mencari tidak (seperti kata Pak Mario Teguh) dengan begitu kita akan selalu santai untuk melakukan experimen atau praktek, kalau belum berhasil jangan salahkan diri sendiri atau orang lain, mungkin belum waktunya saja, tinggal kita berusaha mencari banyak kata tidak karena dengan begitu kita bisa belajar dari banyak kegagalan. Dengan mengharap 80% tidak dan 20% ya secara terus-menerus kita akan menjadi pribadi yang ikhlas dan terus mencoba sesuatu yang baru hingga semua itu akan menjadi natural. BE NATURAL GENIUS!

Senin, 12 Desember 2011

Kenali Raharjo

Siapakah Raharjo?

Sebenarnya nama lengkap saya adalah Ricky Raharjo. Saya sering dipanggil Jojo oleh teman-teman sejak SMP hingga sekarang.

Saya lahir tanggal 29 Juni 1990 di Kota Semarang. Pendidikan terakhir saya adalah D3 Akuntansi. Pernah TK 0 kecil tapi tidak pernah merasakan 0 besarnya, jadi langsung melompat ke kelas 1 SD.

Apa yang Raharjo lakukan?

Saya sekarang bekerja sebagai akuntan di Suzuki. Kalau kegiatan waktu luang sih banyak tapi sebagian besar saya habiskan dengan menulis blog, dan berfoto-foto.

Kenapa namanya On The Way Raharjo?

Blog ini saya juduli On The Way Raharjo, karena mempunyai makna "Raharjo" (nama marga) biasa untuk panggilan dewasa atau kehormatan dan "On The Way" yang berarti menuju, jadi Menuju Kedewasaan yang Terhormat. Dewasa itu matang, dan matang itu baik, jadi menuju jalan yang lebih baik juga bisa. Itu konsep awal dari terlahirnya blog OTWR ini.

Semoga anda betah membaca-baca artikel yang ada di blog saya ini. Saya Ricky Raharjo, terima kasih.

Arsip